Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
19.Mencoba menerima taqdir


__ADS_3

Mereka tiba di rumah jam 10malam nampak Bima,ayah,mamah sedang berkumpul di ruang tengah Gadis pamit ke atas sedangkan Riki ke dapur mebuatkan gadis susu itu rutin yang dia lakukan setiap malam,Riki naik ke atas masuk kekamar nampak gadis sudah bersiap tidur Riki meletakan susunya di atas nakas.


"minum dulu susunya,aku ke bawah dulu mau ngobrol dengan Bima"


"heemm" jawab gadis Riki berlalu keluar kamar dan bergabung dengan keluarga Gadis.


Jam 12riki masuk ke kamarnya nampak gadis tertidur pulas Riki merangkak naik ke kasur masuk ke dalam selimut memeluk Gadis rikipun terlelap.


Pagi hari gadis terbangun dengan tangan riki melingkar di perutnya dan seperti kemarin hari inipun gadis bergegas ke kamar mandi rasa mual tak bisa di tahan, Riki terbangun karena mendengar gadis muntah lagi Riki berjalan dan masuk ke kamar mandi memijat tengkuk gadis hanya cairan yang keluar dari mulut nya badannya lemas,Riki merangkul gadis membawa nya ke kasur dan mendudukkan gadis.


"aku ambil air hangat dulu ya" gadis mengangguk lemah dan berbaring, Riki keluar kamar lalu menuju ke dapur mamah yang ada di dapurpun bertanya.


"loh pagi banget turun nya,mau kopi"


"ga mah,aku mau ngambil air hangat buat gadis"


"ooh gadis pasti mual ya" Riki mengangguk mamah gadis memberikan air hangat lalu Riki bergegas ke atas membuka pintu kamar nampak gadis sedang memejamkan matanya karna kepalanya terasa pusing.


"ini di minum dulu" Gadis duduk bersandar.


"mau ijin ga ngampus"


"heemm" sambil mengangguk gadis menjawab dengan gumaman.


"baiklah aku telpon dulu tanteku" Gadis melirik heran atas ucapan Riki.


"emm maksud aku Tante aku salah satu dosen juga di sana"


"ohh"


"mau aku temani di rumah" Gadis menggeleng dan merebahkan kembali tubuhnya dan memejamkan mata nya.

__ADS_1


"kamu kenapa,masih merasa mual"


"kepala ku pusing sekali"


"aku suruh mamaku kesini ya,biar dia periksa"


"Ga usah aku tiduran aja" Riki nampak cemas dan duduk di pinggir kasur Riki mulai mengetik chat untuk mama dan tantenya,Rikipun bergegas ke kamar mandi membersihkan diri setelah mandi dan berpakaian Riki mulai membuka tirai dan jendela terdengar ketukan pintu Riki membuka pintu kamar nampak mamah mertuanya masuk ke dalam.


"mamah nganterin sarapan buat gadis, kamu sarapan dulu gih" Riki mengangguk dan keluar kamar turun ke bawah untuk sarapan, sedangkan mamah membangunkan gadis.


"dis ayo sarapan dulu" gadis membuka matanya dan duduk bersandar di kasur .


"kamu pusing lagi"


"iya,tadi pagi juga muntah badan aku lemes"


"itu biasa,nanti kalau sudah lewat trimester pertama juga normal lagi"


"heem,aku kayanya ga kuliah"


"aku gak tau"


"kamu kan bisa melanjutkan lagi kuliah setelah melahirkan"


"nanti aku pikirkan"


"jangan dipikirkan tapi bicarakan dengan suamimu"


"emang harus bilang mah,ini kan cita-cita ku dan masa depan ku"


"sekarang kamu sudah punya suami walaupun kamu saat ini belum mencintai suamimu tapi kamu harus menghormati nya ingat nak" Gadis hanya diam.

__ADS_1


"dengar dis setelah kamu menikah tanggung jawab ayah sudah selesai dan berpindah kepada suami,dan sekarang prioritas kamu adalah keluarga kecilmu suami dan anakmu"


"ayo makan ini nasgor kesukaan mu"


"belajarlah untuk mencintai dan menerima suami dan anakmu" Gadis menyuapkan makanan nya setelah selesai mamah pun keluar kamar bersamaan RIki yang masuk kamar.


"udah sarapan nya"


"udah mah"


"yaudah mamah kebawah dulu" mamahpun berlalu dan Rikimasuk ke dalam nampak Alma duduk bersandar.


"bisa tolong ambilkan hapeku di atas meja belajar"


Riki mengangguk dan mengambil hp yang di charge dan memberikan nya kepada gadis lalu Riki duduk di samping gadis.


"kamu butuh sesuatu lagi"


"tidak terimakasih,aku mau telpon dulu Aisyah" Riki mengangguk dan tersenyum hatinya menghangat Riki senang gadis sudah aga bersahabat dengan nya terdengar gadis bicara di telpon.


"assalamualaikum Aisyah"


"aku ga masuk kuliah


"eemm aku aga kurang sehat jadi mau istirahat saja"


"baiklah datanglah ke rumah,terimakasih ga usah hawatir oke. assalamualaikum" Gadis bangkit dari kasur Riki cepat-cepat membantu.


"mau kemana,masih pusing gak"


"sudah nggak terlalu,aku mau mandi dulu"

__ADS_1


"mari ku bantu ke kamar mandi" gadis masuk kedalam kamar mandi.


"jangan di kunci pintu nya,supaya aku gampang masuk kalau ada apa-apa" Gadis mengangguk dan menutup pintu kamar mandi.


__ADS_2