
Semalaman Leta tidak bisa tidur setelah mengetahui penyebab sikap Boy berubah, Leta patah hati tentu saja, apalagi saat mengetahui penyebab Boy patah hati adalah Naya, dia tidak pernah menyangka kalau selama ini Boy menyukai Naya.
"Pantas saja Boy terlihat kaget saat mengetahui mbak Naya sudah menikah, gue gak nyangka ternyata selama ini dia menyimpan rasa sama mbak Naya." gumamnya sedih.
Karna tidak tidur semalaman, lingkaran hitam dibawah matanya tercetak jelas, ditambah dengan matanya juga bengkak karna semalaman menangis. Dan sekarang meskipun gelap berubah terang dan dia ada mata kuliah pagi ini, tapi Leta sedikitpun tidak mau beranjak dari tempat tidurnya, dia hanya ingin bergelung dibawah selimut mengasihani dirinya yang tengah patah hati yang membuat dirinya tanpa sadar kembali sesenggukan karna tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang teramat sangat.
"Hiks hiks, gue fikir Boy selama ini suka sama gue, dia begitu penuh perhatian, tapi ternyata gue salah, dia menyukai orang lain, dan orang lain itu adalah mbak Naya, orang yang sudah gue anggap kakak gue sendiri, hiks hiks, sakit banget rasanya." Leta memegang dadanya yang terasa nyeri.
Tok
Tok
Pintu kamarnya diketuk dari luar disertai oleh suara mamanya, "Leta, sudah jam berapa ini nak, ayok bangun, bukankah kamu ada kuliah pagi ini."
Namun Leta yang tengah patah hati akut tidak merespon panggilan mamanya.
Sampai terdengar suara pintu yang didorong dari luar.
"Astaga anak ini, sudah jam berapa ini Leta, kamu ini masih saja betah bergelung dibawah selimut." sang mama berkacak pinggang melihat onggokan tubuh Leta yang terbungkus selimut, "Ayok bangun Leta, kamu ada kuliahkan pagi ini."
Bukannya mendapat jawaban atas omelannya, sang mama malah mendengar suara isakan dari balik selimut, dan itu membuatnya khawatir dan mendekati tempat tidur, "Kamu kenapa nak, apa kamu sakit." mama Rina menyingkap selimut untuk melihat keadaan anak gadis semata wayangnya, dan dia bisa melihat wajah anak gadisnya bengkak karna menangis semalaman.
"Ya Tuhan Leta, apa yang terjadi nak, kamu sakit, mana yang sakit sayang, beritahu mama."
Leta menubruk tubuh mamanya dan menumpahkan semua duka laranya dipelukan wanita yang telah melahirkannya dan membesarkannya itu.
"Ini yang sakit mama." Leta menunjuk area hatinya.
Tidak perlu penjelasan lebih lanjut, mama Rina lebih daripada mengerti saat sang putri menunjuk area dibagian hatinya, dia tahu putrinya saat ini tengah mengalami patah hati, entah siapa yang membuat putrinya ini patah hati, entahlah, mama Rina tidak tahu karna selama ini dia tidak pernah melihat Leta dekat dengan seseorang.
"Dia tidak mencintai Leta ma, dia mencintai teman Leta, Leta sedih dan patah hati." Leta mengadu pada mamanya.
Mama Rina sebagai ibu yang baik, dia tidak membiarkan putrinya larut dalam kesedihan, dia berusaha menghibur. Mama Rina mengelus rambut putrinya yang kusut dan berkata, "Kamu yang sabar ya sayang, kamu itu cantik, banyak yang mau sama kamu, kalau dia tidak suka sama kamu ya sudah, kamu bisa mencintai laki-laki yang juga mencintaimu."
__ADS_1
"Memang banyak yang mau sama Leta ma, tapi Leta hanya suka sama dia, Leta menyukainya sejak SMA."
"Mama yakin itu hanya perasaan sesaat saja sayang, coba deh kamu coba buka hatimu untuk cowok lain, mama yakin kamu pasti bisa move on."
"Leta tidak yakin bisa ma."
"Kamu tidak akan tahu kalau kamu tidak mencobanya sayang." lisan mama Rina sabar, "Jadi cobalah untuk membukanya untuk laki-laki lain, laki-laki yang mencintaimu dengan tulus."
Leta mengangguk dan akan mencoba untuk mengikuti saran mamanya, dia akan berusaha untuk melupakan Boy dengan cara membuka hatinya untuk laki-laki lain.
****
Cle, kamu dimana, aku ingin bertemu dengan kamu.
Lio mengirim pesan pada Cleo begitu jam kantor berakhir, dia ingin mengakhiri hubungannya dengan Cleo secepat mungkin.
Aku di apartmen sayang, kamu kangen ya sama aku.
Tidak mengindahkan bunyi pesan yang dikirim oleh Cleo, Lio membalas,
Oke, aku tunggu sayang.
