Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
101


__ADS_3

Bagi mana Mama bisa tau? Raut keraguan muncul di wajah Reva yang arogan itu.


"Lain kali jangan melakukannya lagi!" Untuk pertama kalinya Ariana berkata dengan tegas kepadanya.


Reva yang keras kepala, dan dia juga tidak puas dalam hatinya.


"Daniel sangat keji, aku hanya memberikan sedikit pelajaran untuknya, bukankah dia juga pantas mendapatkannya?"


Revi yang berada di sampingnya terlihat mengerjapkan matanya yang bulat.


"Reva, aku juga memikirkannya bahwa dia sangat keji. Dia tidak membiarkan Kenzie bermain bersama kita. Lain kali, kau jangan lupa untuk membawaku ikut serta, dan aku pasti akan membantu mu mencarikan ide."


"Kau mau membuat mencari ide?"


Reva memutar matanya dengan arogan.


"Lupakan saja, terlalu sulit bagi ku untuk membawamu."


Setelah bicara, Reva melangkahkan kakinya dan pergi dari hadapan Revi.


Revi menunjukkan wajah sedihnya kemudian cemberut dengan ekspresi yang sangat sedih.


"Mama, lihat dia ..."


Ariana baru tahu kalau bukan Deffan saja yang berani, tetapi kedua putrinya juga sangat pemberani.


Di rumah mewah.


Deffan menerima telpon dari Ariana dan mengatakan kalau Kenzie sudah pulang bersama Liki, mungkin tidak akan lama lagi akan sampai di rumah. Deffan segera memikirkan bagai mana caranya untuk menyelinap pergi tanpa seorang pun mengetahuinya.


Kepala pelayan datang membawa susu untuknya.


"Tuan muda, susunya di buat sesuai permintaan mu, kau bisa mencobanya sekarang."


"Oke, setelah minum susu, aku mau tidur sebentar. Jangan mengganggu tidurku."


"Baik Tuan muda."


Deffan mengambil susu dan menyesapnya sampai setengah gelas, kemudian menyesapnya lagi sampai habis. Dalam dua kali tegukan gelas susu itu sudah kosong. Deffan meletakkan gelas di atas meja sembari menyeka mulutnya, lalu pergi ketempat tidur.


Kepala pelayan itu melirik Kenzie dan tersenyum tipis. Jika Tuan besar tau kalau Kenzie bisa makan dan minum, serta tidur dengan cukup, dia akan senang mendengarnya.


Setelah pelayan itu keluar dan menutup pintu kamar. Deffan melihat ke luar jendela dan memastikan tidak akan ada orang yang melihatnya. Setelah merasa cukup aman, dia keluar melalui jendela. Dia tampak seperti layaknya pencuri kecil saja. Dan pada saat itu Reko melihatnya secara kebetulan saat mobilnya masih berada di luar. Reko mengernyitkan keningnya.


Kenzie?

__ADS_1


Mengapa anak itu keluar dari jendela seperti itu? Reko memperhatikannya dengan penasaran.


Deffan meninggalkan rumahnya dan bersembunyi di suatu tempat. Kemudian terlihat sebuah taksi berhenti di dekat rerumputan yang tinggi, tidak begitu lama, Kenzie keluar dari balik tanaman itu dengan tergesa-gesa langsung naik dan taksi dan pergi.


Tentu saja Reko tidak akan diam saja, dia mengikuti taksi itu secara diam-diam.


"Mungkinkah Kenzie sedang mengalami sakit mental lagi?"


Di dalam mobilnya, Reko tidak habis pikir, apa yang akan Kenzie lakukan? Dia mau pergi kemana? Kenapa dia seberani ini?


Tiba di perempatan jalan yang tidak jauh dari rumah besar Daniel, mobil Reko berpapasan dengan mobil Liki yang melaju kearah rumah.


Setelah jarak antara kedua mobil itu cukup dekat, Liki pun menghentikan mobilnya untuk menyapa adiknya pak Daniel. Bagai mana pun, dia adalah Tuan kedua dari keluarga Mahesa group.


Tetapi Reko yang sedang terburu-buru mengikuti Kenzie, dia hanya menekan klakson mobilnya dan mobil itu pun melesat dengan kecepatan tinggi.


Kenzie yang sedang duduk di mobil Liki mendengus dingin.


"Lihat lah sikapnya, dia sedang terburu-buru, jadi lain kali tidak usah mempedulikannya."


"Tuan muda, Tuan kedua juga sangat menyayangi mu, dia hanya terlihat lincah dan ceria."


Liki heran melihatnya, dan hanya menggelengkan kepalanya sambil memacu gas mobil kemudian masuk ke halaman rumah mewah itu.


