
Saat sampai di depan, Revi langsung berlari ke kamar Daniel dia bernapas terengah-engah, kemudian menjulurkan kepala kecilnya menyelinap masuk.
Tidak ada orang di kamar?
Revi tampak aneh, Daniel tidak ada di kamarnya.
Revi menoleh ke kanan dan ke kiri, dan ketika dia menoleh, bamm ... Revi menabrak dua kaki yang panjang.
Revi mengerjapkan kedua matanya yang besar, menengadahkan kepalanya ke atas melihat Daniel yang menjulang tinggi berdiri di hadapannya dengan wajahnya yang dingin.
"Paman."
Revi tersenyum, dia mengingat Daniel membuatnya karangan bunga yang cantik, begitu indah, lalu dia berpikir hubungan mereka seharusnya sangat baik.
Daniel mengernyit menatap Revi.
"kau? Kenapa kau ada di sini? Siapa yang menyuruh mu datang kemari? Apa yang ingin kau lakukan?"
Daniel curiga, mungkin anak kecil ini di ajarin Ariana untuk mengganggunya setelah di tidak dapat membujuknya untuk memakan makanan yang dia siapkan, jadi dia menyuruh anak ini untuk mengganggunya.
"Aku datang sendiri, tanpa sepengetahuan mereka." Revi berkata dengan jujur.
Setelah berkata dia menatap Daniel dengan malu, tatapannya agak aneh.
Daniel tidak mengerti dengan anak itu.
Setelah diam beberapa saat, Revi bertanya kepada Daniel: "Paman, kata Mama, ada sesuatu yang enak di sini. Apa, apakah kau dapat menghabiskannya?"
Daniel menautkan kedua alisnya dengan heran. Ternyata anak ini datang untuk meminta makanan yang enak.
Di sini mana ada makanan yang enak!
Daniel menghela napasnya dan membungkuk untuk menatap Revi.
"Kau ingin makan apa?"
"Aku, aku mau makan udang besar, sup ceker ayam, daging sapi yang enak dan lezat. sate saus Padang dan ...."
Mata Revi berbinar terang, dia menyebut semua nama makanan enak dan lezat, membuat Daniel menelan ludahnya. Di juga belum makan dan setelah Revi mengatakan makanan itu membuat perut Daniel menjadi lapar yang tak tertahankan lagi.
"baiklah, aku juga sudah lapar. Paman akan membawamu kesana."
Revi sangat senang ketika mendengarnya. Mama sudah lama tidak mengajaknya makan enak. Daniel adalah papanya, jadi tidak ada salahnya jika papanya mengajak mengajak ke luar untuk makan enak.
__ADS_1
Revi mengangguk dengan penuh semangat. Daniel mengganti pakaiannya lalu membawa Revi dengan menggunakan mobil marsedez miliknya. Mobil Daniel melaju kencang menuju restoran hotel bintang lima.
"Mama! Mama! Telah terjadi sesuatu!"
Reva berteriak dengan panik.
Ariana langsung berhamburan ke luar mendengar teriakan Reva, dia merasa cemas dan ....
"Revi tidak ada, Ma. Revi hilang, aku sudah mencarinya kemana-mana tidak menemukannya."
Ariana berkeliling mengelilingi villa untuk mencari Revi. Mereka tidak menemukan jejak apa pun.
Ha ....
Hati Ariana terasa kosong, anak anak sudah mencarinya kemana-mana tetapi tetap saja Revi tak di temukan.
Setelah yakin di halaman villa juga tidak dapat menemukan Revi.
Ariana bergegas ke halaman depan.
"Di mana Daniel ?"
"Nona Ariana, pak Daniel sudah pergi ke luar."
Pelayan itu tampak berpikir sejenak, lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku tidak melihatnya sama sekali."
Ariana langsung merasa sedih.
Ariana sangat khwatir. Bersama Deffan dan juga Kenzie, merek mencari Revi kemana-mana, berkeliling di villa itu.
Apa yang harus aku lakukan? Ariana hampir saja menangis memikirkan putrinya itu.
Sudah hampir malam, Revi pergi kemana? Jangan-jangan dia telah di culik seseorang. sebuah pikiran buruk menghampiri benak Ariana. Dia ketakutan dan wajah cantiknya menjadi pucat.
Melihat Mama yang khwatir dan cemas, Deffan dan Kenzie membujuknya.
"Mama, Revi pergi bermain, dia pasti akan kembali sebentar lagi."
"Ya Mama, jangan khwatir, Revi pasti akan kembali."
Revi berbeda dengan kalian, dia tidak begitu mengenali jalan, Mama tidak pernah membiarkan dirinya berjalan sendirian. Mama takut dia tersesat, atau dia di culik orang, bagaimana jika Revi ....
__ADS_1
Berbagi pikiran buruk mulai terbayang oleh Ariana.
Ariana tidak berani membayangkannya lagi, dia bergegas pergi ke luar untuk mencari Revi.
Ketiga anak itu segera menyusulnya.
Ariana berjala sambil memanggil manggil nama Revi.
Malam hari, suasana gelap dan tidak terlalu jelas melihat dalam kegelapan.
Deffan dan Kenzie saling pandang.
"Apakah kita meminta papa untuk membantu mencarinya?"
"Sepertinya ini satu satunya cara."
Kenzie mengeluarkan ponselnya dan menelpon Daniel.
Melihat Id pemanggil, Daniel segera mengangkat telponnya.
"Papa."
"Ada apa?"
"Aku butuh bantuan mu." Kenzie seperti Daniel, dia tidak berkata banyak.
"Bantuan apa?"
"Revi hilang, apakah kau bisa meminta orang untuk mencari dan menemukannya?"
Nada bicara Kenzie seperti memohon.
Deffan bertanya dengan Kenzie dengan penasaran.
"Papa, tidak mengatakan apa pun, dia langsung menutup telponnya."
Ariana berjongkok di jalan. Teringat betapa sulitnya bagi Revi untuk bertahan hidup waktu kecil dulu.
"Revi, Mama bersalah kepada mu, Mama tidak menjagamu dengan baik."
"Mama, ini bukan salah mu."
"Mama, Papa bisa membantu untuk menemukan Revi, kenapa Mama tidak meminta Papa untuk mencarinya?"
__ADS_1
Sebelum Deffan menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba secercah cahaya lampu menerangi jalan. Setelah melihat dengan teliti, ternyata sebuah mobil sedang melaju ke arah mereka.