
Pagi hari di sibukan Gadis menyiapkan keperluan kuliah nya,ya hari ini Gadis mulai kembali kuliah dengan penuh drama dari Riki hingga akhirnya Gadis ada di kantin kampus menikmati sarapannya ,tadi di rumah Gadis mogok sarapan karena drama Riki sedang asyik-asyiknya menikmati sarapan tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya.
"Pagi bumil"
"apaan sih kamu Syah bikin kaget aja"
"hehe maaf"
Aisyah duduk di depan Gadis melihat Gadis menyantap nasi goreng pedas membuat Aisyah bergidik.
"kamu pagi-pagi makan pedes awas sakit perut loh"
"iiih kamu ko doain aku sakit perut"
"Bukan gitu aku cuma ngingetin aja"
"kamu yakin mau lanjut kuliah"
"Iya se mampuh nya aku aja"
Setelah Gadis sarapan mereka pun meninggalkan kantin menuju kelas.
__ADS_1
___________Skip_____________
Tak terasa kehamilan Gadis memasuki bulan ke 6 perutnya sudah mulai membesar Riki membatasi ruang gerak Gadis sehingga dia harus mengambil cuti sampai melahirkan hari-hari Gadis di lalui dengan menjual kueh online yang masih bisa dia kerjakan dari rumah tentu saja Gadis membatasi jumlah pesanan, seperti hari ini Gadis sedang sibuk membuat pesanan kue brownies dengan di bantu Art mertuanya tentu Gadis memberikan sejumlah upah untuk pengiriman di bantu oleh suaminya si bibi.
"udah neng istirahat dulu,sini duduk biar bibi yang nerusin nuang ke loyang nanti kakinya bengkak kelamaan berdiri"
"yaudah Bi aku duduk dulu"
Gadis duduk di kursi sambil mengusap peluh di dahinya,sebentar lagi Riki pasti pulang untuk makan siang di rumah semenjak Gadis cuti kuliah setiap jam makan siang Riki pasti pulang tanpa di minta Riki selalu membawa makana kesukaan Gadis,kadang Gadis merasa heran Walaupun Gadis cuek tidak peduli kepada suaminya kadang sering kali kata-kata Gadis cukup kasar dan menyakitkan tapi Riki tak pernah sedikitpun marah kepadanya.
Sesekali Gadis menarik nafas nya sering kali mamah menasehati nya supaya hormat dan berprilaku baik kepada suami tapi entah kenapa kata-kata kasar selalu saja keluar, bahkan sahabatnya Aisyah selalu mengatakan kalau Riki nampak sangat mencintai nya. Heem Cinta apa benar Riki mencintainya, lamunannya pecah karena teguran bibi.
"Ya udah bibi istirahat dulu nunggu brownies nya dingin baru aku hias"
"yaudah neng bibi ke belakang dulu ngangkat jemuran,nanti panggil saja bibi kalau neng sudah selesai"
"iya bi,aku mau nyiapin makan siang dulu,sebentar lagi mas Riki pulang"
Bibi meninggalkan Gading, Gadis mulai meracik makanan untuk makan siang hari ini Gadis akan bikin ayam penyet dan tumis kangkung saja.
Riki turun dari mobil berjalan masuk ke rumah tangannya menjinjing keresek berisikan bakso kesukaan sang istri pertama yang tercium ketika masuk ke rumah adalah wangi kueh Riki berjalan menuju ruang makan nampak kueh yang berjejer pandangan nya beralih ke dapur nampak sang istri sedang memasak Riki tersenyum lalu menyimpan keresek di atas meja lalu Riki menghampiri sang istri yang asik memasak tangannya langsung memeluk Gadis tangannya mengelus perut Gadis,Gadis yang tau itu suaminya Hanya diam membiarkan Riki memeluknya sesekali mengecup lehernya Gadispun melepaskan pelukan Riki karena masaknya sudah selesai,Riki berjalan menuju meja makan dan duduk sementara Gadis menghidangkan hasil masakan nya ke atas meja .
__ADS_1
"Sayang aku bawain bakso kesukaanmu"
Gadis menuangkan nasi dan lauk ke dalam piring Riki"
"Terimakasih baksonya,maaf aku cuma masak ini"
"Nggak apa-apa apapun yang kamu masak aku suka"
"kelihatannya banyak pesanannya,ingat jangan terlalu lelah"
"heem"
Sementara Riki makan Gadis memakan bakso kesukaan nya.
"Kapan nenek pulang"
"kata nenek setelah urusan di kampung selesai nenek akan cepat pulang"
"ooh"
Sudah seminggu nenek pulang kampung karena ada masalah di salah satu perkebunan nya,setelah makan siang Riki kembali kekantor sementara Gadis menambahkan toping diatas kue brownies nya dan mengemasnya Hasil dari penjualan kueh Gadis tabung.
__ADS_1