Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
52


__ADS_3

Setelah mengucapkan 'keluar' pada Sela. Daniel meraih tangan Kenzie dan membawanya pergi dari ruang makan.


Tentu saja Deffan dengan puas dengan drama yang singkat ini.


Daniel sangat menyayangi Kenzie. Kali ini dia menunjukkan kepada wanita jahat itu, apa yang akan terjadi jika dia mengadu kepada papanya. Dia bilang dengan sombong waktu itu, bahwa tidak ada gunanya dia mengadu dengan Daniel, tapi lihat sekarang!


Deffan menoleh ke pada Sela yang masih duduk bersimpuh di lantai. Dia tersenyum menatap Sela, dan meletakkannya lidahnya dengan nakal mengejek wanita itu.


Siapa suruh dia menggangu Kenzie, sekarang rasain wek ....


Sela yang melihat Kenzie, wajahnya merah padam menahan amarah. Ingin sekali dia merobek mulut anak nakal itu.


Tetapi selama Daniel masi ada, dia tidak akan berdaya.


Merasa tidak ada gunanya melakukan apa pun saat ini, dia bangun dan berjalan sambil menghentakkan kakinya, keluar dengan perasaan jengkel dan kesal menjauhi rumah itu.


Daniel menutup ruang kerjanya, dan menatap Kenzie dengan wajah prihatin.


Deffan memutar-mutar bola matanya, membuat ekspresi sedih dan mengulurkan tangannya untuk memeluk papanya.


"Papa, aku tidak mau tante Sela yang mengantar jemput ku ke sekolah!"


Dengan ringan Daniel menepuk bahu kecil putranya.


"Jangan khwatir, papa tidak akan menyuruhnya lagi untuk mengantar mu pergi ke sekolah."


Kejadian ini memang salahnya. Dia tidak menyangka Sela akan melakukan hal seperti ini, yang dapat menggangu mental dan emosi Kenzie.


Melihat Daniel yang merasa bersalah, Deffan mengerjapkan matanya dan berkata dengan sedih.


"Papa, aku ingin Mama yang mengantar jemput ku ke sekolah."


Mendengar dia menyebutkan Ariana, ekspresi wajah Daniel langsung berubah. Meskipun Ariana yang lebih dulu mengetahui masalah ini, dia tidak akan membiarkan Ariana untuk mengantar Kenzie ke sekolah, wanita itu sudah berkali-kali membohonginya, apa lagi mengingat dia dengan tega mengirim Kenzie yang masi bayi waktu beberapa tahu yang lalu. Ini lah alasan Daniel membencinya, mungkin kebencian itu akan berlaku seumur hidupnya.


Jika bukan dia yang telah mengobati Kenzie dan menyelamatkan putranya dari sakitnya, mungkin Daniel sudah mencincang tubuhnya, dan memberikannya untuk di santap ikan-ikan hiu.


"Kenzie, besok papa akan menyuruh Paman Reko atau Paman Liki untuk mengantar jemput mu ksekolah."


Deffan menarik napasnya. Papa masih keras kepala membenci Mama. Jika dia bersikeras dengan keinginannya itu, papa pasti akan semakin membenci mamanya.


Sepertinya aku harus mencari cara lain untuk menyatukan Mama dan Papa!


Keinginannya itu sangat besar, untuk mendapatkan keluarga yang utuh, bersatu bersama dan saling menyayangi, Deffan sangat menginginkan itu.

__ADS_1


Daniel yang melihat Kenzie diam tanpa sepatah katapun, dia memberikan waktu satu hari untuk memikirkannya.


Di sisi lain


Kenzie yang di jemput oleh Ariana yang dia kira adalah Deffan oleh mamanya. Karena takut ketahuan, Kenzie bersikap seperti Deffan, dia berusaha lincah dan ceria.


Saat berbicara, dia sengaja tersenyum.


Ariana mengelus kepala ketiga anaknya dengan kasih sayang.


Reva dam Revi terus mengobrol tanpa henti, hingga Ariana tidak terlalu memperhatikannya. Karena Deffan hampir tidak pernah menghawatirkan dirinya.


Pagi harinya, setelah sarapan, Kenzie yang masih di kira Deffan, kemudian di antar ke taman kanak-kanak bersama Reva dan Revi.


Di jam pertama belajar, ibu guru meminta anak-anak untuk melatih keterampilan tangan mereka.


Kenzie sangat berbakat di bidang ini, karena dia pandai bermain lego. Hanya dalam waktu yang sangat singkat, Kenzie sudah membuat dan membentuk banyak mainan mobil sport dengan berbagai bentuk. Dan dia juga membentuk figur Papa dan Mama yang tampak seperti sedang bersama.


