Istri Yang Tidak Diharapkan

Istri Yang Tidak Diharapkan
ADELIO


__ADS_3

Di tempat berbeda, berkilo-kilo meter jauhnya dari posisi kedua remaja tersebut, seorang pria dewasa tengah menahan amarahnya, pasalnya dibuat kesal oleh ketidak becusan bawahannya.


Brakk


Pria itu menggebrak meja membuat getaran dimeja kerjanya, "Apa yang kalian lakukan hah, kenapa hal sekecil ini saja tidak bisa kalian tangani."


Dua orang yang berhadapan dengannya bergetar mendengar amarah sang bos, "Maafkan kami pak, tapi secepatnya kami akan mencari otak utama dibalik."


"Saya kasih kalian waktu dua hari, kalau dalam jangka dua hari kalian tidak bisa menemukan orang yang bertanggung jawab atas kasus ini, maka katakan selamat tinggal pada  group."


Dua orang itu mengangguk ragu, jelas saja, apa mungkin dalam dua hari bisa menemukan dalang permasalahan dari semua kekacauan yang terjadi.


"Baiklah kalian boleh keluar sekarang."


Laki-laki itu adalah Adelio Rasyad, Ceo dari salah satu perusahan besar dinegeri ini, dibawah kepemimpinannya mengalami kemajuan yang signifikan, prestasinya tersebut tentu saja membuat banyak orang segan terhadapnya, saat ini perusahaan cabang dibawah naungannya tengah mengalami masalah yang belum menemui titik orang, itu sebabnya Adelio uring-uringan dan gampang meledak.


Muda,  tampan, tajir melintir, maka pada posisi ini, nikmat Tuhan mana lagi yang akan Adelio dustakan. Secara kasat mata, Adelio atau akrab disapa Lio merupakan pria sempurna tanpa cacat, kesempurnaan yang dimiliki dalam segala segi menjadi faktor Lio banyak dikeremuni kaum hawa yang berusaha memikat hatinya, dalam kamus seorang Lio tidak pernah yang namanya harus bersusah payah mendekati wanita, wanitalah yang secara suka rela menyodorkan dirinya, tapi tenang, Lio adalah tipe laki-laki yang tidak gampang jatuh cinta, tapi sekalinya jatuh cinta beuuhh, bucin banget dia, apapun akan dilakukan untuk orang yang dicintai, bahkan langit kalau bisa dibeli akan dibelikan buat sang pujaan hati, dan wanita beruntung yang menaklukkan hati seorang Adelio Rasyad adalah Cleopatra Sukama Atmaja. Sekilas tentang Cleo, Cleo merupakan model papan atas, secara fisik sangat jelas cantiknya luar biasa, secara gitu model mana ada yang tidak cantik, dengan tubuh tinggi dan ramping dengan rambut hitam panjang menjuntai indah bak iklan shampo. Lio begitu sangat mencintai Cleo, perempuan yang sudah menjadi pujaan hatinya selama satu tahun belakangan ini, bahkan Lio berencana untuk melamar Cleo.


Ponsel Lio berdering yang menandakan adanya panggilan masuk, dilayar tertera sebuah nama yang membuat Lio yang kini masih diselimuti amarah langsung lenyap deh tuh amarahnya hanya melihat nama kekasihnya, iya, yang nelpon  adalah Cleo.


"Iya baby." suara Lio ketika bicara dengan sang pujaan hati begitu lembut, terlihat jelas kalau dia benar-benar mencintai sang pujaan hati.


"Beb, kamu jadikan jemput aku, katanya kamu mau ngajakin aku makan siang terus jalan-jalan, jangan bilang kamu lupa ya." suara itu terdengar begitu sangat manja.


"Aku pastinya gak lupa sayang, kamu tungguin aku, aku akan sampai dalam waktu dua puluh menit."


"Oke baby, bay."


Lio bergegas keluar dari ruang kerjanya, menemui Rafa yang merupakan sahabat sekaligus merangkap sebagai tangan kanannya dikantorm

__ADS_1


"Raf, cabut."


"Cabut, maksudnya apa nieh bos."


"Ya kita pergi sekarang."


"Pergi, setau gue bos gak punya janji diluar dengan klien." heran Rafa.


