
Gadis sampai di rumah mertuanya jm 10 malam rumah sudah sepi jam segini mamah sudah berada di kamarnya, Gadis menaiki tangga menuju kamarnya sedangkan Riki ke dapur menyimpan makanan yang tadi di bawa dari rumah Gadis ke dalam kulkas.
Riki membawa air minum ke dalam gelas lalu naik menuju kamarnya Riki masuk ke dalam kamar sambil membawa koper kecil yang berisikan baju-baju kotornya Riki menyimpannya di sudut lemari,lalu Riki menyimpan gelas di atas nakas.
Nampak Gadis keluar kamar mandi sudah memakai daster nya perutnya yang semakin besar membuat Gadis mudah gerah, Riki gantian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Gadis merebahkan badannya yang lelah walaupun tadi membuat kue di bantu bibi dan mamahnya tapi entah kenapa Gadis merasa sangat lelah hingga akhirnya Gadispun tertidur dengan lelap.
setelah kurang lebih 15 menit Riki keluar kamar mandi dan melihat istrinya sudah tertidur pulas Riki menyelimuti Gadis hingga dada di usapnya perut sang istri, setelah puas mengusap perut Gadis Riki berdiri menuju sisi lain kasur baru juga Riki akan naik kasur tiba-tiba handphone Gadis berdering ketika Riki akan mengangkatnya tiba-tiba suara deringnya berhenti, nampak ada beberapa chat yang membuat Riki penasaran.
Riki duduk di atas kasur sambil bersandar lalu mulai membuka handphone istrinya dan mulai membuka isi chat dari no yang tidak di kenal.
"kenapa chat ku tidak di balas"
"begitu mudahnya kamu melupakan aku"
"bukannya kamu akan menungguku"
"kenapa telpon ku tidak di balas"
Dan masih banyak lagi isi chat nya, Riki menarik nafas nya Hatinya tiba-tiba merasa hawatir karena sampai detik ini Riki tidak tau isi hati Gadis apakah Gadis sudah menerimanya atau bahkan sudah mencintai Riki, walaupun akhir-akhir ini sikap Gadis sedikit-sedikit suda mulai beruba tidak se jutek dulu tapi dalam hati kecilnya Riki merasa takut suatu hari nanti Gadis akan meninggalkannya.
Riki menyimpan handphone Gadis di tempat semula Riki menyalakan lampu tidur dan mulai membaringkan tubuhnya Riki masuk kedalam selimut yang sama dengan Gadis tangannya mengelus perut buncit istrinya sambil memandangi wajah polosnya pikiran Riki melayang jauh andaikan nanti Gadis meninggalkan dirinya sanggupkah Riki menjalani kehidupan nya nanti,Riki mengecup kening Gadis lalu mulai mencoba memejamkan matanya.
__ADS_1
Suara azan subuh membangunkan Gadis tubuhnya menggeliat nampak tangan kokoh memeluknya pelan-pelan Gadis melepaskan pelukan Riki lalu gadis turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Gadis menuruni tangga dengan perlahan tujuannya adalah dapur nampak mamah mertuanya sedang sarapan denga roti dan segelas susu.
"Sudah bangun sayang,mamah kangen" mamah Riki memeluk Gadis dengan erat,Gadis membalas pelukan mamah dengan erat.
"Ayo sarapan sayang"
"Aku pengen nasi goreng mah"
"Ya sudah sini duduk biar bibi yang bikin bi.."
"Ga usah mah,aku bikin sendiri aja"
"iya mah"
"Mana suamimu sayang"
"tadi masih mandi mah"
"ya sudah mamah berangkat ya, ingat jangan terlalu lelah" Gadis meraih tangan mertuanya dan mencium nya di balas usapan lembut di kepala Gadis.
__ADS_1
Gadis yang asik membuat nasi goreng tidak menyadari keberadaan Riki hingga tangan Riki memeluk dari belakang tangannya mengelus perut Gadis,Gadis yang awalnya kaget membiarkan Riki memeluk dan mengelus perutnya.
"Mau sarapan apa"
"Samain aja"
Hembusan nafas Riki di leher Gadis membuat kulitnya meremang untuk menghilangkan kegugupannya Gadis menawarkan kopi untuk Riki.
"mau kopi"
"Boleh"
"Duduklah aku siapkan sarapannya"
Riki akhirnya menunggu Gadis di meja makan Gadis menyiapkan sepiring nasi goreng dan secangkir kopi untuk Riki lalu Gadis duduk di depan Riki memulai sarapannya.
"Apa hari ini ada pesanan kueh"
"Tidak,hari ini aku ingin istirahat"
"Ya sudah istirahatlah,Nanti siang aku mau makan siang di rumah"
__ADS_1
"Iya nanti aku siapkan"
Mereka melanjutkan sarapannya.