
Remon tersenyum setelah dia berhasil mengambil mangga muda di rumah Bu Elok.
"Ma, aku udah dapat mangganya," ucap Remon menatap ke bawah di mana Bu Rima dan Bu Elok berdiri.
Bu Rima tersenyum.
"Ya udah. Sekarang kamu turun!" ucap Bu Rima.
"Iya Ma."
Remon kemudian turun ke bawah dengan membawa sekantong plastik penuh mangga muda.
Bu Elok pemilik pohon itu tersenyum.
"Memang kalau lelaki itu harus penuh perjuangan saat istrinya hamil. Karena biasanya orang hamil muda itu ngidamnya aneh-aneh. Untung cuma mangga muda yang di cari gampang. Gimana kalau Fatia ngidam sesuatu yang nggak bisa di cari di kota ini."
"Iya Bu Elok. Maaf ya, udah mengganggu waktunya malam-malam begini. Dan terima kasih banyak untuk mangga mudanya," ucap Bu Rima.
"Iya Bu. Sama-sama. Mudah-mudahan Fatianya belum tidur ya. Kalau udah tidur ya, buat dimakan besok nggak apa-apa. Mangga mah, tahan sampai berhari-hari. Kalau kurang, nggak apa-apa kembali lagi ke sini. Asal Remon mau panjat pohon sendiri. Soalnya, suamiku nggak bisa panjat pohon."
Remon tersenyum.
"Ya udah Bu. Aku pulang dulu ya. Aku mau buru-buru memberikan ini ke istri aku," ucap Remon.
Setelah itu Remon pun pergi meninggalkan ibunya di rumah Bu Elok. Dia buru-buru berjalan menuju ke rumahnya dan masuk ke dalam rumah.
Remon kemudian buru-buru ke kamarnya. Dia terkejut saat melihat di kamarnya Fatia dan Vino sudah nyenyak.
Remon menatap jam dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00.
"Pantas aja anak dan istri aku sudah pada tidur. Udah jam sebelas ternyata."
Remon meletakan plastik mangga itu di atas meja. Setelah itu dia mendekati istrinya.
Remon menatap Fatia lekat setelah dia duduk di dekat Fatia yang sudah terlelap.
"Sayang, maafin aku ya. Aku telat pulangnya. Tapi aku udah bawain kamu mangga muda pesanan kamu. Tapi pasti sekarang kamu udah nggak kepengin lagi deh," ucap Remon yang sedikit kecewa karena saat sampai di kamarnya, istrinya sudah tidur.
Remon mengecup kening istrinya. Setelah itu dia bangkit berdiri. Remon terkejut saat tiba-tiba saja Fatia mencekal tangannya.
"Mas, kamu mau kemana? temani aku Mas," ucap Fatia.
Remon menatap ke arah Fatia.
"Kamu belum tidur? jadi kamu tadi pura-pura tidur?" tanya Remon.
Fatia tersenyum dan beringsut duduk.
"Gimana aku bisa tidur mas, kalau kamu aja belum ada di sisi aku."
Remon tersenyum. Setelah itu dia duduk kembali di sisi istrinya.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan temani kamu di sini. Tapi aku harus ke kamar mandi sayang. Aku harus mandi. Tubuh aku gatal. Gara-gara malam-malam harus panjat pohon mangganya Bu Elok."
"Apa! Bu Elok. Kamu ngambil mangganya Bu Elok."
"Kamu tenang saja. Aku udah izin kok sama orangnya. Tuh, aku bawa satu kantong penuh." Remon menunjuk ke plastik yang ada di atas meja.
Fatia tersenyum.
"Ya udah lah. Aku makan besok aja. Soalnya aku udah ngantuk banget Mas."
"Iya. Itu sih terserah kamu."
Remon bangkit dari duduknya. Dia kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
****
Malam ini, Carisa masih berada di kamar anaknya. Sejak tadi dia masih menunggu suaminya pulang. Sudah larut malam, Andre belum juga pulang. Carisa tidak tahu Andre ada di mana sekarang. Karena sejak tadi, ponsel Andre juga tidak aktif.
Tata tiba-tiba saja mengerjapkan matanya.
