Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
140


__ADS_3

Daniel mendengar percakapan Deffan dan Kenzie. Seketika dia mengetahui bahwa Ariana akan pergi ke villa Green View, wajahnya yang tampan dan dingin itu langsung muram.


Bagaimana jika wanita itu menyukai villa Green View? Dan setelah melihatnya dia mengambil keputusan akan tinggal di sana?


Tidak, di juga harus pergi ke sana besok.


Pagi-pagi sekali, Daniel membawa Kenzie dan Deffan pergi ke kediaman Ariana.


Daniel melihat rumahnya yang baru, Daniel langsung mengernyitkan keningnya. Seorang wanita yang tinggal di tempat seperti ini tiba-tiba memiliki tempat yang bagus seperti villa Green View.


Ariana terlihat senang dan terkejut saat melihat Kenzie dan Deffan datang secara tiba-tiba.


"Klian ...," Ariana tampak mengembangkan sebuah senyuman yang cukup manis pagi hari ini.


"Mama baru saja ingin menjemput kalian, mengapa kalian begitu langsung kemari tanpa memberi tahu Mama?"


"Kami datang bersama Papa, Papa yang akan mengantar kita melihat villa Green View itu."


Ariana baru menyadari kalau Daniel sudah berdiri di depan pintu pagar halaman rumahnya.


Ketika dia melihat wajah Daniel yang kaku dan dingin itu, dia langsung menyapanya dengan ramah.


"Hai pak Daniel, selamat datang .., tetapi rumah ku kecil dan sempit, kau tidak perlu repot-repot masuk yah. Kau tunggu saja di luar sana!"


Ariana berkat dengan senyuman menggoda.


Daniel meliriknya dengan enggan. Memangnya dia pikir Daniel akan masuk dan duduk, lebih baik di luar saja, udaranya jauh lebih segar.

__ADS_1


"Waktu terus berjalan, cepatlah!" Desk Daniel dengan kasar.


Ariana bergegas berjalan ke kamar Reva. Dia takut Daniel akan lama menunggunya, hingga Ariana mendesak Reva untuk segera berkemas.


"Mama, aku sudah selesai, aku sudah siap untuk pergi."


"Baiklah!"


Kedua anak itu begitu bersemangat untuk menceritakan tampak villa dan keadaannya. Deffan dan Kenzie ikut beserta mobil Ariana, dia mengabaikan mobil Daniel yang sudah terbuka pintunya, sementara Ariana bercerita dengan riang bersama Reva dan Revi.


Melihat Kenzie dan Deffan naik ke mobil Ariana yang kecil dan jelek itu, Daniel merasa bahwa kedua putranya sudah menghianatinya. Mereka malah ikut pergi dengan mobil Ariana. Tiba-tiba Daniel merasa dia belum cukup baik di bandingkan dengan mamanya anak-anak itu.


Deffan tak habis-habisnya menceritakan villa Green View itu, Reva dan Revi mendengar dan wajah mereka terlihat berseri-seri, seakan berharap banyak pada tempat itu.


Ariana yang mendengar cerita Deffan, dia mencobanya mengingat apa yang masih dapat dia ingat tentang villa Green View yang di ceritakan Deffan itu, sepertinya, dari sisi cerita Deffan, Ariana merasakan perasaan yang begitu sulit di ingat.


Dia tidak tau setelah dia dapat masuk kedalam villa itu nanti, apakah dia akan merasakan perasaan yang berbeda?


Daniel yang berada di dalam mobil mewahnya tampak memejamkan matanya beberapa kali, menenangkan pikirannya, peristiwa-peristiwa dari masa lalu muncul secara bergantian di dalam ingatannya.


"Kakak, ini karangan bunga yang aku buat untuk mu dan ini makanan yang di buat oleh ibuku, ini aku berikan kepada mu semuanya."


"Kau memberikannya kepada ku semuanya? Lalu apa yang akan kau makan nanti?"


"Aku masih memilikinya cukup banyak di rumah, kau bisa memakannya."


"Kakak, mereka sengaja mengganggu mu, aku akan membantu mu untuk melawan mereka!"

__ADS_1


Peristiwa itu datang silih berganti di dalam ingatannya, hati Daniel merasa teriris, dan dia pun tidak bisa menahan diri untuk mengepalkan tangannya. Jika gadis itu masih hidup, dia seharusnya menjadi wanita yang sudah besar dan cantik sekarang. Tidak, bukan. Mungkin saja dia sudah menikah dan memiliki anak!


Tak terasa mobil Daniel tiba di depan villa Green View. Setelah keluar dari mobil, supir itu menoleh ke arah.


"Tuan, sepertinya mobil nona Ariana tertinggal di belakang."


"Biarkan saja, ayo kita masuk duluan saja."


"Baik pak Daniel."


Beberapa menit kemudian, mobil Ariana juga memasuki villa Green View dan memarkirkan mobilnya dengan mantap.


Revi yang sejak tadi mendengar cerita Deffan, begitu mobil Ariana berhenti, dia dengan sangat penasaran langsung turun dari mobil dan berlari ke dalam villa itu. Di ingin melihat bunga yang sangat indah, bunga seperti yang di ceritakan oleh Deffan.


Matanya berbinar ketika berdiri di depan pintu masuk villa itu. Dan dengan tak sabar di lngsung berlari dengan cepat dan tak melihat anak tangga yang berada di depannya, hingga dia terjatuh ke lantai dengan keras.


"Mama ..., sakit!"


Air mata sudah membanjiri pipinya. Dia menahan rasa sakit itu. Dan tiba-tiba dia tidak bisa menahannya lagi, dia pun langsung berteriak.


"Huaaa ...."


Ariana lngsung berlari ketika mendengar teriakan Revi dari dalam. Dan Ariana lngsung menggendongnya.


"Dimana yang terluka? dimana yang sakit?"


Revi yang sudah terlihat semerawut itu menunjuk ke arah lengannya yang gemuk, lalu menunjuk ke kaki kecilnya dan montok.

__ADS_1


Ariana berusaha menenangkan Revi dengan menyeka air matanya dengan lembut.


__ADS_2