
Riki dan ayah gadis duduk di ruang keluarga Riki terus saja menunduk matanya merah menahan tangis, dadanya sesak hingga tiba-tiba ayah gadis berkata.
"Riki kamu baik-baik saja"
"yah bagaimana kalo pernikahan ini kita percepat,kita akad saja dulu".
"ya begitu lebih baik"
"saya titip gadis yah,saya takut dia berbuat nekad"
"kamu gak usah hawatir kami akan menjaganya"
"kalau begitu saya pamit pulang,saya akan bicara dengan orang tua saya" Riki melangkah keluar rumah dan masuk ke dalam mobil nya, mobil Riki melaju cepat menuju klinik sang mamah.
Riki masuk kedalam klinik lalu duduk di ruang tunggu sambil mengeluarkan ponselnya mengetikan pesan untuk mamah nya, tak berapa lama sang mamah keluar Riki berdiri sambil tersenyum.
"tumben ngajak mamah makan siang" Riki tersenyum sambil berjalan beriringan dengan mama nya, merekapun masuk ke sebuah rumah makan Sunda. setelah memesan mereka berjalan ke dalam ada beberapa saung yang di bawahnya ada kolam ikan suasana di sana cukup asri mereka duduk di salah satu saung.
"mah ada yang mau Riki bicarakan"
"tentang apa Ki"
"ini tentang gadis"
__ADS_1
"loh ada apa Lagi, bukanya semua sudah beres apa gadis membatalkan pernikahan kalian"
"nggak mah, gadis hamil dia tadi mengamuk" kepala Riki tertunduk matanya sudah merah, sang mamah menarik nafas sambil memeluknya memberi kekuatan pada Riki.
"kami berencana mempercepat pernikahan besok,cuma acara akad saja"
"kamu sudah menghubungi kantor KUA"
"sudah mah, besok siang ada jadwal kosong"
"baiklah kalau begitu, mamah akan menghubungi teman mamah untuk catering nya" mama Riki mulai menelpon teman nya lalu menghubungi kerabat dekat nya.
"kamu telpon papah ya"
"Alhamdulillah bisa"
syukurlah"
"kamu harus menjaga gadis,mamah takut dia berbuat nekad" Riki mengangguk tak lama pelayan datang mengantarkan makanan yang mereka pesan satu paket nasi liwet.
"Riki minta mamah periksa kandungan gadis"
"iya nanti setelah makan kita ke rumah gadis" mereka pun mulai menyantap makanannya.
__ADS_1
Sedangkan di rumah gadis nampak mata gadis sembab karna semenjak dia bangun dia terus menangis tampak mamahnya sedang membujuk agar gadis mau makan tapi tetap gadis tidak mau. berita pernikahan di percepatpun sudah sampai ke gadis, nampak gadis tak perduli dan tak protes gadis sudah pasrah Walaupun dia protes pernikahan akan tetap terjadi, sekarang yang ada dalam pikirannya bagaimana dia bisa tetap kuliah dengan keadaan hamil.
"ayo gadis makan dulu "
"semua taqdir dari Tuhan ,di luar sana banyak pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak"
"tapi ga sekarang juga mah aku masih ingin kuliah mewujudkan cita-cita ku"
"insyaallah pasti ada jalannya, Tuhan pasti ada rencana baik dari musibah ini" gadis terdiam mencoba mencerna semua perkataan dari sang mama suasana di kamar hening tiba-tiba terdengar suara orang memberi salam.
"assalamualaikum" pintu kamar terbuka nampak wanita paruh baya masuk di susul seorang pria mengikuti.
"waalaikumsalam,eh ada mamanya Riki"
"saya dengar menantu mama ini ga mo makan kenapa sayang" Mama RIki duduk di kasur samping gadis,gadis menunduk nampak matanya sembab membuat hati mamah Riki sakit.
"nih mama bawa nasi liwet enak makan sedikit ya supaya kamu ada energi" Gadis memandang calon mertua nya mencoba tersenyum, walaupun Gadis membenci Riki tapi mamanya sangat baik kepada gadis. gadispun mengangguk mamah Riki menyuapi gadis dengan telaten walaupun Gadis sudah menolaknya, setelah beberapa suap gadis menolak suapan berikutnya.
"loh kenapa"
"aku udah ga bisa makan lagi mah mual"
"baiklah nanti mamah kasih obat penghilang mual dan vitamin ya"Gadis hanya tersenyum.
__ADS_1
"baiklah hari sudah sore mamah pamit pulang, nanti vitamin dan obat Riki yang anterin ya" Gadis hanya mengangguk, Riki dan mamanya pamit pada ke dua orang tua gadis.