
Di ruang tengah, Bu Alya, Dinda, dan Ersa nampak masih berbincang-bincang.
"Ersa, kamu udah makan?" tanya Dinda.
"Belum Mbak."
"Kebetulan kalau begitu, makan malam di sini saja bersama kami," ucap Dinda.
"Kebetulan Er, Bik Ijah masak banyak hari ini. Vino kamu juga pasti belum makan kan?" tanya Bu Alya.
"Iya Oma. Aku juga belum makan," jawab Vino.
Beberapa saat kemudian, Andre turun dari lantai atas dan menghampiri ruang tengah. Namun di ruang tengah tampak sepi.
"Ke mana orang-orang," ucap Andre.
Andre kemudian bergegas pergi ke ruang makan. Andre tersenyum saat melihat Ersa dan Vino sudah duduk di ruang makan bersama adik dan ibunya.
"Aku cariin ternyata kalian semua ada di sini," ucap Andre.
Andre kemudian ikut duduk di ruang makan.
"Kamu juga belum makan Ndre?" tanya Bu Alya.
Andre hanya menggeleng.
"Ya udah. Sekarang kita makan ya, "ucap Bu Alya.
Ersa tampak tidak nyaman berada di rumah Bu Alya. Sebenarnya Ersa tidak enak dengan Carisa. Dan sekarang Carisa juga tidak nampak berada di ruang makan.
"Bu Carisa ke mana?" tanya Ersa.
"Dia nggak mau ikut makan," jawab Andre.
Andre kemudian mencedokan nasi ke dalam piringnya. Setelah itu dia mengambil lauk pauk untuk dia makan. Andre kemudian menatap Ersa.
"Er, kenapa diam aja?" tanya Andre yang melihat Ersa diam. Ersa tidak menyentuh piring ataupun sendok yang ada di atas meja makan.
"Mau aku ambilkan?" tanya Andre.
"Oh, tidak usah Pak. Saya bisa ambil sendiri."
__ADS_1
"Jangan malu-malu Er. Anggap saja rumah sendiri."
Andre mengambil piring, mencedokan nasi dan lauk pauk untuk Ersa. Dia kemudian menyodorkan makanan itu pada Ersa.
"Ini, udah aku ambilkan."
"Oh, Pak Andre. Nggak usah repot-repot. Aku bisa ambil sendiri kok."
"Udah. Jangan malu-malu. Makan yang banyak Er. Biar cepat gemuk. Badan kamu kurang berisi Er," ucap Bu Alya.
Tubuh Ersa memang sedikit kurus. Tapi walaupun dia terbilang kurus, Ersa tetap cantik. Dia masih seperti anak baru lulus SMA. Padahal usianya sudah 25 tahun sepantaran dengan Dinda.
"Iya Bu."
"Lihat tuh, Vino juga udah lahap banget makannya," ucap Dinda sembari melirik ke arah ponakannya.
****
Malam ini, Carisa tidak ikut makan bersama keluarganya. Perasaannya masih sangat hancur saat mendengar ucapan suaminya tadi. Ternyata Andre memang benar-benar ingin seriusan dengan Ersa.
Carisa saat ini, berada di dalam kamar anaknya. Sementara Tata sudah terlelap di atas tempat tidurnya.
"Mas Andre, jahat banget sih. Kenapa dia tega banget sama aku. Dia ingin menikahi wanita itu. Apa yang harus aku lakukan. Bagaimana caranya aku untuk menggagalkan pernikahan mereka," ucap Carisa.
"Aku nggak mau hidup di madu. Lebih baik aku hidup sendiri dari pada di madu."
Carisa sejak tadi tampak masih berfikir. Seandainya dia benar-benar cerai dari Andre, bagaimana nasibnya dengan Tata. Pasti Carisa tidak akan bisa menikmati harta kekayaan Andre lagi.
Seandainya Carisa menggugat Andre, dia juga tidak akan pernah mendapatkan harta gono-gini dari suaminya. Karena Carisa tidak punya anak dari Andre.
"Jika aku pergi sendiri dari kehidupan Mas Andre, pasti Mas Andre tidak akan ngasih harta gono-gini padaku. Tapi jika aku bertahan di sini, aku nggak sanggup hidup dengan maduku," ucap Carisa.
