Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
84


__ADS_3

🌺Like🌺


Esok harinya


Kenzie benar-benar khwatir dengan apa yang akan terjadi antara Papa dan Mama. Awalnya mereka ingin Papa dan Mama memiliki banyak pertemuan hingga mereka saling membutuhkan. Ketika mereka berdua sudah bersama maka keluarga mereka akan di persatukan kembali.


Tapi sekarang malah membuat mereka lebih menjauh kan, bahkan tetap saling bermusuhan. Jika di biarkan mereka berdua akan menjadi musuh seumur hidup.


Kenzie kembali ke dalam kamarnya, diam-diam dia mengirim pesan dengan Deffan.


"Deffan. besok Mama akan memberi perhitungan kepada Papa, apa yang harus akau lakukan di sini?"


Deffan yang baru saja selesai makan, dia kembali ke kamarnya, dan mau memberi tau Kenzie kabar baik. Akan tetapi, ketika melihat pesan dari Kenzie, dia sangat terkejut.


Tadi papa sepertinya baik-baik saja, bahkan suasana hatinya terlihat sedang sangat senang. Tadi Deffan mencoba bertanya kepadanya, apakah boleh mamanya untuk kembali untuk mengantarnya ke sekolah?


Pada saat itu Daniel terdiam, tapi dia juga tidak mengatakan boleh atau tidak. Papa hanya mengatakan kalau tadi dia memberi Mama kue mousse yang indah dari toko kue yang sangat terkenal.


Papa mengatakan dengan senyuman tipis. dia juga menekankan kata-katanya dengan serius bahkan Mama pasti akan menyukai kue pemberiannya!


Tadinya Deffan kira, mereka sudah berbaik hati, dan akan membiarkan Mama untuk pergi ke rumah mewah ini untuk merawat dan mengantar jemput Kenzie saat pergi dan pulang sekolah. Dengan memikirkan itu Deffan sangat senang.


Akan tetapi, mengapa Kenzie mengirimkan pesan seperti ini? Kepala kecil Deffan di penuhi dengan beberapa pertanyaan.


"Kenzie, apa yang terjadi di sana? Bukankah Papa dan Mama sedang berbaikan? Tadi Papa mengatakan kalua dia memberi Mama kue mousse yang sangat indah, apakah Mama tidak menyukainya?"


Melihat pesan Deffan masuk. Kenzie segera membacanya.


"Ini semua karena kue itu?"


Ha ..., Deffan lebih terkejut lagi dan penasaran.


"Ada apa dengan kue itu?" Deffan tidak sabaran, ingin rasanya dia langsung menelpon Kenzie saja, kalu bukan mengingat akan penyamaran mereka akan cepat di ketahui oleh Papa dan Mama, keduanya tidak ingin mereka mendengar percakapannya, maka dari itu, mereka memutuskan untuk mengirim pesan saja.


Kenzie mengetik pesan yang begitu panjang. menceritakan semua kejadian sebenarnya.


Deffan tiba-tiba menyadari setelah mendengar cerita dari Kenzie. Ternyata ini yang membuat suasana hati Papa terlihat baik sekali, Deffan mengira itu karena hubungan Papa dan mamanya membaik. Ternyata dia salah besar, karena dia berhasil mempermainkan Mama!


Dia dengan bodohnya berpikir seperti itu! Wahh ..., pikiran orang dewasa memang sulit untuk di baca.

__ADS_1


Membaca pesan Kenzie, bahwa kue yang di berikan papanya itu benar-benar tidak enak, dan rasanya aneh, amburadul, Deffan jadi ingat sesuatu.


Eh ..., apakah Papa mau membalaskan dendamnya dan membuat perhitungan kepada Mama?


Up ..., sepertinya dia yang memulai masalah ini, Deffan membeku seketika.


"Deffan apakah menurut mu Papa dan Mama akan bertengkar besok? Apakah Mama akan menderita?"


"Mari kita lihat saja besok, kita tidak boleh membiarkan Papa dan Mama bertengkar!"


"Oke kita berjanji." Kenzie membalas pesan dari Deffan.


Setelah berdiskusi melalui sebuah pesan. Deffan memikirkan sesuatu, bagaimana jika mereka benar-benar bermusuhan?


