Istri Yang Tidak Diharapkan

Istri Yang Tidak Diharapkan
GARA-GARA LAYANGAN PUTUS


__ADS_3

"Ya Tuhan, tega banget sieh mas Aris, padahal Kinan lagi hamil tua begitu, hiks hikss." hampir satu kotak tisu yang dihabiskan oleh Naya saking terbawa perasan karna menonton serial layangan putus.


Lio yang memilih tidur gara-gara tidak diizinkan ke kantor terbangun karna suara berisik Naya.


"Apa sieh yang lo lakukan, berisik amet, ganggu tidur nyenyak gue saja." omel Lio melihat Naya yang membersit hidungnya.


"Maaf mas, Naya sakit soalnya." air matanya bercucuran sehingga membentuk anak sungai dipipinya.


"Keram perut lo kambuh lagi."


"Bukan perut Naya mas, tapi hati Naya yang sakit." mengusap air matanya.


"Sakit hati, jangan bilang dia sakit hati karna Cleo, dari mana dia tahu tentang Cleo, selama inikan gue gak pernah nyebut-nyebut tentang Cleo didepannya." Lio bergumam dalam hati, "Maksud lo." lisannya.


"Naya sakit hati dengan mas Aris."


"Mas Aris, siapa dia, pacarnya ketika dikampung." masih bertanya dalam hati, "Lo selingkuh maksudnya." kalimat Naya yang sepotong-potong membuat orang berspekulasi sendiri.


"Mas Aris yang selingkuh, bukan Naya, Naya gak mungkin selingkuh karna Naya tahu selingkuh itu dosa."


Nah lho, Lio jadi semakin bingung sendirikan oleh kalimat Naya yang gak jelas, "Mas Aris siapa, yang suami lokan gue, kok bisa sik Aris yang membuat lo sakit hati, dia lebih ganteng dari gue."


"Ya jelas mas Aris lebih gantenglah."


Lio mendengus kesal, "Sik Aris Aris itu siapa Naya." Lio jadi gregetan.


"Mas Aris dalam serial layangan putus mas, dia selingkuh ketika Kinan hamil tua, ya Tuhan semoga mbak Kinan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini."


Lio mengumpat, "Sialan, gue fikir dia nangis karna apaan, ternyata hanya karna web series begitu doank." Lio kemudian berkata, "Itukan cuma series, fiktif, semuanya sudah diatur sama sutradaranya, jadi gak perlu lo lebay sampai nangis-nangis kejer begitulah, bikin orang khawatir saja."


"Hikss hiks." bukannya berhenti malah air matanya makin deras mengucur, Naya mencoba menjelaskan setelah membersit hidungnya, "Fiktif bagaimana, orang ini kisah nyata, Naya gak ingin mengalami hal yang dialami oleh mbak Kinan, jadi mas, jangan selingkuh." Naya memperingatkan.


Jawab Lio, "Gue gak selingkuh." dihatinya berkata, "Guekan emang sudah pacaran dengan Cleo sebelum kemunculan lo, jadi disini elo yang jadi orang ketiga."


"Astagaaa." ujarnya begitu melihat tisu yang digunakan Naya menghapus air matanya berserakan dilantai, "Lo menghabiskan stok tisu satu bulan hanya gara-gara sinetron yang lo tonton."


"Maskan kaya, masak gara-gara tisu doank mas jadi heboh begini sieh."


"Bukan masalah itu, tuh lo lihat, sampah tisu bekas ingus lo berserakan kemana-mana, jorok lo ya, bersihin, jijik gue."


"Iya, ini Naya bersihin."


Naya turun dari tempat tidur dan memungut tisu-tisu yang bertebaran dilantai.


Tok tok.


Disaat seperti itu terdengar suara ketukan dari luar pintu dibarengi dengan suara panggilan, "Tuan muda."

__ADS_1


"Ada apa."


"Tuan Rafa datang tuan, katanya mau ketemu tuan dan nona Naya."


"Rafa." ulangnya "Kalau dia mau ketemu jelas urusannya masalah pekerjaan, kalau bertemu dengan Naya, ada perlu apa dia." Lio bertanya pada diri sendiri sebelum menyahut, "Iya saya akan menemuinya."


"Mas Rafa mas." tanya Naya begitu dia sudah selesai memungut tisu.


"Hmmmm."


Karna matanya belekan karna baru bangun tidur Lio beranjak ke kamar mandi hanya untuk sekedar mencuci muka.


Ketika Lio turun untuk menemui Rafa, Naya mengekor dibelakang, "Mau ngapain."


