Istri Yang Tidak Diharapkan

Istri Yang Tidak Diharapkan
MENEMUI CLEO


__ADS_3

Leta merogoh tasnya untuk mencari ponselnya saat dosennya keluar dari ruang kelas, dia menyalakan benda multifungsi tersebut dan menemukan sebuah chat masuk dari Boy, otomatis saja Leta tersenyum begitu melihat chat yang datangnya dari Boy.


Boy : Gue dikantin kampus nieh.


Leta : Kampus gue maksud lo.


Boy : Kampus gue juga kali.


Leta : Ini maksudnya, lo udah pindah gitu, sejak kapan.


Boy : Mulai hari ini, gue resmi menjadi


mahasiswa dikampus tempat lo


kuliah.


Leta : Serius, lo gak bohongkan.


Boy : Dosa neng kalau bohong, lo


tahukan, gue paling takut yang


namanya dosa, gak kuat gue nahan panasnya api neraka, hehe.


Leta : Ahh, bisa aja lo.


Boy : Lo mau nyamperin gue gak nieh.


Leta : Oke tunggu.


Dengan langkah lebar Leta berjalan menuju kantin kampus untuk menemui Boy, terakhir kali dia bertemu dengan Boy adalah saat Boy mengajaknya nonton, dan itupun tidak berdua karna Boy juga menyuruhnya untuk mengajak Naya ikut, dan saat ini, Leta sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Boy.


Begitu tiba dikantin, Leta mengedarkan matanya ke penjuru kantin untuk menemukan laki-laki yang dia cari, disebelah kanan agak ketengah, Leta melihat sosok Boy yang melambai ke arahnya untuk menarik perhatiannya.


"Beberapa hari tidak bertemu, Boy makin tampan saja." pujinya sembari tersenyum lebar begitu melihat laki-laki tersebut.


Leta kemudian berjalan menghampiri Boy.


****


"Nahh, itu dia teman gue." beritahu Boy kepada kedua teman barunya saat Leta berjalan menghampirinya.


Kedua teman Boy itu membalikkan tubuh mereka untuk melihat temen semasa SMA Boy tersebut.


Salah satu teman Boy yang bernama Aldo terlihat takjub dan berkata, "Itukan Leta sik kembang kampus, busettt, gak gue sangka ternyata teman SMA lo itu sik Leta, cewek incaran semua anak-anak cowok dikampus kita."

__ADS_1


"Lo beneran teman dalam artian sesungguhnya atau....." timbrung temannya yang satu lagi bernama Alvin.


"Teman dalam artian yang sesungguhnya." potong Boy cepat karna sudah bisa menebak kelanjutan dari kalimat Alvin.


"Berarti gak apa-apa nieh kalau seandainya gue mau deketin Leta."


"Iya gak apa-apalah, deketin aja."


"Oke, sip kalau gitu."


Boy berdiri dari kursinya untuk menyambut kedatangan Leta, Boy menyambut Leta dengan senyum manisnya saat gadis yang dijuluki kembang kampus itu sudah berada didekatnya.


"Hai Boy." sapa Leta, "Senang bisa bertemu dengan lo lagi."


"Hai juga Ta." balas Boy, "Dan mulai sekarang kita akan lebih sering bertemu karna kita berada dikampus yang sama."


"Iya."


Alvin menendang kaki Boy dari bawah meja sebagai sebuah kode meminta Boy untuk mengenalkannya pada sang kembang kampus yang kecantikannya sudah tersohor diseantero kampus.


Boy yang bisa membaca kode yang diberikan oleh teman barunya itupun memperkenalkan Leta dengan kedua temannya itu, "Oh ya Ta, kenalin nieh teman-teman baru gue."


"Hai, gue Leta, salam kenal." sapa Leta pada teman-teman Boy tersebut.


"Yang ini namanya Alvin." Boy menunjuk laki-laki yang duduk disebelah kanannya, dan satunya lagi bernama Aldo." Boy mengedikkan dagunya ke arah samping kirinya dimana Aldo duduk.


"Oh ya Ta, ayok duduk, gabung sama kami." Alvin menawarkan dengan antusias karna tidak menyangka bisa berkenalan dengan kembang kampus yang banyak dibicarakan oleh kaum laki-laki dikampus, dan Alvin berharap Leta mau bergabung bersama mereka mengingat Boy adalah temannya, kan suatu kehormatan kalau bisa duduk dengan gadis cantik sekelas Leta, fikir Alvin.


"Iya baiklah." Leta duduk di kursi yang tersisa.


"Lo mau makan apa Ta, biar gue pesenin." Alvin menawarkan diri.


"Ehhh gak usah, biar gue sendiri saja nanti yang pesan." tolak Leta halus.


"Gak apa-apa Ta gue pesenin sekalian gue mau beli air mineral, lagian juga suatu kehormatan kembang kampus ikut bergabung bersama kami."


"Gercep banget sik Alvin ini." komentar Boy dalam hati melihat temannya itu melaksanakan niatnya untuk mendekati Leta.


Leta tersipu malu mendengar ucapan Alvin, "Lo bisa aja, biasa aja kali."


"Ohhh ya, jadi gak nieh gue pesenin."


