Istri Yang Tidak Diharapkan

Istri Yang Tidak Diharapkan
CURHATAN NAYA


__ADS_3

"Cepat katakan, siapa yang kamu panggil dengan sayang hah, siapa yang datang kemari." Lio sampai membentak karna tidak sabaran.


Agak ciut juga nyalinya sik Cleo mendengar bentakan dari Lio, bisa dibilang, ini untuk pertama kalinya Lio membentaknya, biasanyakan Lio selalu menatapnya dengan penuh cinta dan berbicara dengan tutur lembut dan halus, "Itu...itu..."


"Itu apa Cleo, bicara yang benar kamu."


Otak Cleo berfikir dengan cepat, "Itu tadi Andin sayang yang datang, sahabat aku yang nelpon kamu waktu."


"Dan sama Andin kamu manggilnya pakai sayang, begitu." cecar Lio tidak percaya begitu saja dengan penjelasan Cleo yang meragukan.


"Itu...hmmm kamu tahukan sayang, kalau biasanya kami kaum perempuan selalu memanggil dengan panggilan sayang, baby atau sejenisnya." Cleo ngeles, "Kalau kamu gak percaya, kamu bisa lihat isi chat aku." Cleo membuka aplikasi chat dan memperlihatkan isi chatnya dengan teman-teman perempuannya, tiap chat itu memang mereka saling panggil dengan panggilan sayang, dan sedikit tidaknya hal tersebut membuat Lio pada akhirnya percaya dan bisa meredam kemarahan Lio.


"Fuihhh, untungnya chat Raka sudah aku hapus." desahnya dalam hati.


"Kalau kamu tidak percaya, aku bisa telpon Andin, dan kamu bisa tanya secara langsung kepadanya kalau kami memang memanggil satu sama lain dengan panggilan sayang." tawarnya untuk lebih meyakinkan.


Cleo akan menghubungi Andin, tidak benar-benar menghubungi sebenarnya, karna Cleo yakin Lio akan menghentikannya, dan benar saja, saat dirinya sudah akan mendial nomer Andin, Lio berkata, "Kamu gak perlu menghubungi temanmu itu, aku percaya sama kamu."


"Syukurlah, kalau aku sampai menghubungi Andin dan tuh anak tidak konek, bisa mati aku." desahnya lega dalam hati.


Lio kemudian duduk disofa, yang diikuti oleh Cleo yang duduk disampingnya dengan tangan masih merangkul lengan Lio, Cleo merebahkan kepalanya dipundak Lio dan mengelus-elus lengannya, "Kamu kok gak bilang sieh sayang kalau mau datang, kamu kangen ya sama aku."


"Hmmm." Lio bergumam.


"Kelihatannya kamu lagi suntuk, bagaimana kalau kita keluar jalan-jalan, agar kamu gak suntuk lagi." tawar Cleo penuh harap, kalau mereka pergi jalan-jalan, otomatis dia bisa minta dibeliin apa saja sama Lio dan Cleo yakin kekasih yang sangat mencintainya itu tidak akan menolak permintaannya, "Bagaimana sayang, kamu maukan keluar jalan-jalan."

__ADS_1


"Boleh."


Cleo tersenyum lebar, "Ya sudah kalau gitu sayang, kamu tunggu sebentar aku ganti baju dulu." Cleo dengan cepat berlari ke kamarnya.


*****


Naya menjawab panggilan vidio yang dilakukan oleh sahabatnya yaitu Eli.


"Nayaaaa." lengking Eli heboh saat melihat wajah sahabatnya itu dilayar.


"Li, jangan teriak-teriak gitu, kamu fikir aku budek apa." protes Naya.


"Biarin aja, habisnya aku kesal sama kamu."


Dilayar, Naya bisa melihat wajah cembrut Eli.


"Pakai nanya lagi, pura-pura polos kamu itu."


"Beneran Li aku gak tahu salah aku apa sama kamu sampai membuat kamu kesal begini."


"Kanaya Azzahra sahabatku tercinta, kenapa kamu tidak memberitahu aku kalau kamu tengah hamil, kalau aku tidak bertemu ibumu dipasar, kemungkinan kamu tidak akan memberitahu aku, emang ya kamu Nay, bahagia kok disimpen sendiri gak dibagi-bagi." Eli memberitahu penyebab dirinya kesal sama Naya.


Wajah Naya langsung berubah murung mendengar ucapan Eli.


Melihat perubahan wajah Naya, Eli yang tadinya kesal agak merasa bersalah, "Nayy, kenapa kamu terlihat sedih, apa ada kata-kataku yang menyinggung perasaanmu."

__ADS_1


Naya berusaha untuk tesenyum, namun senyumnya terasa hambar, "Tidak Li, kamu tidak menyinggung perasaanku kok."


"Ohh syukurlah, aku fikir tadi ada kata-kataku yang menyinggung perasaanmu ." gumam Eli lega, dan dia mulai bertanya-tanya penyebab wajah Naya yang berubah sedih padahalkan menurut Eli, Naya harusnya minta maaf kepadanya karna tidak mengabarinya tentang kehamilannya dan setelah itu Naya akan menceritakan dengan antusias tentang kehamilan pertamanya.


