Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
33.Nasihat nenek


__ADS_3

Selesai memasak capcay Gadis meminta bibi menggoreng ayamnya karena Gadis mau mandi,Gadis naik kelantai atas masuk ke kamar Riki nampak Riki sedang membereskan kasur Gadis masuk ke kamar mandi memulai ritual mandinya. setelah 15menit Gadis menyelesaikan mandinya tapi di lupa di kamar mandi tidak ada handuk Gadis membuka sedikit pintunya nampak Riki sedang duduk di meja kerjanya.


"mas bisa ambilkan handuk " Riki menatap gadis lalu berjalan membuka lemari bajunya mengambil handuk dan memberikannya,Gadis kembali menutupnya dan melilit kan handuk di tubuhnya Riki yang melihat Gadis segera memalingkan wajahnya bagaimana pun dia laki-laki normal.Gadis berjalan cuek menuju lemari dalam hatinya gadis pun takut Riki berbuat macam-macam Gadis mengambil dress selutut berwarna peach lalu masuk ke kamar mandi memakai baju ya setelah selesai gadis nyisir dan makeup di kamar mandi karena di kamar Riki tidak ada meja rias,gadis memakai pelembab pedak dan lip tint warna pink yang di pakai samar saja membuat wajahnya nampak segar rambutnya di gerai setelah siap gadis keluar kamar mandi lalu menjemur handuknya di balkon.


"ayo kita sarapan,kamu pasti sudah lapar"


Riki dan gadispun berjalan beriringan turun kebawah nampak nenek dan mamah sudah mulai sarapan.


"Maafkan kami makan duluan,nenek sudah tergoda mencium aromanya"


"Iya mah ga apa-apa,maaf aku kelamaan ya mandinya"


"nggak sayang iya kan nek"


"iya,ayo sini duduk"


Gadis mengambilkan nasi dan lauk untuk Riki setelah itu Gadis baru mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri nenek dan mamah Riki memperhatikan gerak-gerik gadis dan tersenyum bahagia melihat RT Riki yang harmonis.


Riki mulai menyuapkan nasi dan lauk kedalam mulutnya rasa masakan buatan istrinya memang lezat semua takaran bumbunya pas sekali suap demi suap Riki menghabiskan makanya bahkan minta tambah lauk dan nasi membuat mamah tersenyum.


"waah seperti nya suamimu menyukai masakan mu sayang"


"aku baru mulai masak lagi mah setelah kemarin-kemarin sakit"


"Loh kamu sakit apa kok nenek ngga tau" Riki dan mamahnya saling pandang hingga gadis merasa tidak enak.

__ADS_1


"Eemm maaf nek kami ga mau bikin nenek hawatir,kemarin awal-awal kehamilan aku aga ngdrop"


"Oooh iya memang ada beberapa yang drop ada yang biasa saja di awal kehamilan"


Riki dan mamah akhirnya dapat bernafas lega mendengar Jawaban gadis.


"Mah Riki dan gadis ijin keluar ya"


"kalian mau kemana"


"Ini Rikiau ngantar gadis beli beberapa baju yang longgar"


"ooh iya sudah tapi ingat jangan sampai gadis kelelahan ya"


"Apa nenek boleh ikut,nenek ingin jalan-jalan ke mall"


"tentu saja boleh nek, Gadis senang kalau nenek ikut"


Setelah selesai makan Gadis, Riki dan nenek pergi ke mall sedangkan mamahnya Riki tadi ada telpon dari suster kalau ada pasien yang akan melahirkan,Di dalam mobil nampak hening nenek mulai curiga kalau pernikahan cucu nya sedang ada masalah tapi nenek memilih diam saja hingga mobil memasuki parkiran mall setelah memarkirkan mobilnya Riki keluar mobil lalu mbuka pintu belakang menggandeng tangan neneknya merekapun berjalan masuk ke mall tujuan pertamanya adalah ke store pakaian wanita Gadis mulai memilih- baju sedangkan Riki duduk dengan neneknya sambil memperhatikan Gadis hingga nenek berkata.


"kamu mencintai istri mu"


"sangat nek" Riki refleks menjawab wajah nya merah karena malu,sedangkan nenek tersenyum sambil menepuk bahu cucunya.


"perjuanlah dapatkan cintanya nenek tidak tau alasan kalian menikah tapi nenek menyukai Gadis"

__ADS_1


"mas udah ah" Riki berdiri melihat ke arah istrinya nampak ada 2celana kain dan kemeja besar ada 2dres.


"Ada yang mau kamu beli lagi"


"Aku butuh Daleman baru"


"yaudah beli aja"


"Disini gak ada"


"oh yaudah kamu duduk sama nenek biar aku yang bayar"


Gadis mengangguk dan duduk di sebelah nenek kaki nya pegal terlalu lama berdiri.


"pegal ya"


"iya nek apa yang hamil merasakan ini"


"Tentu saja sayang,nenek lihat kamu tidak bahagia dengan kehamilanmu atau dengan pernikahan kalian" Gadis diam tidak bisa menjawab tantangan nya terasa dingin wajahnya berubah gugup.


"Tidak apa kalau kamu tidak mau menjawab, nenek hanya ingin kalian berbahagia"


"Apapun alasan kalian bersama itu adalah kehendak Allah kita manusia hanya bisa menjalani"


"Jalani dengan ikhlas".

__ADS_1


__ADS_2