Give Me Your Hand

Give Me Your Hand
Bagaimana Caranya Aku Melupakanmu?


__ADS_3

Sang mentari sudah mulai bersinar terang di atas langit Istanbul, tampak sekumpulan burung camar terlihat saling bercengkrama di atas atap. Ada juga yang terbang mencari makan dan berbaur dengan jenis burung lain yang berwarna hitam, mirip dengan burung belibis.


Kapal-kapal besar berjejer di tepi dermaga menunggu giliran untuk berangkat mengarungi lautan.


Seorang nakhoda membunyikan klakson kapalnya sebanyak satu kali, tanda bahwa besi mengapung itu akan bersandar di pelabuhan untuk membongkar dan memuat penumpang.


"Kenan!" panggil nakhoda dengan baju seragamnya yang lengkap turun dari kapalnya. Seorang pria Turki dengan janggut hitamnya yang lebat. Pria itu membuka topinya yang berwarna putih, tampak kepalanya bercahaya terkena pantulan sinar matahari.


Kenan segera membereskan peralatannya dan pergi menghampiri nakhoda kapal itu dengan pakaiannya yang terkena noda oli.


"Apa ada yang harus ku perbaiki?" Kenan mengamati kapal besar yang ada di belakang nakhoda itu.


"Kurasa ada masalah dengan mesin kapalku, bisa kau bantu aku untuk mengeceknya? Aku pulang dulu, untuk melihat istriku yang sedang sakit," ucap sang nakhoda yang langsung memberikan kunci mesin kepada Kenan dan langsung meninggalkan dermaga.


"Baiklah, akan aku perbaiki. Semoga istrimu cepat sembuh!" teriak Kenan. Ia segera naik ke atas kapal dan berjalan menuju ke kamar mesin.


Butuh waktu yang cukup lama untuk mencari tahu masalah pada mesin kapal tersebut dan memperbaikinya. Kenan mengusap peluhnya yang bercucuran. Kali ini pria itu benar-benar merasakan bagaimana dia harus bersusah payah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Sangat jauh berbeda dengan kehidupannya yang dahulu, dimana ia hanya tinggal memanggil para managernya untuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Dengan sikap arogannya ia bisa memecat siapa saja yang tidak ia sukai.


"Sedikit lagi pasti mesin ini kembali menyala!" seru Kenan sambil menyemangati dirinya sendiri.


Udara panas di kamar mesin semakin membuatnya gerah. Kenan menarik sebuah tuas pada mesin generator, dan mesin itu akhirnya menyala.


"Wohoooo...!" teriaknya dengan gembira.

__ADS_1


Ia mengambil handuknya yang ia kalungkan di leher dan mengusap kepala dan wajahnya yang basah.


Setelah selesai memperbaiki mesin kapal tersebut, ia beranjak keluar dan kembali ke daratan. Terik matahari sudah mulai membakar kulitnya ketika nakhoda kapal itu kembali.


"Bagaimana kapalku?" tanya pria itu sambil membawa dua buah rantang.


"Sudah selesai ku perbaiki, ada sedikit masalah pada generatornya," jawab Kenan yang terlihat menyipitkan matanya karena terpaan sinar matahari.


Kedua pria itu mencari tempat yang agak teduh dan duduk di sekitar dermaga.


"Tadi tetanggaku memberikan ini. Makanlah! Hari sudah siang."


Nakhoda itu memberikan satu rantangnya kepada Kenan, dan satu rantang yang lain untuk dirinya sendiri. Sebuah makanan dengan porsi besar, cukup untuk mengisi lambung para pria. Kedua pria itu makan dengan lahap.


"Ya. Aku membutuhkan banyak uang untuk pengobatan istriku. Meskipun aku jarang menemaninya, tapi setidaknya aku ingin memberikan yang terbaik untuk kesembuhannya," jawab sang nakhoda. Tubuh pria itu terlihat masih terlihat tegap meskipun usianya sudah setengah abad.


"Apa kau sudah punya istri?" tanya nakhoda itu kepada Kenan. Ia merasa Kenan adalah pria yang cukup dewasa dan matang untuk berkeluarga.


Kenan hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis. Ia memang tidak ingin membicarakan masa lalunya kepada orang lain. Cukup hanya Mehmet, sahabatnya yang mengetahui semua kehidupannya.


"Ketika kau sudah mempunyai seseorang yang kau cintai, maka hidupmu sebagai seorang pria akan lebih berarti. Kau tahu untuk apa kau harus pulang ke rumah dan untuk siapa kau harus bekerja." Nakhoda itu menepuk lengan kekar Kenan sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang sedikit berwarna kekuningan.


Kenan hanya terdiam dan menatap manik mata sang nakhoda. Ia tertegun mendengar perkataan pria itu. Seperti sebuah nasihat seorang ayah kepada anaknya. Nasihat yang tidak pernah ia dengar dari ayahnya.


Kau itu pria lemah, Kenan! Kau pria bodoh!

__ADS_1


Kalimat negatif itu yang sering ia dengar keluar dari mulut ayahnya, Harun Fallay.


"Aku akan berlayar lagi, anak muda! Kurasa beberapa hari lagi kita akan bertemu kembali," pamit sang nakhoda yang membuyarkan lamunan Kenan. Pria itu bangkit berdiri dan mengapit topi kebanggaannya.


Nakhoda itu memberikan sejumlah uang kepada Kenan karena telah memperbaikinya kapalnya. Tidak terlalu banyak, cukup untuk biaya hidupnya beberapa hari ke depan.


Kenan melambaikan tangannya ketika teman barunya itu sudah masuk ke dalam kapalnya. Ia segera pergi meninggalkan dermaga dan kembali ke flat nya.


Langkah kaki Kenan berhenti ketika ia masuk ke dalam kamarnya. Dilihatnya baju pengantin Ivy yang berwarna putih itu masih tergantung di belakang pintu. Ia mengambil gaun tersebut.


Entah sebuah kebetulan atau tidak. Gaun pengantin itu sangat mirip dengan yang dikenakan oleh Hazal, mantan istrinya. Ketika mereka menikah. Pikiran Kenan kembali teringat peristiwa setahun yang lalu.


Saudara Kenan Fallay apakah kau bersedia menerima Hazal Aksal menjadi istrimu? Ya, saya Kenan Fallay bersedia menerima Hazal Aksal menjadi istri saya. Aku mencintaimu, Hazal. Aku juga mencintaimu, Kenan.


Kenan segera membuang gaun pengantin Ivy itu ke lantai. Ia mengusap wajahnya dengan keras, mencoba menghapus memori itu. Tapi semuanya seperti baru saja terjadi.


Senyuman Hazal, raut wajah Hazal dan bahkan suara wanita itu masih terngiang-ngiang di telinganya. Setahun belakangan ini, ia terlihat hidup tapi tidak benar-benar hidup. Ia masih hidup dalam masa lalunya dan dalam mimpinya bersama dengan wanita itu.


Bunyi gemericik air di kamar mandi membasahi tubuh Kenan. "Bagaimana caranya aku melupakanmu, Hazal? Katakan aku harus bagaimana?" teriaknya di kamar mandi.


Air dingin itu terus mengguyur wajah dan tubuh Kenan. Seakan ia ingin air mengalir itu membawa pergi memori masa lalunya bersama Hazal.


*Bersambung*


Jangan lupa kasih like, komentar, rate bintang lima, dan vote kalian ya 🤗 Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2