Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
16.Wanita keras kepala


__ADS_3

Di tengah sarapan bersama tiba-tiba gadis bicara.


"Hari ini aku mau masuk kuliah lagi" Riki tiba-tiba menyimpan sendok nya di piring, ayah gadis angkat bicara.


"apa tidak sebaiknya kamu istirahat untuk beberapa hari lagi sampai kamu pulih"


"sampai kapan yah, sampai aku melahirkan bayi ini"


"itu anak mu nak, maksud ayah beberapa hari saja kamu istirahat"


"ini bukan anakku, dan aku akan tetap pergi kuliah" nampak ayah gadis menahan amarah nya tangan nya terkepal matanya menatap tajam gadis tiba-tiba RT Riki bicara.


"baiklah aku ijinkan asal berangkat dan pulang nya aku yang antar dan kalau ada apa-apa cepat hubungi aku"


"aku tidak meminta ijin tapi memberi tahu" Gadis bangkit dengan angkuh namun tiba-tiba ia berpegangan pada sandaran kursi tiba-tiba saja kepalanya berdenyut.


" lihat kepala kamu pusing lagi kan,dasar keras kepala" ayah gadis berdiri dan berlalu kehalaman samping,Riki menghampiri gadis bermaksud memapahnya tapi di tepis oleh gadis,Riki hanya menarik nafas dan berjalan mengikuti gadis takut tiba-tiba gadis terjatuh. Mamah dan Bima hanya bisa memandang kepergian mereka.


"mamah kasihan lihat Riki kak"


"iya,tapi mamah jangan hawatir nanti sakit"

__ADS_1


"mamah harap adikmu melihat ketulusan dan kasih sayang Riki"


"aku yakin pasti gadis akan berubah"


"ya semoga, kakak tahu kan gimana sifat adikmu itu" Bima mengangguk memang gadis dari dulu keras kepala.


Sementara di kamar gadis sedang menyiapkan buku Riki masuk dan duduk di pinggir kasur memperhatikan gerak-gerik gadis.


"nanti kalau ngerasa ga enak telpon aku nanti aku jemput" gadis tidak menjawab perkataan Riki.


"jangan pake celana jeans ketat kasian anak kita" gadis menatap sinis pada Riki dan bergumam tapi masih bisa didengar Riki.


"bawel" sambil berlalu keluar kamar Riki cepat-cepat mengikuti gadis nampak gadi sudah di garasi sedang mencoba mengeluarkan motor nya Riki sudah tak bisa menahan emosi melihat kelakuan gadis akhirnya Riki membentak gadis.


"naik ke mobil sekarang" dengan nada yang masih keras pelan-pelan gadis berjalan menuju mobil Riki.


"dengar aku ini suamimu aku bertanggung jawab atas dirimu sekarang kamu dengar" Gadis diam menundukan kepalanya dan masuk ke dalam mobil lalu rikipun masuk ke dalam mobil dan mobilpun melaju cepat. tanpa mereka sadari ayah dan mamahnya gadis melihat perdebatan tadi dari balik jendela.


Mobil Riki berhenti di depan kampus nampak Aisyah sudah menunggu gadis sebelum gadis turun Riki mengingat kan LG kepada gadis.


"ingat kalau ada apa-apa telpon aku, dan aku minta maaf tadi membentak mu kamu harus tau aku peduli dengan kesehatan kamu dan aku sayang sama kamu dan anak kita" Gadis tidak menjawab dia cepat-cepat turun dari mobil Riki keluar menghampiri Aisyah.

__ADS_1


"saya titip gadis kalau ada apa-apa hubungi saya" Aisyah mengangguk merekapun masuk ke dalam kampus, Riki bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor nya.


Gadis dan Aisyah sedang menikmati makan siang di kanti sekolah Gadis melahap siomay nya dengan lapap tadi tiba-tiba saja dia ingin makan siomay yang pedas sedangkan Aisyah memesan bakso mercon di sela-sela makan nya merekapun berbincang2.


"dis aku lihat mas Riki sayang banget sama kamu"


"sayang apanya tadi pagi aja aku di bentak"


"what,pasti kamu bikin dia marah"


"yey kurang kerjaan aku bikin dia marah"


"pasti ada sebabnya ga mungkin dia marah ga jelaskan" Gadis menaruh sendok ya di atas piring siomay nya sudah habis.


"aku kan pake celana jeans trus tadi berangkat mau naik motor,kan biasanya juga aku kaya gitu ,kan aneh dia bentak-bentak aku"


"ya ampun dia terang aja dia marah Lo kan lagi..."


"suuuuut jangan di bahas nanti ada yang denger"


"terus kamu akan sampe kapan kuliah lama-lama akan kelihatan" Gadis termenung.

__ADS_1


"aku belum tau,aku ingin nya terus kuliah tapi kayanya gak akan di ijinin deh" Gadis menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan dengan kasar.


__ADS_2