Gadis Yang Ternoda

Gadis Yang Ternoda
56.


__ADS_3

Di taman samping nampak Riki masih menarik tangan Gadis.


"Lepaskan"


"Kita harus bicara"


Riki melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gadis.


"Apa maksudmu minta kamar lain, bahkan kita masih suami istri"


"Aku sudah bilang kalau aku minta pisah"


"Sampai kapanpun Aku tidak ingin berpisah kamu dengar"


Gadis terdiam baru kali ini dia melihat kemarahan Riki membuat nyalinya sedikit ciut.

__ADS_1


"Aku sudah banyak mengala,kamu ingin kuliah lagi aku ijinkan bahkan kamu tidak mau menyusui anak kita Aku juga biarkan. Jangan kamu pikir aku mengalah kamu bisa menginjak ku Gadis, aku masih suamimu ingat itu"


Riki pergi meninggalkan Gadis sedangkan Gadis terduduk lemas dan tertunduk keinginannya untuk berpisah tidak di kabulkan Riki, entah apa lagi yang akan Gadis perbuat supaya Riki melepaskan dirinya sungguh egois Gadis menginginkan dirinya bebas.


Wajah Riki nampak masih ada kemarahan membuat bibi enggan bertanya Riki berjalan menuju kamar nya sementara bibi mengantar suster ke kamar baby R di lantai bawah nuansa biru muda menjadi latar kamar baby R, Siska meletakan baby R didalam box bayi.


"Jika suster membutuhkan apa-apa jangan sungkan panggil bibi"


"Iya bi terima kasih"


"Mengapa harus seperti ini neng, mas Riki sangat menyayangi neng gadis dan sungguh-sungguh menyesali perbuatannya di masa lalu. maaf bibi ikut bicara"


Gadis mengangkat wajahnya memandang wajah renta si bibi.


"Bibi bekerja di sini semenjak mas Riki kecil dan adik perempuan nya masih bayi, dulu mas Riki hidup berkecukupan dan bahagia hingga satu persatu peristiwa menghilangkan senyum nya sampai terpuruk cukup lama,tapi setelah kejadian itu dan menikah dengan neng Gadis sifat yang hangat dulu kembali tapi sepertinya mendung itu akan datang lagi.Bibi hanya pesan jangan ciptakan neraka dalam rumah tangga ingat den kecil tidak bersalah tapi ikut terkena imbas ny juga"

__ADS_1


Bibi menepuk pundak gadis dan berlalu, sementara Gadis Ada sedikit penyesalan dalam hatinya Gadis berjalan menuju kamar baby R memandangi sang bayi dari jauh tubuh mungil wajahnya yang masih kemerahan membuat hati nya menghangat ingin sekali menggendong nya tapi ego dalam hatinya lebih besar hingga akhirnya Gadis memutuskan keluar kamar. Gadis berjalan menaiki tangga menuju kamarnya membuka pintunya perlahan nampak Riki berbaring di atas kasur dengan tangannya menutupi matanya bajunya masih yang sama nampak nya Riki belum membersihkan diri. Gadis melangkah menuju kamar mandi mulai membersihkan diri setelah selesai Gadis keluar kamar mandi memakai handuk dia lupa membawa baju ganti Gadis berjalan menuju lemari mengambil kaos berwarna putih dan celana pendek setelah menyisir rambut dan mengikatnya Gadis berjalan turun ke lantai bawah menuju dapur mengambil gelas lalu mengisinya dengan Air lalu duduk di meja makan sambil meminum air nya Gadis termenung perkataan mamah mertua dan bibi tadi terus berputar.


"Neng kok bengong"


"eh bibi,ngga bengong kok aku lagi mikirin menu buat makan malam"


"Bibi tau neng Gadis orang baik bisa memberi kebahagiaan untuk den kecil dan mas Riki"


Tiba-tiba air mata gadis membasahi pipinya hati yang terdalam merasa sangat sedih.


Tiba-tiba Gadis mendengar derap langkah cepat-cepat mengusap air mata di pipinya nampak Riki berdiri di dapur wajahnya masih nampak kemarahan Gadis menunduk.


"BI.. tolong buatkan saya kopi"


"iya mas"

__ADS_1


Riki berlalu meninggalkan dapur tanpa melihat ke arah Gadis, entah kenapa hati Gadis merasa sakit di perlakukan seperti itu Riki yang biasa hangat walaupun Gadis selalu cuek perlakuan manis Riki kepada Gadis semua seperti berputar di kepalanya hingga perkataan bibi mengagetkannya.


__ADS_2