Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
110


__ADS_3

Melihat semua perabot berantakan dan sangat kotor sekali dengan debu, kedua gadis kecil itu tampak sibuk membawanya kebelakang dan membersihkannya.


"Mama, kami berjanji akan membersihkannya."


"Ya Mama, Mama jangan khwatir, kami akan segera membereskannya."


"Mama, ayo?"


"Tidak, kita yang mengotori, jadi kita harus membersihkannya tanpa melibatkan Mama, oke." Reva berkata dengan Revi, kemudian mereka berdua bergegas dengan cepat. Reva ternyata cukup disiplin dan bertanggung jawab.


Revi segera mengambil kain lap dan mengikuti Reva. Kedua anak itu langsung membersihkan ruangan dan juga perabot yang terlihat kotor dari debu dan bekas air.


Melihat kedua sosok yang kecil, begitu gesit dalam bekerja, Ariana tersenyum bangga melihatnya.


Bagai mana mungkin kedua putrinya bisa di katakan tidak berpendidikan oleh Daniel! Dia hanya asal bicara saja!


Melihat itu, Ariana segera membantu mereka. Mereka juga tidak henti-hentinya untuk menolak agar Ariana duduk saja. Tetapi Ariana tetap saja tidak tega melihat mereka bekerja seperti itu, dia segera memberitahu kepada kedua anak gadisnya, bahwa mereka juga harus tetap belajar meski sudah sedikit mengerti.


Di kediaman Daniel


Mobil Daniel masuk ke halaman rumahnya dan turun bersama Kenzie. Kepala pelayan yang melihat itu merasa ada sesuatu yang aneh.


Kepala pelayan itu mengernyit heran. Bukankah barusan dia baru saja keluar drai kamar Kenzie, dan melihat dia sedang bermain dengan tabletnya? Tetapi mengapa dalam sekejap Tuan muda sudah berada di bawah dan terlihat baru saja pulang bersama dengan Tuan Daniel?


Kepala pelayan itu tampak tercengang dan terheran-heran. Apa lagi setelah melihat keadaan Daniel, seluruh badannya terlihat basah dan juga debu yang menempel di rambut dan juga pakaiannya.


"Siapakah air panas!" Sebuah perintah mengangetkan lamunan pelayanan tua itu.


"Baik Tuan."


Deffan terlihat menghela napasnya dengan lega setelah melihat Daniel yang sudah berjalan ke atas.


Masih ada yang lebih penting, kepala pelayan itu tampak mengeluarkan ponselnya dai saku celananya dan mengambil beberapa poto punggung Daniel yang terlihat berjalan ke atas, kemudian dia mengirimkannya ke pada Nyonya Maira yang masih ada di luar negeri.


Melihat sebuah poto di kirim oleh kepala pelayan itu, Maira mengernyit heran.

__ADS_1


Putranya yang seorang pengusaha terlihat begitu semangat dan berbaur dalam pekerjaan di lapangan sekaligus.


Begitu senangnya, Maira sangat penasaran dan segera mengirim pesan kepada Reko untuk memastikannya.


Reko yang baru saja melihat poto yang di kirim mamanya itu, dia berpikir, apakah Ariana sengaja mengadu kepada mamanya?


Apakah Mama sedang penasaran dengan masalah yang baru saja Daniel buat?


"Ma, ini hanya salah paham! Dia di permainkan seperti itu juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tetapi hal ini tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kakak juga."


Di permainkan?


Di permainkan oleh seseorang?


Ketika melihat pesan dari Reko, Maira tampak tersenyum. Sepertinya ada cerita baru nih.


"Apakah benar tidak bisa bisa menyalakan dia?" Maira bertanya dengan sebuah pesan.


"Ma, aku juga tidak mengatakan begitu, tetapi itu juga atas kesalahan-kesalahan yang di buat olehnya sendiri!"


"Katakan dengan jelas, jika kau berniat untuk menyembunyikan sesuatu dari Mama, maka Mama akan mengatur mu untuk menikahi seorang perempuan jalanan!" Maira mengancam Reko.


Sesaat Reko menatap ponselnya, dia sudah berjanji kepada Ariana untuk menyembunyikan identitas ketiga anak itu. Jika dia menceritakannya kepada mamanya, bukankah dia menghianati Ariana?


