
Setelah ujian sertifikasi nya selesai dan di wisuda Gadis harus menjalankan masa internship nya selama 1tahun Gadis memilih di salah satu RS swasta yang cukup besar sudah hampir berjalan 2bulan Gadis bertugas di RS tersebut Gadis berusaha tetap meluangkan waktunya untuk keluarga syukurnya Radit sangat mengerti dan tidak rewel sementara Riki selalu mendukung Gadis dengan selalu mengambil alih mengurus Raditya.
Seperti pagi ini Gadis melewatkan sarapan nya lagi karena terlambat Gadis pamit kepada suami dan anaknya lalu bergegas mengendarai motor nya setelah sampai di parkiran Gadis segera berlari menuju ruangannya nampak sudah ada beberapa pasien yang menunggu.
Gadis masuk keruangan nya dan memulai memeriksa satu persatu pasiennya hingga melupakan kalau perutnya belum sedikitpun terisi makanan akhir-akhir ini Gadis kurang memperhatikan dirinya wajahnya yang sedikit pucat dan nampak kelelahan Riki selalu mengingatkan Agar menjaga kesehatan dan jangan terlalu lelah tapi Gadis selalu mengabaikan nya hingga akhirnya hari ini sepertinya tubuhnya sudah minta untuk istirahat hingga akhirnya Gadis pun tumbang niat hati ingin ke kantin untuk makan tapi Gadis berakhir di sebuah kamar rawat.
Riki menggenggam tangan Gadis wajahnya nampak hawatir melihat istrinya belum juga sadar tadi Dr yang memeriksa Gadis mengatakan kalau Gadis kelelahan dan kurang nutrisi dan dehidrasi apa lagi kabar yang paling membuat Riki hawatir adalah bahwa istrinya sedang mengandung tapi syukurlah Janinnya baik-baik saja,Riki menarik nafas nya dan membuangnya dengan kasar.
Gadis menggerakkan jari tangannya lalu matanya perlahan terbuka melihat penjuru ruangan yang serba putih yang Gadis sudah tau dimana dia sekarang,Gadis menarik nafas nya dan melihat Riki tersenyum dengan sendu memandang istrinya.
"Kenapa bisa begini sayang"
" Kepala ku pusing"
"sudahlah istirahat,Dr bilang kamu harus banyak istirahat"
"Heemm"
"Kamu tau Dr bilang kamu kurang nutrisi dan dehidrasi,Dan kamu tau ada yang lebih membuatku hawatir lagi"
__ADS_1
"Apa mas"
"Kamu hamil"
Gadis refleks meraba perutnya yang rata dan mulai menangis Riki yang melihat nya tentu merasa panik dan hawatir dengan reaksi istrinya .
"Kenapa apa ada yang sakit",Gadis menggelengkan kepalanya tapi masih terisak.
"Kamu tidak menginginkan nya",Gadis refleks memukul suaminya Riki berusaha menghindar pukulan Gadis,Gadis nampak kesal dengan perkataan suaminya itu Riki memeluk Gadis yang terus memukulnya.
"Ampun sayang udah dong sakit tau", perlahan suara isakannya berhenti.
"Aku tuh kesel tau, Bisa-bisanya kamu bilang begitu"
"Aku cuma merasa bersalah karena tidak menyadari kehadirannya lebih awal"
"Sudahlah aku minta maaf"
"Lalu bagaimana dengan tugas akhir ku"
__ADS_1
"sudah nanti kita pikirkan lagi,makan dulu ya"
"Aku gak mau makan-makanan dari rumah sakit"
"Ini makanan buatan Bibi"
"Siapa yang bawa"
"Tadi Aku suruh sopir mamah untuk mengantarkan makanan,Sudah sekarang kamu makan ya"
Riki mengambil piring berisi makanan di atas nakas yang tadi di bawa sopir ibunya Riki mulai menyuapi Istrinya sedangkan dirinya sendiri belum makan siang dan ini sudah sore.
"Mas sudah makan",Nampak Riki menggeleng.
"Nanti Mas sakit,Ayo makan bersama"
"Nanti saja biar Aku menyuapimu"
"Aku tidak mau makan kalau mas tidak makan"
__ADS_1
"Baiklah sayang Aku akan makan"
Riki menyuarakan makanannya ke mulut nya lalu menyiapkan lagi ke istrinya begitu seterusnya sampai makanan di dalam piring habis.