Karna mereka sudah lama bersahabat, meskipun berada di lingkungan kantor, mereka tetap ber-gue elo, terkesan tidak profesional seih, tapi entah mengapa kalau menggunakan kata saya dan aku membuat mereka merasa geli mendengarnya.


"Gue punya janji yang lebih penting dengan calon istri sekaligus calon ibu dari anak-anak gue." sambil mengatakan hal itu, wajah Lio terlihat cerah, secerah matahari yang bersinar dilangit.


"Ketemu Cleo lagi, bukannya kemarin bos udah ketemu dan membelikan Cleo perhiasaan mahal."


"Emang apa salahnya ketemu orang yang kita cintai sesering mungkin."


Dalam hati Rafa menjawab, "Memang gak ada yang salah, tapi pekerjaan jadi terbengkalai gara-gara wanita itu, apalagi kalau udah ketemu, lo bisa-bisa gak inget waktu, kalau bos sepuh tahu, bisa di cabut nieh perusahaan dari tangan lo." keluhan yang hanya bisa disampaikan dalam hati, mengingat orang yang jatuh cinta itu buta, gak peduli dengan saran orang lain, "Lio, gak bisa apa nemuin Cleonya setelah jam kantor selesai, takutnya Bos sepuh datang lagi ke kantor." yang dimaksud bos sepuh oleh Rafa adalah kakeknya Lio, meskipun sudah menyerahkan perusahaan sepenuhnya pada Lio, tapi dia juga sering insfeksi dadakan melihat kinerja Lio, meskipun kinerja Lio memuaskan, tapi itu sang kakek masih belum mempercayai Lio sepenuhnya.


"Lo tenang saja, kakek gak bakalan datang, dia lagi cake up soalnya."


"Apa beliau baik-baik saja."


"Iya, ini hanya cake up rutin."


"Syukurlah."


"Raf, kenapa malah bengong."


"Jadi cabut sekarang."

__ADS_1


"Gak, besok, ya sekaranglah."


"Mona, kalau ada yang mau bertemu dengan bos, bilang bos lagi tidak bisa diganggu." pesan Rafa pada Mona sekertaris Lio.


"Baik pak.


Mereka berjalan ke arah lift khusus direktur, Rafa tidak henti memperhatikan sang bos yang terus menyunggingkan senyum, yah hanya Cleo yang bisa membuat Lio tersenyum, bisa dibilang Cleo adalah  pawangnya Lio, Rafa hanya berharap Cleo memiliki perasaan yang tulus pada Lio mengingat bagaimana Lio begitu sangat mencintai gadis itu, gak tahu deh apa yang terjadi dengan Lio kalau Cleo sampai menghianatinya, masih jelas dikepala Rafa bagaimana hancurnya Lio ketika Ariana cinta pertama Lio pergi meninggalkan Lio, Lio butuh waktu yang cukup lama untuk menata hatinya kembali.


Di dalam mobil.


"Raf."


"Hmmm." fokus nyetir.


"Menurut lo, bagaimana kalau gue ngelamar Cleo."


Rafa memutar lehernya untuk melihat keseriusan Lio dengan kata-katanya barusan, "Serius lo."


"Menurut lo."


"Dilihat dari raut wajah lo sieh, lo serius mau jadiin Cleo makmum lo, tapi bagaimana dengan bos sepuh, beliaukan tidak menyukai Cleo."


Lio mengembuskan nafas berat, hal tersebut yang mengganjal di hatinya, dia selalu bertanya-tanya, kenapa kakeknya tidak menyukai Cleo bahkan ketika pertama kali melihat Cleo, sedangkan papa dan mamanya sieh oke-oke saja, bahkan mamanya sangat mendukungnya  jika dia bersama dengan Cleo, kata mamanya, Cleo cantik dan anggun, cocok jadi anggota keluarga.


"Apa gue buat Cleo bunting kali ya, kalau Cleo buntingkan kakek gak punya pilihan lain selain memberi restunya."


"Buntingin  Cleo, gila lo ya, jangan hanya karna tidak di restui lo ngambil jalan sesat begitu, kalau Cleo bener cinta sama lo, seharusnya dia berusaha donk meluluhkan hati bos sepuh."


Lio tidak merespon saran Rafa, dia malah mengistirahatkan kepalanya yang penuh dengan beban disandaran kursi.

__ADS_1


**********


__ADS_2