Dan setelah mengirim pesan tersebut, Lio langsung berdiri dan berniat untuk menemui Cleo langsung di apartmennya, menurut Lio, itu adalah tempat yang paling tepat, karna kalau Cleo mengamuk atau tidak terima akan keputusannya, setidaknya mereka tidak akan menjadi tontonan banyak orang.
Lio menjalankan mobilnya menuju apartmen Cleo, dan begitu tiba didepan pintu apartmen kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi mantan, dia tidak langsung masuk seperti sebelum-sebelumnya, dia menekan bel yang terdapat didekat pintu.
Tidak lama, pintu apartmen terbuka, memampangkan wajah cantik dan senyum menawan Cleo, wajah dan senyum yang dulunya selalu membuat Lio cinta mati, tapi sekarang, cinta itu hanya untuk Naya istrinya, gadis lugu dan baik hati yang saat ini tengah mengandung buah hatinya.
"Hai sayang." sapa Cleo ceria, dia tidak punya firasat sedikitpun kalau sebentar lagi dia akan mendengar berita buruk, "Aku sudah menunggu kamu sejak tadi lho, ayok masuk." Cleo kemudian melilitkan tangannya dilengan Lio, dan Lio membiarkan Cleo melakukan hal itu dan menuntun dirinya ke ruang tamu.
"Aku senang banget lho sayang kamu datang, tahu tidak, aku kangen banget sama kamu." Cleo kemudian melingkarkan tangannya memeluk pinggang Lio.
Lio dengan segera melepas rangkulan Cleo, dia tidak mau berbasa-basi, dia langsung pada intinya, "Cleo, aku ingin kita mengakhiri hubungan kita." ucapnya dalam satu tarikan nafas.
__ADS_1
"Hahaha." Cleo yang mendengar hal tersebut hanya tertawa, fikirnya Lio hanya bercanda, "Gak lucu ya sayang bercandanya."
"Aku serius Cle, aku ingin kita mengakhiri hubungan ini."
Seketika Cleo langsung memasang wajah serius, dia menatap Lio tajam, "Apa maksud kamu Lio."
"Maafkan aku Cle, aku ingin kita mengakhiri hubungan ini." ulang Lio.
"Maksud kamu, kamu memutuskan aku begitu." suara Cleo meninggi.
"Maafkan aku Cleo."
"Kamu tidak seriuskan Lio, kamu bercandakan." Cleo masih menolak untuk percaya.
"Maafkan aku Cleo, tapi aku serius, aku ingin kita mengakhiri hubungan kita."
"Tidak bisa, kamu tidak boleh memutuskan aku begitu saja Lio, kamu tidak boleh seenaknya begitu denganku." Cleo benar-benar berteriak tidak terkendali, dia tidak terima diputuskan begitu saja oleh Lio, karna selama ini dialah yang selalu mencampakkan laki-laki, seharusnya dia yang mencampakkan Lio, tapi karna Lio adalah tambang emasnya, makanya dia tidak pernah berniat sedikitpun untuk melepaskan seorang Adelio Rasyad, seorang pewaris kerajaan bisnis kaya raya dikota ini.
"Kamu pasti bisa menemukan yang jauh lebih baik daripada aku Cleo."
"Memang bisa, tapi aku tidak akan bisa menemukan laki-laki yang dengan mudah memberikan apapun yang aku inginkan seperti kamu." jawabnya dalam hati.
"Kamu jahat Lio, kamu jahat." Cleo meringsek dan memukul dada Lio.
Lio berusaha menahan tangan Cleo yang memukulnya dengan membabi buta.
"Kamu jahat, brengsek, kamu memintaku untuk menunggu, dan kamu berjanji akan menikahi aku, tapi sekarang kamu malah mencampakkan aku." seharusnya Cleo tidak perlu berlebihan seperti ini mengingat diakan juga selingkuh dibelakang Lio, tapi yah begitulah perempuan, egois dan tidak terima saat dirinya diputuskan.
"Apa ini karna istri kamu itu, sik gadis kampung itu hah."
"Namanya Naya Cle, jangan panggil dia gadis kampung, dan dia saat ini tengah mengandung anakku."
"Apa." kaget Cleo, dia kembali memukul Lio dengan membabi buta, "Bener-bener brengsek kamu Lio, kamu bilang tidak akan menyentuhnya, tahunya kamu membuatnya sampai hamil begini, bener-bener tidak bisa dipercaya, aku benci sama kamu."
__ADS_1
Lio sadar dia salah, jadi, dia hanya diam dan menerima umpatan yang keluar dari bibir Cleo tanpa membalas, tapi sebenarnya bisa dibilang Lio tidak salah-salah amet, dia sudah memilih jalan yang benar dengan mengakhiri hubungannya dengan Cleo, mengingat Cleo adalah wanita matrek yang hanya menginginkan hartanya dan ditambah lagi dibelakang Lio, Cleo suka bermain gila, jadi, mengakhiri hubungannya dengan Cleo dan memilih Naya adalah hal yang tepat.
***