"Ketemu sama mas Rafa mas, diakan juga nyariin aku, sekalian Naya mau nayain, urutan skincare mana yang lebih dulu digunakan."


"Lo mau pakai satu toko produk skincare tetap saja wajah lo buluk."


"Itu body shaming lho namanya mas, ngata-ngatain istri sendiri juga dosa."


"Baper banget sieh, dikit-dikit dosa."


"Makanya kontrol tuh bibir mas, laki-laki kok bibirnya kayak perempuan."


"Lha kok malah gue jadi diceramahin gini."


****


Diruang tamu, Rafa sudah menunggu, langsung berdiri begitu melihat kedatangan Lio dan Naya, Rafa tersenyum, bukannya menyapa Lio terlebih dahulu, dia malah menanyakan keadaan Naya.


"Hai Nay, gimana keadaan kamu, perutnya udah gak keram lagikan."


"Naya baik mas, perut Naya sudah gak keram lagi, makasih atas bantuan mas yang malam-malam beliin Naya Kiranti dan pembalut."


"Sama-sama Naya." jawabnya, dalam hati berkata, "Kalau suami dajjal kamu gak motong gaji, mana mau aku tengah malam buta bawa-bawa hal begituan."


"Lo ngapain kemari Raf, gak mungkin mau nanyain keadaan bini guekan." sahut Lio duduk, Rafa juga kembali ikutan duduk, Naya juga ikutan duduk.


"Emang gue kemari mau lihat keadaan Naya, gue fikir parah banget sakitnya sampai lo gak diizinin masuk kantor sama bos sepuh."


Naya jadi malu sendiri, Rafa begitu perhatian padanya, "Makasih mas, tapi bener kok Naya gak kenapa-napa, ini sudah biasa kok terjadi tiap bulan."


"Syukurlah, tapi kenapa mata kamu bengkak gitu, habis nangis ya." tanya Rafa melihat mata bengkak Naya yang memerah.


"Eh, ini karna mas Aris."


"Mas Aris,?"

__ADS_1


"Cowok brengsek diweb series yang dia tonton." Lio yang memberikan jawaban.


"Oh, series itu, mama gue juga heboh banget nonton tuh series, anjirr, padahal itu cuma series doank, malah dia keselnya sama gue dan papa, dia nelponin gue, katanya gue jangan jadi cowok brengsek kayak Aris, kalau gue begitu katanya dia mau nyunat gue untuk yang kedua kalinya." curhat Rafa, "Dan aku berharap semoga kamu jangan ngalamin hal yang dialami Kinan Nay." sambungnya sambil menatap Lio penuh arti.


"Kenapa lo natap gue begitu."


"Gue teringat Aris saja, karakternya mirip lo."


Lio melempar majalah yang tergeletak dimeja, "Dasar emang sapi lo nyama-nyamain gue dengan sik brengsek itu."


"Mas Rafa ada benernya." sambung Naya, "Mas Lio kalau dilihat dari samping mirip mas Aris dikit."


"Nieh satu lagi, kenapa nyama-nyamain dengan sik Aris itu sieh."


Rafa terkekeh, "Semoga saja dia gak bakalan kayak Aris Nay."


"Aminn."


"Oh ya Nay, nieh aku bawain kamu buah." Rafa meraih bingkisan dan menyerahkannya pada Naya.


"Wah, makasih mas, jadi ngerepotin begini, jadi gak enak."


"Nyantai aja kali Nay."


"Lo sudah gak punya keperluan lain lagikan, sudah sana mending lo balik."


"Lo ngusir gue."


"Iyalah."


"Tapi Naya masih punya keperluan dengan mas Rafa." tukas Naya.


"Apa sieh keperluan lo dengan Rafa, kayak penting saja." ujar Lio memandang Naya.


"Kan Naya udah bilang, Naya mau nanyain urutan Skincare mana yang digunain terlebih dahulu biar kulit Naya glowing."


"Emang lo ngerti masalah begituan Raf, bencong lo."


"Ya gaklah." tandas Rafa, "Gini Nay, ntar kamu aku kenalin dengan Rara saja."


"Rara siapa mas, pacar mas ya."


"Ya bukanlah, mana ada perempuan yang mau sama dia." ledek Lio.


"Tutup mulut lo." lirih Rafa kembali berkata, "Rara adikku, kalau kamu mau bertanya tentang kecantikan, make up atau skincare, nah dia ahlinya, aku jamin kalau kamu bergaul dengan dia, mau bakalan ketularan cantik, nanti aku bawa dia kemari deh."


"Oh iya deh." ujar Naya antusias.

__ADS_1


****


__ADS_2