Reko sangat suka menggodanya sejak kecil, maja dari itu Kenzie selalu mengingatnya, jadi Reko tidak memiliki kesan yang baik di hati Kenzie sejak dia kecil.


Dia juga dengan senang hati menantang dan melawan keponakan sulungnya ini.


Dengan keadaan seperti itu, mereka menjadi bermusuhan dan Kenzie tidak menyukai Paman Reko. Bila bertemu mereka selalu saja bertengkar.


"Aku akan masuk sendiri, kau pulanglah."


Liki terkejut mendengar ucapannya bahwa dia tidak mengizinkannya untuk mengantarnya masuk. Apa dia masih ingin pergi secara diam-diam ke rumah Ariana?


"Kalau begitu aku akan pergi setelah melihat mu masuk."


Kenzie mengerti apa yang Paman Liki maksud, dia hanya takut ketahuan oleh kepala pelayan rumah. Deffan telah bertukar posisi menjadi Kenzie selama beberapa hari ini, dan tiba-tiba Liki mengantarnya pulang, dia takut pelayan akan mencurigainya dan dia akan kesulitan untuk menjelaskannya.


Kenzie yang sebenarnya melirik Liki dengan arogan dan melangkah masuk.


Baru saja dia melangkahkan, pelayan pelayan itu bertanya dengan heran, dia mengernyitkan keningnya tidak mengerti.


"Tuan muda, bukankah kau sedang tidur?"


"Aku sedang tidur berjalan!"

__ADS_1


Hahahaha, mana ada orang tidur bejalan.


Kepala pelayan itu melebarkan matanya mendengar jawaban Kenzie yang sedikit humor. Dia menggaruk belakang kepalanya, menatap punggung Kenzie yang memunggunginya berjalan ke arah Kamar.


Sementara Liki baru paham, Ternyata Tuan muda menggunakan alasannya tidur untuk menyelinap pergi ke rumah Ariana, Liki menggelengkan kepalanya beberapa kali.


Benar-benar anak yang banyak akal!


Baru saja dia kembali ke dalam mobil dan duduk di depan pengemudi, tiba-tiba ponselnya berdering dengan nyaring. Melihat ID pemanggil itu, dia pun langsung mengangkatnya.


"Apakah kau sudah menemukan tempat tinggal Ariana?"


"Sudah pak Daniel, saya sudah menemukannya."


"Di mana?"


"Dia .... Pak Daniel, dia sudah sangat menderita, apa sebaiknya jangan ganggu dia lagi, biarkan dia pergi ...."


"Alamat!"


Ucapan Liki itu tidak dapat membuat Daniel untuk mendengarkannya, jadi tidak ada pilihan lain selain memberitahu alamat tinggal Ariana sekarang.


Setelah menutup telponnya, Daniel mengernyit, wanita itu benar-benar pindah lagi seperti kucing beranak saja, terlebih lagi sekarang dia malah pindah ke daerah kumuh.


Dia berpikir, jika dia pindah ketempat kumuh itu, dia bisa berpura-pura terlihat menyedihkan, lalu dia jadi tidak perlu bertanggung jawab atas segala perbuatannya.


Jangan mimpi!


Daniel bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kantor.


Sementara Reko terus mengikuti taksi yang ditumpangi oleh Kenzie sampai di perkampungan kumuh di ujung jalan. Dia menghentikan laju mobilnya setelah melihat taksi itu berhenti di sana. Tak lama kemudian, Kenzie turun dan menutup pintu mobil itu. Lalu bocah itu berjalan kesebuah bangunan yang tampak rapuh dan kusam itu. Bangunan itu seperti akan runtuh kapan saja jika ada bencana gempa atau angin kencang. Tapi untuk apa Kenzie datang ke sana?


Reko terus memperhatikan Kenzie dari kejauhan, dia pun turun dari mobil.


Reko diam-diam mengikutinya dari belakang, dan tiba saatnya di tempat gedung kusam itu, Kenzie terlihat mengetuk pintu beberapa kali kemudian masuk. Jantungnya pun seakan-akan mau loncat.


Apakah Kenzie menjadi target para penculikan? Dia di bujuk dan mengikuti instruksi untuk datang kesini dengan bodoh?


Memikirkan ini dia merinding.


Melihat pintu yang sudah tertutup rapat, Reko dengan gelisah menatap pintu itu. Apa yang akan terjadi di dalam, dan Kenzie mau diapakan oleh orang itu?


Dengan pikirannya seperti itu, dia tidak pikir panjang lebar lagi, dia segera keluar dari persembunyiannya dan mengulurkan tangannya menggedor pintu dengan keras.


****

__ADS_1


hai kk, tap tap ya setelah membaca.


__ADS_2