"Nayy, kamu mau cerita sama aku kenapa kamu mendadak sedih begini."


Naya dan Eli bersahabat sejak kelas satu SD, mereka lengket dan tidak bisa dipisahkan, bisa dibilang, Eli adalah sahabat terbaik Naya dan begitu juga sebaliknya, mereka selalu ada dalam suka lebih-lebih dalam keadaan duka, pokoknya mereka adalah best friend forever deh, jika salah satu dari mereka punya masaah, maka mereka tidak segan-segan untuk menceritakan pada satu sama lain, oleh karna, Naya yang sudah tidak sanggup menanggung beban masalahnya yang menghimpit dadanya tergerak untuk menceritakan semuanya pada sahabatnya itu, karna Naya yakin, Eli bisa dipercaya dan bisa menjaga rahasia.


"Li, sebenarnya aku......" dan mengalirlah dengan lancar dari bibir Naya semua masalah yang saat ini tengah dihadapinya, bagaimana dia berusaha kuat untuk menjalani semuanya dan menyimpan masalahnya sendiri, ditengah-tengah menceritakan tentang kisah rumah tangganya yang rumit, Naya sampai meneteskan air mata karna tidak pernah menyangka kalau dia mengalami pernikahan yang seharusnya membuatnya bahagia malah membuatnya harus menanggung derita bathin.


Eli membekap bibirnya, kaget dia karna tidak menyangka selama ini sahabatnya itu menanggung penderitaan bathin sendiri, dia ikut menangis bersama Naya karna merasakan penderitaan yang dialami oleh sahabatnya tersebut, "Ya Allah Nay, kasihan sekali kamu." gumamnya prihatin saat Naya selesai menceritakan kisah rumah tangganya yang penuh drama, "Tega sekali mas Lio, seharusnya dia belajar mencintai kamu seperti kamu yang berusaha melupakan Wahyu dan berusaha untuk mencintainya, apalagi sampai kamu dibuat hamil begini olehnya, bener-bener tidak punya perasaan dia, suatu saat dia akan menyesal Nay karna telah menyia-nyiakan wanita baik dan tulus sepertimu."


"Kamu pasti menderita Nay disana, melihat suami yang seharusnya mencintai kamu mencintai wanita lain dan berniat untuk menceraikan kamu, kamu sungguh wanita yang kuat Nay, aku tidak pernah membayangkan kalau seandainya kalau aku berada diposisi kamu." Eli menangis sesenggukan mendengar kisah rumah tangga sahabatnya yang menyedihkan, ya memang begitu yang namanya seorang sahabat, akan ikut merasakan penderitaan yang di alami oleh sahabatnya.


"Anak ini." Naya mengelus perutnya, membayangkan janin bertumbuh tiap hari dalam perutnya selalu bisa menghibur kesedihannya, "Aku rasa dikirim oleh Allah untuk menghiburku Li, aku tidak menyesal menikah dengan mas Lio meskipun dia tidak mencintaiku, meskipun bayi ini hadir karna kekhilafan mas Lio, dan walaupun awalnya aku tidak mengharapkannya, tapi sekarang, aku benar-benar menginginkan bayi ini, meskipun mas Lio tidak menginginkannya, dia adalah sumber kekuatanku sekarang dan yang selalu membuatku tersenyum, karna bayi ini, aku mampu menghadapi hari-hariku dengan senyum dan aku sudah tidak sabar menunggu kehadirannya di dunia ini." membicarakan tentang sik bayi membuat wajah Naya yang tadinya dibanjiri oleh air mata kini dipenuhi oleh senyuman bahagia.


Dan sekali lagi, suasana hati Naya juga mampu mempengaruhi Eli, kalau tadi dia ikutan menangis karna mendengar kisah pernikahan sahabatnya itu, kini dia juga ikut tertular senyum Naya, "Kamu bener-bener wanita yang luar biasa Nay, aku yakin seyakin yakinnya kalau Lio pasti akan menyesal karna telah menyia-nyiakan kamu."


Naya tersenyum tipis mendengar ucapan sahabatnya itu, kini dadanya terasa plong setelah menceritakan masalahnya yang selama ini dia pendam sendiri, "Makasihnya Li karna telah mau mendengar curhatku."


"Kapanpun kamu butuh Nay, aku akan selalu ada untukmu, jangan sungkan untuk bercerita atau meminta tolong padaku Nay."


"Sekali lagi, terimakasih Li, kamu adalah sahabat terbaikku, kamu selalu ada untukku."


"Aku akan selalu ada untukmu dan mendukungmu Nay."

__ADS_1


Akhirnya dua sahabat itu mengakhiri percakapan mereka, Naya meminta pada Eli untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang masalah rumah tangganya, termasuk pada kedua orang tuanya, Naya tidak mau orang tuanya sedih dan kefikiran karna itu akan berdampak pada kesehatan ibunya, dan Eli mengiyakan, dia berjanji sama Naya tidak akan menceritkan apa yang telah diceritakan Naya padanya pada orang lain termasuk kepada kedua orang tua Naya.


****


__ADS_2