Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
100


__ADS_3

"Nona Ariana, kau seharusnya cukup memahami sifat dan watak pak Daniel. Jangan membuat masalah dengannya lagi dan membuat pak Daniel marah, itu tidak akan menguntungkan mu, hanya akan membuat mu bermasalah saja, pikirkan dirimu dan juga anak-anakmu!"


"Oke, lakukan saja seperti yang kau katakan tadi!"


Terlihat bahwa Ariana sepertinya sudah setuju dengan nasihatnya, Liki merasa lega dan mulai menjelaskan alasan dia mencarinya.


Setelah mendengarkannya dia terlihat sangat cemas.


Reva benar-benar pergi ke perusahaan Daniel, mengganggu dan mengacaukan dokumen serta membuat lelucon yang begitu kekanak-kanakan sesuai usianya.


Sistem jaringan perusahaan sedang diretas dan dia mencurigainya?


"Nona Ariana, kau jangan menyalahkan pak Daniel. Terakhir kali saat sistem jaringan perusahaan diretas, kami melacaknya dan menemukan alamat mu di IP peretas itu. Jadi yang terjadi sekarang ini pak Daniel juga mencurigai kau yang meretasnya!"


Yang terakhir kali itu bukan dia!


Kali ini juga bukan dia!


Terakhir kali yang meretas itu adalah Deffan, dan kali ini dia ....


Ariana juga memikirkan hal yang sama, bahwa kali ini juga Deffan yang melakukannya.


Beberapa hari yang lalu Deffan telah meneliti teknik peretas tingkat tinggi. Sistem jaringan perusahaan Mahesa grup berulang kali diretas ke mode keluar yang sama persis di praktekkan Deffan beberapa hari yang lalu.


Dan Ariana baru mengerti sekarang, kenapa Daniel menelponnya kemarin.


Reva dan Deffan benar-benar sangat pemberani!

__ADS_1


"Pak Liki, Reva adalah hanya seorang anak kecil. Tolong kau beri tahu Daniel jangan memasukannya ke dalam hati."


"Tak ada gunanya aku memberi tahu pak Daniel. Dia pasti akan datang untuk mencari lagi. Lebih baik kau berpikir bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah ini agar kau tidak mendapatkan masalah lagi."


Jika Daniel datang mencarinya, dia pasti tidak akan mudah untuk melepaskannya!


Dan saat itu, bagaimana harus menjelaskannya?


Ariana melihat tempat tinggalnya sekarang, dan menghitung beberapa kali masalah datang padanya, tiba-tiba dia merasa sangat sial dan mengutuk dirinya sendiri.


"Nona Ariana, lebih baik aku mengirim Tuan muda pulang sekarang juga."


Ariana tampak tak rela, namun dia berpikir berulang kali, tak ada cara lain.


"Kenzie ada di luar, aku akan menemuinya bersama mu."


"Aku tidak mau pulang!"


"Tuan muda, aku tau kau sangat tidak ingin meninggalkan Mama mu, kau dan Mama mu terlihat sangat menyayangi, Mama mu juga keberatan di tinggal pergi oleh mu. Tapi kau juga harus memikirkan Mama mu, kan? Jika papamu mengetahui bahwa kau pergi kesini dan tinggal di tempat seperti ini, Mama kamu akan mendapatkan masalah lagi, Paman takut Mama kamu akan menderita lagi."


Mendengar kata 'mama akan menderita' Kekhawatirannya terlihat jelas di wajah kecilnya. Kenzie menoleh dan menatap Ariana yang berdiri di belakangnya, dia terlihat tersenyum menutupi kesedihannya, namun Kenzie tau kalau Mama sengaja menutupinya dengan sebuah senyuman yang manis.


Melihat Ariana seperti itu, Kenzie terlihat ragu-ragu, tetapi dia merasa bahwa keselamatan mamanya harus di utamakan.


Kenzie menatap Ariana kemudian berlari memeluknya dengan erat.


"Mama, aku tidak ingin Mama menderita, aku akan kembali. Dan aku juga akan sering mengunjungi kalian. Mama jangan sedih."

__ADS_1


Ariana membungkuk dan mengelus kepala Kenzie dengan lembut.


"Iya sayang, kembalilah dan jaga dirimu. Mama akan merindukan mu."


"Aku juga akan merindukan Mama dan juga kedua adik ku ini," Reva dan Revi mendekat dan memeluk Kenzie dengan hangat. Liki yang melihat menjadi terharu melihat keakraban mereka.


"Ayo, Mama gendong antar ke mobil ya."


Kenzie yang digendong oleh Ariana tampak malu-malu. Dia tidak memikirkan betapa dia sangat malu, tetapi dia juga sangat ingin di gendong terus oleh mamanya.


"Kakak, sudah gede kok di gendong?"


"Tidak apa-apa, sejak kecil juga Mama menggendong kalian, dan Kenzie juga akan mendapatkannya dari Mama. Mama bersalah karena tidak dapat menggendongnya sejak kecil." Mata Ariana berkaca-kaca.


"Sudah Mama, sekarang Mama sudah menunaikan keinginan Mama untuk menggendong ku, sekarang aku pulang dulu."


Mereka menatap kepergian Kenzie sampai mobil Liki menghilang dari pandangan mereka, setelah itu barulah mereka masuk. Reva dan Revi masuk kedalam, terlihat wajahnya yang lesu, tidak bersemangat saat Kenzie pergi. Revi tak rela di tinggalkan oleh Kenzie, air matanya mengalir dari mata jernihnya.


"Mama, kapan kakak Kenzie akan datang dan bermain lagi dengan kita?"


Ariana menyentuh kepala kecil Revi dan menghiburnya.


"Nanti dia akan kembali melihat dan bermain dengan kalian, Sekarang biarkan dia pulang dahulu, oke."


"Kenzie kan anak Mama, kenapa Papa tak memperbolehkan mama bertemu dengannya, ku pikir seharusnya ...."


"Reva, Mama belum sempat bertanya, mengapa kau pergi kekantor Daniel untuk mempermainkannya dan merusak dokumennya?"

__ADS_1


__ADS_2