Ini benar-benar membuat hati kecilnya hancur! Wajahnya tampak sedih ketika Memikirkan masalah yang tak kunjung selesai dari kedua orang tuanya.


Esok harinya


Reva yang baru saja bangun tidur, dia segera bertanya kepada Ariana, apakah dia ingat dengan apa yang terjadi semalam?


"Apa?" Ariana tidak bisa menahan untuk tidak mengernyitkan keningnya.


"Mama, semangat juang mu tidak mungkin hilang dalam waktu sekejap malam, kan?"


Setelah Revi mendengar dia langsung berlari menghampiri mereka.


"Ya Mama, kue itu sangat tidak enak, itu membuat aku bermimpi buruk sepanjang malam, aku bermimpi banyak kue yang rasanya tidak enak mengikuti ku terus. Dia meminta ku untuk memakan dan menggigit mereka, kue yang tidak enak itu terus mengejar ku yang berlari! Dia menangkap ku kemudian memaksa agar aku membuka mulut!"


Ariana memandangi kedua putrinya.


"Jangan khwatir, Mama akan membalaskan dendam kalian!"


Kenzie yang baru saja keluar dari kamarnya, melihat tatapan kejam mamanya yang sedang menggertakkan giginya. Jantungnya berdetak kencang, seperti hari ini Papa dan Mama akan berperang.


"Ya, harus membalaskan dendam kita dan kue itu!"


Revi sangat terlihat mendukung Ariana.


Reva mencibir menatap Reva.

__ADS_1


"Jika kedepannya kau tidak ingin memakan kue-kue itu, dikarenakan hal ini, maka kau akan menjadi sekurus, kau akan lebih baik lagi. Kurasa kejadian ini membawa keberuntungan buat mu."


Revi berbalik dan menatap Reva dengan marah.


"Apanya yang baik? Sudah itu adalah hal yang buruk. Kau kan sedang bermusuhan dengan ku dan juga Deffan, kenapa kau malah berbicara dengan ku!"


"Revi, jangan berbicara seperti itu kepada kakak perempuan mu. Apa kamu lupa, Reva semalam langsung memberi tahu mu saat mengetahui kue itu tidak enak rasanya, itu berarti dia peduli dengan mu."


Ariana langsung memperingatkan Revi sebelum mereka berdua bertengkar lagi.


"Ya, aku sudah berbaik hati mengingatkannya, tetapi dia masih saja tidak mempercayai ku." Reva mendengus kesal.


Revi bergumam sambil melirik Reva.


"Siapa suruh, biasanya juga kau begitu menyebalkan."


"Kau ...."


Ariana mengelus dahinya sendiri, dia terlihat tak berdaya. Ya Reva dan Revi memang sering bertengkar dalam kesehariannya mereka. Tapi lebih baik begitu dari pada mereka bermusuhan dan berdiam diri masing-masing.


"Sudah-sudah, jangan bertengkar lagi. Sekarang lebih baik kalian cuci tangan dan bersiap-siap kita makan, oke."


Kedua gadis itu saling tatap, kemudian berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah sarapan, Ariana mengantar mereka bertiga ke taman kanak-kanak. Setelah itu melakukan mobilnya ke perusahaan Mahesa grup.


Setelah memarkirkan mobilnya dengan mantap, Ariana segera menelpon Liki untuk meminta nomor sandi pintu ruangan kerja Daniel.


"Nona Messa, untuk apa kau nomor sandi ruangan pak Daniel? Apakah kau ingin menyelinap masuk?"


Ariana menggertakkan giginya dan berkata dengan hati-hati.


"Ya, kue yang pak Daniel berikan kemarin memiliki rasa yang unik. Aku tidak akan melupakannya seumur hidup ku, maka dari itu, aku juga mau memberi kejutan untuknya."


Di seberang sana, Liki tampak terkejut dan heran, secepat itukah hubungan mereka berkembang, diam-diam Liki tersenyum senang. Jika hal-hal seperti ini terus saja berlanjut, maka pohon besi yang berumur ratusan ribu tahun itu pasti akan berbunga.


"Liki, jangan lupa dengan syarat yang sudah kau setujui waktu itu, kau harus memberi tahu ku nomor sandinya!"


"Jangan khwatir, nanti aku akan mengirimkannya lewat pesan."

__ADS_1


🌺 vote 🌺


__ADS_2