"Mama, kenapa mama belum tidur?" tanya Tata sembari beringsut duduk.
Carisa tersenyum.
"Sayang, kenapa kamu bangun?" tanya Carisa.
"Aku pengin minum Ma. Aku haus."
"Iya Ma."
Carisa kemudian keluar untuk mengambilkan minum untuk Tata. Setelah itu dia masuk kembali ke dalam kamar Tata dengan membawa segelas air putih untuk Tata.
"Ini sayang, minumnya."
Tata tersenyum.
"Makasih Mama."
"Iya sayang.
****
Di rumah Ersa, Andre sudah tampak terlelap di atas sofa ruang tamu. Sepulang kantor, Andre tidak lambung pulang ke rumahnya. Namun dia mampir dulu ke rumah Ersa. Dan sekarang dia malah terlelap di sofa ruang tamu rumah Ersa.
Ersa sejak tadi masih menemani Andre di ruang tamu. Dia belum mau beranjak pergi meninggalkan Andre. Padahal Ersa sudah sangat mengantuk. Beberapa saat kemudian, ibu Ersa mendekat ke arah Ersa.
"Ersa. Bos kamu masih di sini ternyata. Kenapa kamu nggak bangunin dia," ucap Bu Meta.
"Biarkan saja lah Ma. Kayaknya Pak Andre capek. Makanya dia ketiduran."
"Ersa. Pasti sekarang istri bos kamu lagi nungguin dia pulang Kamu bangunin Pak Andre, terus kamu suruh dia pulang. Kasihan istrinya di rumah."
__ADS_1
"Iya Ma."
Ersa sebenarnya kasihan kalau harus membangunkan Andre. Tapi dia juga harus menuruti mamanya.
"Pak Andre, Pak Andre, bangun Pak."
Andre yang dibangunin hanya diam. Sepertinya malam ini tidur Andre sangat nyenyak. Sehingga dia susah untuk di bangunin. Ersa sejak tadi masih mencoba untuk membangunkan Andre. Tapi Andre belum juga mau bangun.
"Ma, dia nggak mau dibangunin. Biarin ajalah dia Ma," ucap Ersa.
"Ya udah. Kamu tinggalin aja dia di sini. Kamu tidur di kamar."
"Iya Ma."
Ersa kemudian berjalan untuk ke kamarnya. Setelah itu dia masuk ke dalam kamarnya dan bersiap-siap untuk tidur.
Ersa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Tiba-tiba saja dia teringat dengan Andre.
"Duh, aku lupa. Pak Andre kan belum aku kasih bantal dan selimut," ucap Ersa.
Ersa kemudian berjalan keluar untuk membawakan bantal dan selimut untuk Andre. Dia tersenyum saat melihat wajah lelaki tampan itu.
'Andai saja Pak Andre tidak punya istri. Mungkin, aku sudah jatuh cinta padanya sejak dulu. Dia lelaki yang baik dan sangat perhatian sebenarnya.' batin Ersa.
Ersa kemudian mendekat dan duduk di sisi Andre. Dia menyelimuti tubuh Andre dengan selimutnya.
"Selamat tidur ya Pak," ucap Ersa.
Saat Ersa angkat bangkit berdiri, Andre memegang tangan Ersa.
"Ersa, jangan pergi," ucap Andre.
Ersa terkejut saat melihat Andre terbangun.
"Temani aku di sini sebentar," ucap Andre.
Ersa tampak bingung,
Andre kemudian beringsut duduk.
"Duduklah dulu Er!" pinta Andre.
"I-iya Pak."
Ersa kemudian duduk di sisi Andre.
"Er, izinkan aku untuk malam ini tidur di sini. Aku lelah banget Er, aku juga lagi malas banget untuk pulang ke rumah."
"Iya Pak. Aku udah izinkan bapak untuk tidur di sini. Tadi aku takutnya bapak kedinginan jadi aku bawakan bapak selimut," ucap Ersa dengan sedikit gugup.
Andre tersenyum dan menatap Ersa lekat. Tiba-tiba Andre mengusap pipi Ersa yang membuat Ersa semakin gugup.
__ADS_1
"Kamu cantik Er," ucap Andre.