Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
73.


__ADS_3

** Assalamu'alaikum, Selamat Hari Raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🙏.


Maafkan aku baru bisa update di karenakan ada kesibukan yang menyita seluruh waktuku🤭 ini.**


-Happy reading-


Setelah memastikan Aisyah nyaman Gadis keluar dari kamar tamu ketika akan naik keatas Gadis di kagetkan dengan suara laki-laki.


"Temen kamu sudah punya pacar"


"Astaghfirullah Kak Bima bikin kaget aja"


"Gitu aja kaget"


"Ya kaget lah, Kakak ngapain sih duduk di situ gelap-gelapan"


"Kakak nungguin kamu lah"


"Udah ah Aku mau tidur,Awas kakak jangan macam-macam sama Temen Aku"


Gadis berjalan menuju lantai atas menuju kamarnya sebelum ke kamarnya Gadis ke kamar kakaknya dulu melihat jagoannya dulu.


Setelah bersih-bersih Gadispun merebahkan tubuhnya yang lelah,Gadis sampai lupa untuk menelpon suaminya.


Sementara Riki tidak bisa tidur karena berjauhan dengan istrinya walaupun sifat Gadis cuek tapi entah mengapa Riki sangat mencintai istrinya itu hingga lewat tengah malam akhirnya Riki bisa tertidur.


Setelah shalat subuh Gadis turun ke lantai bawah nampak Bibi sedang di dapur tak lama kemudian Aisyah dan Mamah hampir bersamaan datang ke Dapur juga.


"Loh Gadis sudah di dapur"


"Hehehe kebiasaan di rumah mah apalagi kalau Gadis kuliah lebih awal lagi bangunnya"


"Wah kamu sudah jadi istri teladan"


"Ah kamu bisa aja Aisyah", Jawab Gadis dengan wajah bersemu merah,Mereka membuat sarapan bersama-sama.


Bima menuruni tangga bersama keponakan nya mereka berjalan menuju meja makan pandangan Bima tak lepas dari sosok Aisyah entah kenapa di awal pertemuannya Bima merasa tertarik kepada Aisyah hingga suara dari keponakan nya mengembalikan kesadaran Bima.

__ADS_1


"Om Tolong ambilkan sendok"


Bima segera mengambilkan sendok untuk Raditya, semua orang sudah berkumpul di meja makan lalu sarapan pagi pun di mulai, Pagi ini adalah pagi yang sangat sepesial untuk Bima karena bisa sarapan pagi bersama apa lagi ada Wanita yang ia suka,Gerak-gerik Bima tak luput dari pandangan Ayah.


Setelah selesai sarapan Bima pamit ke kantor di susul Aisyah yang juga pamit untuk ke asrama dan Bima tidak melepaskan kesempatan untuk mengantar Aisyah.


"Biar Aku antar"


"Ah.. eemm gak usah kak"


"Gak apa-apa kita searah kok"


"Ah jadi meropotkan kakak"


"Nggak,Ayo keburu siang"


Aisyah dan Bima masuk ke dalam mobil, mobil Bimapun melaju.


Sementara di meja makan Ayah yang belum selesai sarapan melanjutkan sarapannya.


"Ayah lihat seperti nya kakak mu menyukai Aisyah"


"Iya Dis mamah juga lihat, Kakak mu tidak seperhatian itu sama cewek"


"Apa temanmu itu sudah punya kekasih"


"Entahlah yah,yang aku tahu Aisyah tidak mau berpacaran dia hanya mau ta'aruf saja."


"Ya sudah kamu tolong bantu Kakakmu, Usia nya sudah cukup matang untuk menikah"


"Em baiklah Yah, Oh ya Aku pamit pulang hari ini"


"Loh kenapa suamimu kan belum plng"


"Aku harus belajar untuk ujian mah"


"Oh baiklah"

__ADS_1


"Lagi pula hari ini Mamah dan Nenek Riki pulang"


"Oh baiklah sampaikan salam kami untuk mereka"


Setelah sarapan Ayah pamit ke toko,sedangkan Gadis dan mamah membereskan bekas makan mereka dan mencucinya.


"Bunaaaaaa", Raditya berlari menghampiri sang Bunda.


"Ayah telpon"


"Sebentar sayang Buna lap tangan dulu"


"Halo"


"Kamu kemana aja sih dari kemaren menghilang"


"Maaf semalam aku ketiduran, mas sudah sarapan"


"Ini lagi sarapan,Nanti mlm Aku pulang".


"Loh katanya 3hari"


"Aku merindukan istriku"


"Haiis Gombal" Riki terkekeh geli mendengar perkataan istrinya.


"Hari ini Aku pulang ke rumah"


"Waah apa istriku ini mempersiapkan kepulanganku"


"Iiih Gr,Hari ini Mamah dan Nenek pulang"


"Oh Aku kira akan ada penyambutan spesial"


"Udah dulu ya mas Aku mau beres-beres Dulu"


"Baiklah Aku merindukan mu istriku"

__ADS_1


Gadis tertegun pipinya merona mendengar perkataan suaminya.


__ADS_2