
Kuliah terakhir berakhir jam 4sore gadis membereskan buku-bukunya ke dalam tas punggungnya hp nya terus bergetar di atas meja tapi diabaikan oleh gadis Aisyah melirik hp gadis nampak disana panggilan dari si rese dahi Aisyah berkerut dan tak tahan rasanya untuk bertanya.
"dis itu hp kamu bergetar dari tadi panggilan dari si rese,siapa rese?"gadis menjawab sambil memasukkan hp nya di saku jaketnya.
"Riki"
"ya ampun ke suami ko gitu sih,tulis dengan nama yang baik' mereka berjalan menyusuri lorong kampus hingga sampai di parkiran nampak Riki sudah menunggu di depan mobilnya Riki tersenyum di balas senyuman oleh Aisyah.
"kamu bikin aku hawatir aja kena telpon ku gak di angkat dan chat ku ga di balas" gadis masuk ke dalam mobil dan menjawab
"malas" Riki mengusap wajahnya dan menarik nafas nya lalu masuk ke dalam mobil wajah nya lurus ke depan hatinya begitu kesal atas jawaban gadis. mobil melaju pelan karena jalanan macet gadis memilih lihat ke samping kaca jendela Riki yang biasanya ngoceh sekarang hanya diam.
__ADS_1
perjalanan ke rumah yang harusnya 30menit harus di tempuh dengan 45menit karna jalanan yang macet ,setelah Riki memasukan mobil ke garasi gadispun keluar dan berjalan masuk ke dalam rumah di susul oleh Riki berjalan di belakang gadis. Nampak mamah dan ayah sedang duduk di ruang keluarga.
"kalian sudah pulang" Riki mengangguk sedangkan gadis langsung berbaring dengan berbantalkan paha mamah nya sedangkan Riki pamit ke kamar.
"pusing ga tadi"
"sedikit mah,tapi kenapa aku ngerasa lemas dan mengantuk terus ya"
"ah itu wajar nanti juga nggak, tubuhmu masih menyesuaikan kan sekarang ada yang tumbuh disini" sang mamah memegang perut gadis,gadis membuang wajah nya kesamping.
"aku butuh waktu mah ini semua di luar kendaliku,aku masih ingin kuliah jalan dengan teman-teman ku" sambil terisak gadis berkata mamanya terus membelai rambutnya sedangkan Riki yang tadinya akan menghampiri mengurungkan niatnya dia terus mendengarkan percakapan ibu dan anak itu dadanya terasa sesak rasa bersalahnya semakin besar andaikan saja kejadian itu tidak terjadi gadis pasti tidak menderita, akhirnya Riki melangkah ke dapur mengambil air minum nampah ayah gadis sedang duduk di ruang makan ayah gadis yang gatega lihat gadis memilih pindah ke ruang makan Riki duduk dengan ayah gadis.
__ADS_1
"aku sungguh minta maaf yah atas semua perbuatanku" Riki menundukan kepalanya tangan nya mencengkeram kuat gelas di atas meja.
"sudahlah jangan terus menyalahkan diri, ini sudah taqdir tuhan,sekarang yang harus kamu lakukan sayangilah istri dan anakmu rubahlah semua kelakuan burukmu"
"insyaallah yah aku sudah meninggalkan kebiasaan buruk itu semenjak perbuatan bejadku"
"baguslah,dan ayah minta bersabarlah dengan apa yang gadis lakukan. sifatnya memang keras tapi dia anak yang baik dan penurut walaupun memang sedikit manja"
"aku mengerti yah"
"dan ayah harap kamu bisa mendukung cita-citanya"
__ADS_1
"insyaallah aku akan dukung selama dia bisa membagi waktu".
Sementara gadis pamit untuk ke kamarnya badan nya gerah ingin segera mandi air dingin gadis berjalan menuju kamarnya masuk ke kamar mandi lalu menyalakan shower nya, di kamar mandinya sekarang tak hanya barang pribadi nya saja tapi ada beberapa barang laki-laki bau maskulin dan feminim bercampur.