
Setelah di periksa dr gadis akhirnya pulang dan di anjurkan istirahat untuk beberapa hari ke depan, Gadis pulang di antar Riki setelah sampai Riki menurunkan tas dari dalam mobil sedangkan gadis berlari masuk rumah.
"Gadis jangan lari nanti kamu jatuh" tapi gadis cuek pura-pura tidak mendengar perkataan Riki.
"yang sabar ya nak" mamah gadis prihatin melihat Riki semenjak tadi perkataan nya tak pernah di dengar gadis setiap Riki bertanya selalu tidak di jawab.
"Ayo masuk makan siang bersama" Riki masuk kedalam nampak gadis duduk di samping sang ayah, Riki Salim lalu duduk di depan ayah gadis. tiba-tiba gadis berjalan menuju dapur,nampak Riki menarik nafas nya lalu menunduk.
"Sabar ya nak"
"iya yah aku pasti akan sabar"ayah mengusap punggung Riki.
"Bima kemana"
"Bima keluar kota besok pulang"
"bagaimana pekerjaan mu"
"saya lagi mengerjakan projek cafe"
__ADS_1
"ooh semoga di beri kelancaran"
"Amiiin"
"yah makan siang sudah siap" gadis menghampiri tanpa menoleh ke riki,ayah mengajak Riki makan bersama. mereka makan dengan hening sesekali Riki memandang gadis yang terus mengaduk makanan nya, wajahnya masih sedikit pucat suasana hening hingga tiba-tiba gadis bicara.
"Ayah besok aku ke kampus ya,aku dah banyak bolos"
"Dr kan nyuruh kamu istirahat beberapa hari" nampak ayah marah.
"Ga apa-apa yah biar aku antar jemput gadis" Riki menjawab ayah nampak mengangguk.
"aku ga mau di antar dia"
"maafkan gadis ya nak"
"aku ga apa-apa, aku cuma hawatir kalau dia benar-benar hamil akan seperti apa pada janin nya"
"mamah juga hawatir,Gadis pernah bilang kalau dia sampai hamil dia akan menggunakan nya"
__ADS_1
"Dia ingin menggapai cita-cita nya, kalaupun dia memutuskan akan melahirkan bayinya dia tidak akan perduli setelah kelahiran bayi nya"
Riki menarik nafas nya seperti nya perjuangan nya akan sangat berat.
"mamah akan bantu menasehati nya,teruslah berdoa"
Riki mengangguk dan berpamitan pulang,Riki menjalankan mobilnya menuju kantor nya.
Pagi ini gadis begitu semangat karena mau ngampus lagi,setelah sarapan gadis memakai jaket kulitnya dan helem nya baru saja akan mengeluarkan motor terdengar suara klakson mobil tin..tin refleks gadis menengok ke arah suara Riki menurunkan kaca mobil nya dan tersenyum.
"ayo nanti keburu macet"dengan malas gadis membuka helem dan jaketnya dengan cemberut dia melangkah menghampiri mobil Riki,Riki membuka mobilnya gadis masuk dan duduk diam"
"nanti kamu pulang jam berapa"
"krik..krik"
"kamu sudah sarapan"
"krik...krik"akhirnya Riki diam ga ada gunanya Bu semua pertanyaan nya tak satupun yang di jawab gadis,setelah mobil berhenti di depan kampus gadis cepat-cepat turun.
__ADS_1
"hati-hati jangan buru-buru"
"nanti aku jemput"Gadis tak menjawab cepat-cepat berjalan masuk ke kampus Riki menarik nafas nya seperti nya dia harus ekstra sabar, mobil Riki melaju cepat menuju kantor pelan-pelan Riki sudah mulai menata hidupnya demi istri dan anaknya kelak Riki yakin kalau gadis hamil sesegera mungkin dia akan memastikan nya.