
Riki duduk termenung di taman klinik perkataan Gadis terus terngiang yang semakin membuat dia sedih bahkan Gadis tidak mau menggendong bayi mereka, kesadaran Riki kembali ketika seseorang menyentuh bahunya.
"kenapa duduk di sini heem"
"Ah mamah bikin kaget aja"
"kenapa melamun"
Mamah Riki pun duduk di samping anaknya lalu mengusap punggungnya.
"Ada apa"
"mahh"
Tiba-tiba Riki memeluk erat tubuh sang mamah, mamah mengusap punggung Riki.
"Ayo cerita ada apa"
"Mah maafkan Riki, Riki banyak salah sama mamah sekarang Tuhan menghukum Riki"
"Suuut kamu ko ngawur ngomongnya,ada apa sebenarnya"
"Gadis gak mau menyusui bayi kami"
__ADS_1
"Ya sudah kan bisa di pompa ASI nya kok ribet"
"Bukan hanya itu mah Gadis tidak mau menggendong bayi kami,dan yang paling aku sakit Gadis minta pisah"
"Apa.. mamah pikir hubungan kalian sudah membaik selama ini"
"Aku pikir juga begitu mah, walaupun sikapny cuek padaku tapi selama ini dia tidak pernah menolak ku. Aku pikir dia sudah menerimaku dan memaafkan kesalahan ku"
Riki menunduk pipi nya basah, ini yang ke 2x sang mamah melihat anak laki-laki nya putus asa dan menangis,yang pertama saat adik perempuan Riki meninggal yang ke dua sekarang karena istrinya minta berpisah.
"Aku sangat mencintainya mah"
"Sabar sayang teruslah berdo'a, mamah akan bantu,lebih baik kamu tempatkan baby sitter untuk merawat bayi kalian"
"iya mah,tolong bantu cari"
"Iya mah"
Mamah Riki pamit ke ruangannya, Sebelum kembali ke kamar Riki menuju kantin memesan makanan ya di bertekad tidak akan terlalu memikirkan masalah nya jika ia sakit siapa yang akan mengurus bayi mereka,Riki hanya berdo'a dan berharap hati Gadis akan sedikit tersentuh hingga mau menerima bayi mereka.
Di kamar nampak Gadis di temani sang mamah , mamah gadis terus membujuk Gadis untuk mau menyusui anaknya tapi dengan keras kepala Gadis terus menolak bahkan dia sudah mengutarakan keinginannya untuk pisah dari Riki karena kesal akhirnya sang mamahpun pergi meninggalkan Gadis, ketika membuka pintu kamar mamah kaget melihat Riki yang akan masuk ke kamar. cepat-cepat mamah Gadis mendorong tubuh Riki ke luar setelah menutup pintu mamah menggandeng tangan Riki.
"Loh ada apa mah"
__ADS_1
"Mamah ingin bicara"
"Baiklah mah"
"Ayo kita bicara di taman saja"
Setelah sampai di taman Riki dan mertuanya duduk di bangku yang menghadap ke kolam ikan sambil berurai air mata mertua Riki mulai bicara.
"Nak Riki mamah minta maaf"
"Loh ada ap ini mah"
"Mamah malu memiliki putri seperti itu, mamah pikir selama ini Gadis sudah menerima mu dan menerima pernikahan ini tapi ternyata mamah salah"
"Mah sudah lah ini semua bukan salah mamah, ini ujian pernikahan kami"
"Mamah harap kamu tidak akan pernah menuruti permintaan Gadis untuk berpisah, mamah harap kamu sabar menghadapi kerasnya Gadis"
"Insyaallah mah, doakan saja"
"Mamah sedih sekali bahkan Gadis tidak mau menggendong bayi kalian, ya Tuhan ampuni hamba"
"Aku juga sedih mah,aku cuma berharap Tuhan bisa meluluhkan hati Gadis"
__ADS_1
"Iya nak,mamah akan bantu urus si kecil"
Mamah Gadis terus menangis di pelukan Riki, Riki mengusap punggung sang mamah mertua.