
Gadis keluar kamar dengan memakai kaos Riki yang kebesaran karena lelah gadispun berbaring di kasur lalu tak lama kemudian tertidur,Riki yang duduk di balkon akhirnya masuk ke dalam kamar suasana kamar sepi Riki melihat ke arah kasur nampak Gadis sedang tertidur sebagian rambutnya menutupi wajahnya Riki merapihkan rambut gadis nampak wajah polos tanpa makeup Riki mencium kening gadis lalu berdiri di melangkah ke luar kamar Riki berjalan menuruni tangga nampak ART sedang memasak di dapur sedangkan sang nenek sedang menonton TV bersama mamanya Riki.
Riki berjalan menghampiri mamah dan neneknya lalu duduk di samping neneknya.
"Gadis mna"
"Gadis tidur nek seperti nya lelah"
"Eemm iya biarkan dia istirahat kalau hamil muda harus banyak istirahat"
"Apa gadis masih mual-mual Ki"
"Masih mah setiap pagi ketika bangun dia pasti muntah udahnya lemes dan wajahnya pucat aku suka ga tega lihatnya"
Ketika mereka asyik ngobrol Gadis turun ke bawah lalu ke dapur mengambil minum dan menghampiri bibi di dapur.
"Aduh bi aku gak bantuin masak tadi ketiduran"
"Loh ga apa-apa neng sudah duduk aja ini sudah mau selesai ko"
"Oh iya bi bajuku sudah di cuci kan"
"sudah mungkin sudah kering,sebentar bibi ambil"
__ADS_1
"Gak usah biar aku yang ambil"
"Jangan neng nanti jatuh biar bibi ambil"
"Yaudah sini biar aku lanjutin masak"
"loh ga usah neng"
"udah gak apa-apa bi"
"Ya udah bibi ambil bajunya dulu"
Gadis meneruskan menggoreng ikan tapi baru di masukan kedalam minyak panas ikannya tiba-tiba perutnya merasa mual Gadismemuntahkan isi perutnya hanya tinggal cairan yang keluar,suara muntahan Gadis terdengar oleh Riki yang langsung bergegas ke dapur memijat tengkuk gadis setelah selesai Gadis di rangkul Riki duduk di meja makan lalu Riki membawakan air hangat.
"Aku mual mencium bau ikan goreng"
"heem ada-ada saja hidung orang hamil kenapa sensitif ya" kata Riki sambil tersenyum Gadis hanya cemberut tidak menjawab perkataan Riki Bibi datang membawa baju gadis dan kaget melihat Gadis pucat dan nampak lemes.
"loh neng Gadis kenapa"
"Ga apa-apa bi aku mual nyium bau goreng ikan maaf ya bi gak bisa bantu"
"loh ya ga apa-apa bibi sudah bilang gak usah bantuin"
__ADS_1
"itu baju saya bi"
"lah hampir lupa iya ini"
"ya udah ayo kita ke kamar"
"iya mas"
Gadis dan Riki berjalan menaiki tangga masuk ke kamar Gadis membereskan bajunya yang sudah di setrika bibi sedangkan Riki duduk di sofa sambil membuka laptop nya Gadis duduk di sebelah Riki.
"kapan kita pulang"
"setelah nenek pulang kita juga pulang, kasihan nenek tidak ada temannya,apa kamu keberatan"
"eemm baiklah"
Setelah makan malam Riki dan Gadis pamit masuk kekamar,Di dalam kamar Riki nampak duduk di meja Gambar tempnya bekerja Sedankan gadis setelah menggosok gigi dan mencuci mukanya memilih duduk di balkon kamar melihat langit yang bertabur bintang Gadis duduk di kursi ayunan rotan sambil memikirkan apa yang Tuhan rencanakan untuknya.
Riki fokus pada gambar nya hingga tidak menyadari kalau Gadis belum masuk ke dalam, satu jam Riki fokus membuat tengkuknya pegal dan matanya lelah Riki berhenti sejenak sambil memijit tengkuknya mata nya menyapu setiap sudut kamar tak nampak istrinya di manapun Riki berdiri menuju balkon yang masih tebuka Riki melihat gadis duduk termenung di Ayunan Riki menghampiri menyentuh bahu Gadis reflek gadispun kaget.
"Aah mas Riki bikin kaget aja"
" kenapa melamun,ayo masuk di sini dingin"
__ADS_1
Gadis berdiri masuk ke dalam kamar lalu membaringkan tubuhnya Riki mengunci pintu balkon dan menutup tirainya Riki merangkak naik ke atas kasur dan memeluk Gadis walaupun Gadis menolaknya tapi Riki tidak perduli terserah Gadis mau berfikir Dia egois, perlahan Gadis tidak bergerak membiarka Riki memeluknya akhirnya mereka pun terlelap.