Reva yang melihat, dia terpaku dan tidak bisa menahan dirinya untuk memuji hasil karya Deffan. "Deffan kau sangat hebat sekali!" Revi berseru hingga menarik perhatian yang lainnya.


Kenzie menunduk dan diam-diam tersenyum, dia tidak tau apakah dia sudah pintar berakting hingga dia tidak menyadari kalau dirinya adalah Kenzie.


Reva juga terkejut. Kecepatan Deffan membentuk lego lebih cepat dari sebelumnya, kapan dia berlatih?


Sport dan figur manusia!


Di kelas kompetisi ini, Kenzie memenangkan juara pertama. Dan ibu guru memberinya sebuah hadiah bunga kecil, dan sekotak kue rasa coklat.


Revi yang tamak akan kue, dia menjilat bibirnya dengan ujung lidahnya dan menatap lurus ke arah kotak kue yang di pegang Kenzie.


"Kue ini pasti enak, Mama pernah membelinya," Revi berkata sambil melirik Deffan.


Melihat mata adiknya berbinar menatap kue itu, wajahnya yang dingin itu mengukir senyuman tipis di wajahnya, dengan murah hati dia memberikannya kepada Revi.


"Untuk mu saja!"


Revi tersenyum girang menatap Deffan dan langsung mengambil kotak kue itu dengan penuh semangat.


"Deffan, kau baik sekali! Kau memang kakak laki-laki yang terbaik sedunia!" Revi dengan antusias memujinya dengan tulus.


Dia bukan Deffan, tetapi mendengar kakak laki-laki yang terbaik sedunia, Kenzie sangat puas dan bangga.


Revi yang sudah tidak sabar untuk memakan kue tersebut, dia langsung membukanya, dan Reva yang tidak di sangka sangka, berjalan ke arahnya serta dengan tatapan yang sulit di mengerti.

__ADS_1


"Bolehkah kau membagi kue ini? Memakan banyak makanan manis tidak terlalu baik untuk kesehatan mu. Kau sudah terlalu gemuk!"


Seorang gadis gemuk!


"Aku tidak gemuk! Aku bukan gadis yang gemuk!" Revi memutar matanya melirik Reva dengan enggan.


Reva menatapnya dengan cemberut. "Bakso berisi daging, tapi mengatakan kalau tidak punya daging, lucu sekali," Reva tersenyum mengejek Revi.


"Kau. kau, yang berisi daging, kau seperti triplek yang tipis, kau ...."


Revi berbicara dengan sangat kesal, dia tidak tau harus berbicara apa lagi.


Melihat kedua adik perempuannya bertengkar, Kenzie mengerutkan dahinya, dia takut pertengkaran antara mereka akan terus meningkat, hanya se-kota kue kecil dan itu tidak lah setimpal.


Kenzie segera memutuskan: "Keu ini bagilah untuk berdua. Nanti setelah kita pulang, aku akan membelikan untuk kalian lebih banyak lagi!"


Revi sedikit malas, tetapi mendengar Deffan akan membelikannya lagi nanti. Dia cemberut dan membagi kue itu kepada Reva.


Keduanya mulai berbagi secara adil.


Saat bagian terakhir, kue itu tersisa satu. Kenzie juga bingung melihatnya.


Tiba-tiba Revi mengulurkan tangannya dan memotongnya menjadi dua. Revi langsung memakan bagian yang lebih besar, dan menyerahkan potongan yang lebih kecil kepada Reva.


Reva cemberut dan langsung pergi meninggalkan mereka, kemudian dia membagi kue itu kepada anak yang lainnya. Mereka mengeluarkan makanannya dan memberikan kepada Reva. Reva dengan senang hati memberikannya lagi kepada Deffan.


Kenzie melihat anak-anak lainnya memberi makanan-makanan ringan kepada anak-anak lainnya, dia merasa senang.


Revi yang melihat itu, dia juga membagi makanannya kepada yang lainnya, dan dia mendapatkan sebuah permen terbesar. Dia sangat girang, lalu memberikan permen itu kepada Deffan.


Kenzie sangat senang, dia langsung membuka pembungkus permen itu, lalu memasukkannya ke dalam mulut Revi.


Revi menatapnya sambil tertawa ringan.


"Permen ini sangat manis, terimakasih!"


Hari ini Kenzie sangat puas dan senang sekali. Saat memikirkan ini, Kenzie sengat iri kepada Deffan. Dia memiliki kedua adik yang sangat cantik di sisinya, dan teman sekelasnya sangat ramah kepadanya.


Teringat hal-hal buruk yang terjadi di TK Bangsawan, dia tiba-tiba saja ingin menjadi Deffan untuk selamanya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hai hai .....

__ADS_1


Author sudah update ya, ayo mana dukungannya! Author nungguin nih


__ADS_2