Give Me Your Hand

Give Me Your Hand
Jika Kau Menang


__ADS_3

Kenan sudah membulatkan tekadnya untuk mengikuti pertandingan tinju ilegal. Ada satu keinginannya untuk membangun kembali bisnisnya yang telah ia berikan kepada Hazal. Ia bisa saja meminta kembali perusahaan Fallay dari mantan istrinya itu, tetapi perusahaan itu bukanlah milik keluarganya. Dengan segala kecurangan, ayahnya telah merebut perusahaan yang seharusnya milik keluarga Hazal.


Di dalam ruangan tertutup, Kenan melayangkan tinjunya ke arah samsak yang tergantung di langit-langit. Ia memperdalam kemampuannya dan menguatkan kembali otot-otot lengan, perut dan kakinya.


Bayangan wajah ayahnya melintas di pikirannya. Kejadian saat ayahnya menodongkan senjatanya ke arah Hazal, hingga membuatnya tertembak. Memori itu membuat wajah Kenan meradang, ia semakin garang memukul karung pasir yang sedang bergoyang di depannya.


Kenan melontarkan pukulan pendeknya dan pukulan silangnya ke samsak. Seolah-olah benda berat itu adalah kenangan masa lalunya yang ingin ia hancurkan. Ia melampiaskan semua itu melalui sarung tangannya. Sebuah pukulan hook ala Mike Tyson mengenai ujung atas samsak tersebut.


Hampir setiap malam, Kenan menyisihkan waktunya sekitar satu jam untuk latihan pribadinya. Peluhnya mengalir dari kepala hingga ke ujung kakinya. Seberkas cahaya memasuki ruangan ketika pintu kayu itu terbuka.


Langkah kaki itu mendekati cahaya lampu sorot yang menyinari tubuh polos Kenan bagian atas.


"Jadwal pertandinganmu besok malam. Apa kau sudah siap?" Suara Mehmet terdengar menggema di ruangan yang hanya menggunakan kipas angin yang terpasang di lubang ventilasi. Membuatnya melepaskan jasnya dan menyisakan sebuah kaos putih polos yang masih melekat di tubuhnya.

__ADS_1


"Siapa lawanku?" tanya Kenan yang bersiap melakukan tendangan putarnya. Samsak berwarna biru itu tergoncang setelah menerima sentuhan keras yang berasal dari kaki kanan Kenan.


"Juara bertahan bulan lalu, seorang pria muda." jawab Mehmet sambil melemparkan sebuah handuk ke arah Kenan. Dalam keadaan telapak tangan tertutup sarung tinju, putra Harun itu menangkap handuk panjangnya.


"Kenapa bukan pria bertato itu yang menjadi lawanku?" Kenan mengalungkan handuknya di leher dan melepaskan kedua sarung tangannya.


"Pria itu mendadak sakit. Anggap ini latihan, jika kau bisa mengalahkan pria muda itu, harga taruhanmu bisa meningkat."


"Oh ya?" Kenan menaikkan salah satu alisnya. "Berapa jumlah taruhannya?"


Kenang mengambil ponsel Mehmet dan mengamati wajah pria muda yang menjadi lawannya besok. "Tidak terlalu besar tubuhnya!"


"Meskipun kecil, ia cukup tangguh. Pukulannya sangat mematikan. Aku sudah mengirim foto dan videonya, kau bisa mempelajari kelemahannya," ucap Mehmet setelah menekan tombol kirim pada layar ponselnya.

__ADS_1


Kenan mengusap rambut dan tubuhnya yang basah. "Oke baiklah, nanti kulihat."


"Jika aku menang, apa aku hanya mendapatkan dua puluh persen?" tanya Kenan yang mencoba memahami bisnis tinju ilegal ini. Ia masih awam dalam urusan taruhan manusia itu.


"Ya. Tapi jika kau kalah, kau tidak akan mendapatkan sepeserpun! Seperti yang aku katakan kemarin, tidak ada yang menanggung biaya berobat atau peti matimu!" tegas Mehmet.


Pemilik kafe Istanbul itu masih berharap Kenan mengurungkan niatnya untuk mengikuti kompetisi ilegal ini. Bukan hanya nyawa dan cedera taruhannya, tapi polisi bisa saja menggerebek tempat itu dan menangkapnya.


"Oke. Besok aku akan datang!" seru Kenan dengan keyakinan. Ia mengulurkan tangannya ke arah Mehmet. Kedua pria itu saling menggenggam dan mengguncangkan kepalan tangannya, seperti jabatan tangan ala anak muda.


* BERSAMBUNG *


Apa masih menantikan cerita ini? Sanggupkah Kenan melawan lawannya dan mendapatkan hadiah uang taruhan?

__ADS_1


*


Jangan lupa kasih like, komentar, rate bintang lima dan vote kalian ya 🤗 Terimakasih 🙏 jangan silent dong 😉


__ADS_2