
Gadis menuruni tangga wajahnya sudah nampak segar dengan memakai kaos dan celana hotpants,Gadis menghampiri sang Ayah yang sedang duduk di sofa sambil menonton televis Gadis duduk di samping sang Ayah dan bersandar di bahunya.
"Eem baru bangun jam segini"
"Iya semalam Aku kurang tidur", Sang Ayah hanya tersenyum mendengar celotehan sang putri kesayangan.
"Raditya mana Yah"
"Pergi sama Om nya"
"Kapan kuliah mu selesai"
"kalau semua berjalan lancar tahun ini selesai Yah"
"Ayah doakan semoga semua lancar"
"Amiiin"
"Langsung kerja"
"Iya langsung di rekomendasikan dari kampus untuk magang"
"Ooh"
"Mamah mertua sih minta Aku ngebantu di kliniknya buat ada Dr umumnya gitu"
"Terus"
"Ya gak bisa Aku harus magang dulu di Rumah Sakit"
"Yaudah Aku ke Mamah dulu ya"
Ayah hanya mengangguk Hadis berjalan ke dapur perutnya sangat lapar karena melewatkan makan siang Gadis membuka kulkas dan mengambil buah apel lalu Gadis mencucinya dan langsung menggigitnya.
"Mamah banyak amat masaknya"
"Ah nggak kok,Kamu lapar nak"
"Iya Aku melewatkan makan siang,Oh ya Bi Mas Kribo masih jualan bakso lewat rumah kan!"
"Masih neng sebentar lagi lewat"
__ADS_1
Gadis mengambil mangkuk dan bergegas ke teras rumah Mamah dan Ayah hanya menggelengkan kepalanya.
Gadis duduk di kursi di teras rumah nya terdengar suara has dari mangkuk yang di pukul dengan sendok teng..teng..teng Bakso.
Gadis berjalan keluar gerbang menghampiri tukang bakso yang sedang melayani pelanggan, Bakso ini langganan Gadis dari semenjak SD jadi si mas nya sudah kenal.
"Mas kribo biasa",Gadis meletakan mangkunya
Diatas gerobak.
"Eh neng Gadis semenjak nikah jarang beli bakso Mas Kribo"
"iya mas"
"Nginep di sini"
"Iya Mas"
Karena asyik mengobrol sampai tidak terasa baksonya sudah siap.
"Ini uangnya mas makasih ya"
"Halo,Apa mas"
"Sayang kamu makan apa keringetan bibir kamu juga merah"
"Makan bakso mas,Jangan terlalu pedas nanti perutnya sakit"
Ayah yang melihat menantunya perhatian kepada Anaknya tersenyum bahagia.
"Mas lagi apa,kayanya lagi di luar ya"
"Iya mas lagi makan sama asisten"
Riki mengarahkan kamera nya kepada asisten nya lalu mengamera suasana di sana.
"Raditya sudah pulang"
"Belum mas"
"Kamu sama siapa di situ"
__ADS_1
"Sama Ayah"
Gadis mengarahkan kameranya kepada Ayah nya,Ayah tersenyum kepada Riki.
"Ayah aku titip istri dan Anakku ya"
"Iya tenang saja"
"Udah ya mas Aku mau makan baksonya"
"Iya sayang", Tuut Gadis mematikan handphone nya sepihak lagi.
"Kamu ini masa ke suami begitu jangan dulu dimatikan handphone nya seperti ke teman saja"
"Iya yah"
Gadis melanjutkan memakan Bakso nya dengan lahap, Mamah menghampiri dan duduk di samping Ayah.
"Assalamualaikum, Bunaaaa"
"Waalaikumsalam,Eh jagoan bunda sudah pulang"
"Eeem bau acem, mandi ya"
"Iya nanti Aku mandi sama Om"
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam",Semua menjawab salam dari Bima"
"Ayo jagoan kita mandi"
Bima mengangkat Tubuh Radit membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Merah sekali kuah bakso ny,Awas nanti sakit perut"
"Iih Mamah seperti Mas Riki saja, Jang di doain sakit perut dong"
"Bukan di doain tapi ngasih tau"
Setelah habis Gadis membawa mangkuknya ke dapur.
__ADS_1