Tidak, aku tidak bisa melakukan ini!


Tapi jika dia tidak mengatakannya kepada namanya maka .... Aduh .... bagaimana ini. Reko tampak bingung dan terus berpikir.


Reko menyentuh hidungnya dan kemudian teringat akan sesuatu lalu tersenyum setelah menemukan sebuah ide di kepalanya.


Dia pura-pura salah kirim pesan kepada Maira. "Kakak, kau jangan salahkan aku, kau tau Mama seperti apa, aku tidak ingin menikah muda, tatapi aku juga tidak ingin menghianati orang lain, jadi aku hanya bisa membiarkan mu di kerjain oleh anak-anaknya dokter Messa."


Maira terlihat serius sekali membaca pesan-pesan dari Reko. Daniel si bajingan kecil itu masih tak mau melepaskan dokter Messa?


Ternyata penampilannya yang berantakan itu di sebabkan oleh kedua anak-anak dokter Messa, karena sudah mengusik mamanya. Dan di sana Daniel di beri perhitungan oleh kedua bocah perempuan!

__ADS_1


Membaca sampai di situ, Maira terlihat tercengang, dan yang terakhir membuatnya lebih serius dan terkejut sekali.


Meskipun Reko menepati janjinya tidak mengakibatkan keberadaan ketiga anaknya itu, tetapi dia tetap mengatakan kalua Kenzie adalah anaknya dokter Messa, dia adalah Ariana yang beberapa tahun lalu yang Daniel cari. Dia adalah ibu kandungnya Kenzie!


Maira sudah tidak ingin mengetik pesan lagi, dia tidak sabar ingin mengetahuinya yang sebenarnya dengan jelas dan langsung nelpon Reko.


"Ma, kenapa begitu lama di luar negeri? Apakah Mama masih belum puas berkeliling di sana?"


"Jangan membicarakan ini. Aku hanya ingin tau apakah benar dokter Messa adalah Ariana? Dan Messa adalah mamanya Kenzie?"


"Ya, itu sudah pasti, kalau tidak, mana berani aku asal bicara."


"Kalau begitu antara kakakmu dan Ariana ini ...."


"Mereka punya anak. Tetapi antara perasaan mereka berdua aku tidak tau."


Maira tersenyum di ujung telponnya, sekarang dia sudah cukup paham kenapa Daniel selalu mempersulit Ariana selama ini. Ternyata mereka memiliki hubungan yang spesial.


Maira yakin, mereka pasti masih menyimpan perasaan itu.


"Reko, kau bertanggung jawab untuk menjodohkan mereka sebelum aku kembali. Biar kau juga belajar dan paham akan perasaan semacam itu. Kau juga sudah tidak muda lagi, sampai sekarang juga belum mempunyai pacar, apakah kau tidak malu?"


Merasa bawah Maira akan mengoceh dan mengatakan tentang dirinya, Reko segera mengakhiri telponnya dengan alasan ada sesuatu yang harus di kerjakan.


Mamanya yang tersayang begitu menjadi ratu perhatian, dan itu sungguh membuatnya takut.


Baru saja dia ingin bernapas lega, sebuah pesan masuk lagi di layar ponselnya, dan tertera pemilik nama di sana, yaitu pesan dari Mama tersayang.


"Reko ingat ya, urusan jodoh Kakak mu itu harus berhasil ya, jika tidak, maka Mama akan mengirim mu ke negara cina!"


Reko membeku setelah melihat notifikasi pesan dari mamanya dan tidak berani untuk membukanya. Dia terlihat shock sekaligus gelisah. Mamanya benar-benar membuat dirinya terlibat dalam masalah Daniel.


Ini benar-benar tidak adil baginya, kenapa aku harus ikut campur dengan urusan pribadi Daniel? Memikirkan ini Reko tidak tahan untuk tidak menggosok belakang lehernya.


Jika Maira sudah mengatakan seperti itu, maka Mama pasti tidak akan mau tau, dia pasti benar-benar serius dengan ucapannya.

__ADS_1


Reko menghela napasnya berulang kali.


Bersambung .......


__ADS_2