
Vop Gadis
Aku terbangun di pagi hari seluruh badan ku sakit kepala ku berat,ternyata aku demam ku paksakan membersihkan diri setelah berganti baju aku duduk di meja rias memandangi wajahku yang kuyu,mataku bengkak mukaku pucat. beberapa x teman ku Aisyah menelpon ku dan akhirnya mengirimkan chat yang isinya menanyakan kabarku yang sudah beberapa hari tidak masuk kuliah.
Tiba-tiba ku dengar keributan di lantai bawah dan ada teriakan mamah,aku bergegas turun ke bawah kulihat kakaku nampak terduduk di lantai air mata nya mengalir tangannya mengeluarkan darah. Ku dekati Kakak dan berjongkok di depan nya tiba-tiba kakaku memeluk tubuhku kami sama-sama menangis, lalu Kaka membelai kepalaku.
"maafkan Kakak, kakak tak bisa menjagamu"
"ngga kak ini takdir tuhan"
"siapa si brengsek itu mah,akan ku hajar dia" ayah menuntun kami duduk di ruang keluarga mamah membalut luka kakaku ayah mulai berbicara
"kemarin keluarga Riki datang ke rumah Riki mau bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi".
"bagus lalu kapan mereka akan menikah"
"masalahnya adikmu menolak"
"kenapa kamu tolak"
"aku membencinya kak,semua sudah hancur"
"tapi bagaimana nanti masa depan mu gadis,bagaimana kalau kamu hamil" gadis menunduk dan terus menangis.
"Aku butuh waktu kak"
"sampai kapan, sampai perut kamu membesar"
"kak aku ga hamil"
"bagaimana kamu bisa menjamin kalau kamu gak akan hamil" gadis terdiam isakan nya masih terdengar.
"yah aku ingin bertemu dengan bajingan itu besok"Bima berdiri naik kelantai 2 menuju kamar nya,mamah memeluk gadis sambil mengusap punggung putrinya.
"halo Riki bisa datang kerumah besok, kakak nya gadis ingin bertemu"
"oke om tutup telpon nya ya"
__ADS_1
"Gadis kamu demam ayo mamah Atar ke kamar minum obat dan istirahat" gadis mengangguk kepalanya semakin terasa berat mereka jalan perlahan sampai di kamar mamah gadis memberikan obat .
"istrhat ya nak"
" iya, terimakasih mah"
Mamah gadis keluar kamar turun ke bawah, nampak Bima dan ayah sedang berbincang.
"gadis tidur mah"
"iya yah'
"mah ayah sudah bicara dengan Bima,kita terima saja tawaran keluarga Riki"
"tapi yah gadis kan menolak"
"cobalah mamah bujuk"
"eem baiklah pah akan mamah coba"
Sementara itu di kediaman Riki setelah menerima telepon dari ayah gadis Riki duduk di teras rumahnya sambil merokok,semenjak kejadian kelam itu Riki sudah tak pernah mabuk lagi. Riki juga sudah mulai masuk kantor nya lagi tiba-tiba mama Riki duduk di samping Riki.
"iya mah"
"mamah hawatir gadis tidak menerima pernikah ini,apa kamu siap bila nanti gadis berprilaku buruk kepada kamu"
"aku akan menerimanya mah sebagai hukuman untuk kesalahan yang aku perbuat "
"mamah melihat betapa bencinya dia sama kamu"
"aku tahu mah,aku akan berusaha supaya dia bisa menerima ku dan bisa mencintai ku juga"
"mamah doakan semoga semua baik-baik saja"
Pagi hari yang cerah diiringi nyanyian burung yang ceria,tapi tida dengan penghuni kamar ini nampak gadis duduk termenung didepan cermin sesekali terdengar tarikan nafas yang panjang dan berat. Gadis selalu merasa marah dan jijik setiap mengingat kejadian terkutuk itu tak terasa air mata nya jatuh hingga tiba-tiba sang mama masuk ke kamar.
"jangan bersedih iklaskan saja semua taqdir dari Tuhan"
__ADS_1
"aku tahu mah,tapi aku belum ikhlas"
"sudahlah ayo kita sarapan"
"aku di kamar aja sarapan nya"
"oke nanti mamah bawakan"
ketika mamah gadis membuka pintu terdengar teriakan Bima dari bawah.
"brengsek kamu bajingan buk.. buk..buk" suara pukulan,mamah bergegas turun di ikuti oleh gadis nampak ayah sedang memegang Bima. sedangkan Riki tergeletak di lantai pipinya biru sudut bibirnya berdarah,Riki bangun sambil memegang perut nya .
"aku minta maaf Bima aku memang salah, malam itu aku mabuk berat"
"kamu adalah temanku,kamu tau kan aku sangat menyayangi adiku"
"sama seperti kamu yang sampai detik ini menyayangi adikmu,sampai kamu berduka atas kepergian nya"
"aku minta maaf bim,demi tuhan aku akan menikahi adikmu"
"tapi aku ga mau"semua memandang ke arah suara nampak gadis berdiri di belakang mamah nya.
"ga bisa kamu harus menikah sama Riki,Minggu depan kamu harus nikah" gadis berlari naik kelantai atas ke kamar nya dan bruuug suara pintu di banting keras. ayah, mamah,Bima,dan Riki duduk bersama.
"jadi kaka kenal sama Riki"
"iya mah Riki temen SMA ku"
"sekali lagi maafkan aku Bima"
"sudahlah semua sudah terjadi aku juga minta maaf tadi emosi dan menghajar mu"
"Riki aku hanya titip adeku,dia sangat keras kepala tapi dia anak yang baik.
"tentu akan aku jaga baik-baik"
"jadi sudah jelas ya nak seminggu lagi kita akan melangsungkan pernikahan,sampaikan kepada orang tua mu"
__ADS_1
"baiklah om kalo begitu saya pamit" Riki pun pulang ke rumah nya.