"Sudahlah Ta, sebutin saja apa yang ingin lo makan, biar nanti sik Alvin ini yang memesankan." sahut Boy.


"Ya sudah deh kalau lo memaksa." ucapnya, "Saat ini gue lagi pengen soto ayam."

__ADS_1


"Soto ayam ya, oke deh kalau gitu, lo tunggu ya." Alvin melangkah untuk membeli apa yang dipesan oleh Leta.


"Jadi lupa." Alvin menepuk keningnya pelan dan bertanya, "Lo mau minum apa Ta."


"Air putih saja gue."


"Oh oke, tunggu sebentar.


Gak lama, Alvin datang dengan tangan membawa pesanan yang diminta oleh Leta, "Soto ayam spesial untuk gadis cantik yang mau bergabung dengan kami."


"Terimakasih ya Vin, sumpah aku jadi gak enak."


"Gak usah merasa gak enak kalau sama gue, biasa aja Ya."


"Iya Ta." sahut Aldo, "Lo minta diambilin Bintang dilangit juga bakal dijabanin sama sik Alvin, bener gak Vin."


"Tentu saja kalau Leta yang meminta."


Leta terkekeh mendengar ucapan Aldo dan Alvin karna difikirnya mereka bercanda, "Kalian ada-ada saja, gak masuk akal." komennya.


***


Lio merasa suntuk dengan banyaknya masalah yang kini dia hadapi, tidak banyak sieh sebenarnya, hanya masalah Naya yang tengah hamil dan itu mengganggu fikirannya karna dia bener-bener tidak menginginkan kehamilan Naya, dia merutuk dirinya yang lepas kendali sampai membuat Naya hamil. Lio memang tidak menyalahkan Naya atas apa yang terjadi karna ini murni kesalahannya, dia yang melakukan, sementara Naya hanya pasrah menerima perlakuannya.


Untuk menghilangkan kesuntukannya, Lio berencana untuk menemui Cleo sang pujaan hati, cara itu sejak dulu selalu ampuh menghilangkan rasa suntuk, penat, capek, bahkan stres akibat beban pekerjaan yang menumpuk. Dan sekarang, Lio berencana menemui Cleo karna merasa suntuk dan gundah karna kehamilan Naya, dan Lio yakin, dengan bertemu dengan kekasihnya itu, kegundahan yang tengah dirasakan akan hilang.


Lio berencana menemui Cleo tanpa memberitahu Cleo terlebih dahulu, Lio yakin Cleo ada diapartmennya saat ini, apartmen yang dia belikan untuk Cleo sebagai hadiah ulang tahun Cleo yang ke 27.


***


Begitu lift terbuka dilantai dimana kamar Cleo berada, Lio berpasasan dengan seorang laki-laki yang berniat memasuki lift, sementara dia keluar, laki-laki yang Lio yakini lebih tua darinya itu memasuki lift.


Begitu tiba didepan pintu kamar Cleo, Lio yang sudah hafal diluar kepala kode kamar kekasihnya itu dengan lancar memasukkan kode-kode tersebut, dan begitu Lio menekan angka terkahir, pintu apartmen tersebut langsung terbuka.


"Sayang kenapa kamu balik lagi apa ada yang ketingga....lan." Cleo langsung menghentikan kalimatnya saat melihat siapa yang kini ada diapartmennya, wajahnya terlihat tegang begitu melihat yang datang adalah Lio.


"Lio kamu...kok kamu ada disini." Cleo tiba-tiba jadi gugup seperti orang yang tengah melakukan kesalahan, "Maksud aku, kenapa kamu gak bilang-bilang kalau mau datang." dia meralat kata-katanya.


"Astagaaa, untung saja Raka sudah pergi, kalau gak, bisa mampus gue." Cleo membatin.


Lio mengerutkan kening, dia menangkap dengan jelas kata demi kata yang diucapkan oleh Cleo barusan , dia melontarkan pertanyaan, "Sayang." Lio mengulangi kalimat sayang yang keluar dari bibir Cleo, kalimat tersebut diucapkannya dengan penuh penekanan dan dia butuh penjelasan, "Siapa yang kamu panggil sayang, dan siapa yang barusan datang kemari." tanyanya dingin dengan pandangan mematikan.


"Mmmm." Cleo jadi semakin gugup dibawah tatapan mematikan yang ditujukan padanya, dia berusaha mencari alasan semasuk akal mungkin untuk mengelabui Lio supaya kekasihnya tersebut jangan sampai curiga kalau selama ini dia berselingkuh dibelakang Lio, dia mendekati Lio dan melilitkan tangannya dilengan Lio yang masih menunggu penjelasan darinya, sebelum membuka bibirnya, Cleo memasang wajah seimut mungkin, wajah yang selalu mampu meluluhkan hati Lio meski dalam keadaan semarah apapun dirinya pada gadis itu, namun ternyata kali ini wajah imut dan manis yang ditampilkan oleh Cleo tidak mampu memadamkan bara panas yang mulai terbakar didada Lio. kalimat 'sayang' yang biasa ditujukan untuk memanggil orang-orang tersayang termasuk kekasih tersebut terus terngiang-ngiang ditelinga Lio.


****

__ADS_1


__ADS_2