"Mas Andre pasti akan lebih sayang sama maduku karena dia cantik dan lebih muda dari aku. Seandainya dia hamil, Mas Andre juga akan ngasih dia dan anaknya banyak perhatian. Lalu aku dan Tata, akan seperti apa nasib kami saat Mas Andre menikah lagi. Pergi salah, bertahan pun salah. Aku harus gimana ya Tuhan..." lanjut Carisa.
Pandangan Carisa terpaku pada sosok mungil yang sekarang ada di atas tempat tidur. Carisa menghampiri Tata dan duduk di sisi ranjang.
"Sayang, cuma kamu satu-satunya harapan Mama. Cuma kamu sekarang yang mama punya. Papa kamu, sudah terang-terangan mengkhianati mama Nak. Mama harus gimana. Bertahan, atau melepaskan. Tapi mama nggak sanggup hidup tanpa harta ayah kamu. Kalau mama cerai dari Papa kamu, mama nggak bisa bayangin bagaimana nasib mama dan kamu."
Carisa meneteskan air matanya. Baru kali ini, dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Saat suaminya punya niatan untuk menikah lagi dengan Ersa.
Carisa menghela nafas dalam. Untuk saat ini dia tidak ingin memikirkan masalah dengan suami dulu. Carisa kemudian naik ke atas ranjang anaknya dan berbaring di sisi Tata. Carisa mulai memejamkan matanya dan memeluk Tata.
__ADS_1
****
Selesai makan malam, Andre menatap satu persatu Bu Alya, Vino, dan Dinda.
"Mumpung kalian masih pada kumpul di sini, aku ingin memberi tahukan pada kalian," ucap Andre.
Dinda dan Bu Alya saling menatap. Begitu juga dengan Ersa yang penasaran dengan apa yang akan dibicarakan bosnya itu.
"Kamu mau bicara apa? kayaknya serius banget." tanya Bu Alya.
"Aku mau nikah lagi Ma,"
Deg.
Dinda, Bu Alya, Vino juga Ersa terkejut saat mendengar ucapan Andre.
"Apa! nikah lagi?" ucap Bu Alya dan Dinda bersamaan.
"Iya. Aku ingin nikah lagi."
Hati Ersa sejak tadi masih tidak tenang. Di dalam hatinya masih banyak tanda tanya. Wanita siapa yang akan dinikahi bosnya.
'Pak Andre mau nikah lagi. Apa aku nggak salah dengar. Lalu, dia mau nikah dengan siapa' batin Ersa.
"Kakak mau nikah lagi? Kakak serius?" tanya Dinda yang nampak tidak percaya dengan ucapan kakaknya.
"Kamu mau nikah lagi dengan siapa?" tanya Bu Alya.
"Dengan seorang wanita dong Ma."
"Iya Mama tahu. Tapi wanita siapa? dan apakah Carisa sudah mengizinkannya?"
Andre diam mendengar pertanyaan mamanya. Sebenarnya Carisa itu memang belum memberikan dia izin.
"Andre. Kalau kamu mau nikah lagi, kamu harus izin dulu sama Carisa istri pertama kamu. Kalau dia ngizinin, barulah kamu bisa nikah lagi. Kalau Carisa nggak ngizinin ya kamu nggak bisa nikah lagi "
"Untuk apa aku harus minta izin sama Carisa. Aku ini ingin punya anak Ma. Carisa itu tidak bisa memberikan aku seorang anak. Aku ingin nikah lagi, dengan perempuan yang bisa memberikan aku seorang anak. Aku nggak bisa mempertahankan Carisa Ma, karena dia tidak bisa memberikan aku anak. Mau nggak mau, diizinkan ataupun nggak, aku akan tetap menikah lagi," ucap Andre.
Dia masih ngotot ingin menikah lagi. Sementara Ersa sejak tadi masih kebingungan. Karena baru kemarin Andre mengungkapkan perasaannya pada Ersa. Tapi sekarang Andre bilang dia ingin menikah lagi.
'Siapa sebenarnya wanita yang ingin Pak Andre nikahi? nggak mungkin aku kan?' batin batin Ersa
__ADS_1