
Arkana Aprilio Rasyad menjadi idola sekaligus kesayangan seluruh penghuni rumah besar, bayi yang kini berusia 1 tahun itu dihujani dengan banyak cinta dan kasih sayang oleh semua penghuni rumah, terutama oleh mama Renata yang sangat menyayangi cucunya yang begitu sangat menggemaskan tersebut, mama Renata lebih banyak menghabiskan waktunya dengan cucu kesayangannya itu dirumah yang membuatnya jarang ke butik miliknya.
Dan kini tepat satu tahun, dihari ulang tahunnya yang pertama, baby Arkana mendapatkan begitu banyak hadiah mahal dan mewah dari orang-orang yang mencintainya.
Lantunan lagu selamat ulang tahun menggema dirumah besar untuk merayakan ulang tahun baby Arkana.
Rafa dan seluruh keluarganya hadir untuk memberikan selamat kepada anak pertama pasangan Lio dan Naya.
Leta juga hadir, dia datang bersama dengan Boy, jadi ceritanya mereka sudah jadian lho sekarang, buah dari kesabaran Leta akhirnya berbuah manis, Boy akhirnya menyatakan cinta pada Leta yang tentu saja dengan suka cita Leta menerima pernyataan cinta dari Boy.
"Selamat ulang tahun baby tampan, semoga panjang umur, menjadi anak sholeh, sayang ayah bunda dan sayang sama aunty juga ya." kekeh Leta saat memberi ucapan selamat ulang tahun sama bayi lucu tersebut, "Nahh ini sayang, aunty bawain hadiah untuk untuk Kana."
"Terimakasih aunty Leta, semoga aunty dan om Boy cepat nikah ya supaya Kana ada temannya." itu Naya yang menjawab.
Leta tersenyum simpul, "Kalau itu sieh, masih lama mbak, kami fokus nyelsain kuliah dulu, biar kak Rafa saja yang duluan nikah."
"Kakakmu itu sepertinya akan jadi bujang lapuk Ta, sampai sekarang masih betah saja ngejomblo." Lio yang baru datang menimpali dan mengambil alih Arkana dari Naya.
"Pa pa pa." gumam Arkana menggemaskan.
"Aduhhh lucunya anak ayah." menjawil pipi chaby Arkana.
"Makanya kak, cariin kak Rafa cewek donk, mama sudah uring-uringan tuh melihat anak laki-lakinya betah membujang sampai sekarang, mamakan juga ingin menimang cucu seperti tante Renata yang sudah punya baby Arkana."
"Nohh dikantor banyak karyawan wanita yang cantik-cantik, tinggal pilih saja, tapi memang dasar kakakmu itu yang sepertinya punya kelainan."
"Kalian ngomongin aku ya." yang jadi sumber ghibah tiba-tiba nongol.
"Iya, ngomongin kakak yang sampai sekarang betah ngejomblo."
__ADS_1
"Memang kenapa sieh, gak ada yang salahkan dengan jomblo, lagian kakakmu ini fine-fine saja tuh, kenapa malah jadi kamu yang lemes Ta."
"Dihhh kakak ini, lihat mama tuh, yang ingin banget lihat kakak menikah dan ingin segera punya cucu."
"Kalau itukan ada kamu Ta, kamu saja yang duluan menikah dan kasih cucu buat mama."
"Ogahlah, akukan masih kuliah kak."
"Ehhh sudah-sudah astagaa, kenapa jadi ribut gini, lebih kita makan saja yuk." Naya menengahi perdebatan kakak adik tersebut.
"Ahhh benar juga, lebih ayok kita makan sayang." ajak Lio pada Naya.
"Ayok mbak Leta, mas Rafa, kok pada diem sieh."
Rafa dan Leta akhirnya mengikuti dibelakang.
Baby Arkana benar-benar menjadi primadona, bayi itu kurang dari 10 menit selalu berpindah dari sat tangan ke tangan lainnya, setiap orang yang menggendongnya selalu gemas dan tergoda mencubit pipinya, termasuk mama Rina mamanya Rafa yang saat ini menggendong Rafa.
Mama Renata terkekeh, "Aduhh jenk jenk, ada ada saja kamu ini, masak cucu kesayanganku ingin kamu jadikan pajangan."
"Habisnya gemes jenk, jadi ingin punya cucu aku ini, kalau ada cucu pasti rumah tidak akan membosankan." curhat wanita setengah baya itu.
"Makanya jenk, suruh Rafa cepat-cepat menikah gitu lho, biar jenk cepat menggendong cucu."
"Ahhh anak itu, selalu saja ngeles saat aku tanya kapan nikah, aku sudah berusaha untuk mengenalkannya dengan anak perempuan kenalanku, tapi yah begitu, dia selalu saja punya alasan untuk menolak." mama Rina menghembuskan nafas frustasi.
Antara ikut prihatin dan geli, mama Renata menepuk punggung mama Rina pelan, "Yang sabar ya jenk, mungkin saja ini belum waktunya."
"Hmmm, apa boleh buat jenk Rena."
__ADS_1
"Nenek." Bulan berlari menghampiri neneknya yang tengah mengobrol dengan mama Rina.
Mama Renata tersenyum melihat cucu perempuannya, "Kenapa sayang."
"Kata bunda, ini saatnya foto-foto sebagai kenang-kenangan supaya ada yang dilihat nanti sama dedek Kana ketika dia besar nanti." beritahunya.
"Ohhh foto ya, ayok ayok." mama Renata bangun dan mengambil Arkana dari pangkuan mama Rina, "Ayok jenk Rina kita foto-foto supaya ada kenang-kenangan."
Mama Rina mengangguk dan berjalan mengikuti mama Renata dan Bulan dibelakang.
Hari itu merupakan hari yang benar-benar bahagia untuk Naya dan Lio, keluarga mereka terasa lengkap dan bahagia, apalagi denga nkehadiran Arkana yang lucu dan menggemasakan ditengah-tengah keluarga Rasyad yang membuat hari-hari Naya dan Lio menjadi lebih berwarna.
"Terimakasih sayang karna telah memberikan kebahagian untukku, aku sangat mencintaimu." Lio mengecup punggung tangan istrinya.
Naya tersenyum, kata-kata cinta hampit setiap hari didengarnya dari bibir suaminya dan itu membuatnya bahagia, "Aku juga mencintaimu mas, selamanya."
Pasangan itu tersenyum satu sama lain, dari mata masing-masing terpancar kilatan cinta.
Lio menarik Naya dalam pelukannya, merasakan kenyamanan yang selalu diberikan oleh tubuh hangat sang istri, "I love you Kanaya Azzahra, jangan pernah bosan untuk bersamaku."
"Aku akan selalu berada disisimu mas, dan selalu setia mendampingimu sampai maut memisahkan."
End
****
Hai semuanya, terimakasih telah mampir ya dikaryaku.
Aku baru buat karya baru lho, jangan lupa mampir ya, judulnya You Are My Destiny.
__ADS_1
Terimakasih.