Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
77


__ADS_3

❤️vote❤️


Kenzie menoleh Ariana, dia merasa kesal dengan sikap Reva. Apakah Mama akan menyalahkannya?


Ariana memandang Deffan, dia tersenyum lembut kepadanya, dia setuju dengan apa yang di katakan Deffan kepada Reva.


Sebelumnya Deffan sangat lincah dan cerdas, dia selalu mengalah pada kedua adik perempuannya, tidak peduli benar atau salah, dia akan mengalah demi adiknya agar mereka bahagia. Ariana merasa senang melihat Deffan dapat berbicara tegas seperti itu kepada Reva.


Reva memiliki sifat yang dingin dan arogan, dia juga suka ngambek. Ariana percaya, suatu saat dia akan mengerti dan memahaminya nanti.


Kenzie mengerjapkan matanya.


"Tidak apa-apa, nanti Mama akan menegur Reva." Ariana mengelus kepala Deffan dengan lembut.


"Yuk turun. Langsung ganti baju ya, Mama akan menyiapkan makan siang buat kalian."


Mereka turun, menyusul Reva yang sudah masuk duluan.


Reko menjemput Deffan yang dia kira Kenzie. Deffan mulai memikirkan rencana untuk membalaskan dendamnya kepada Papa yang sudah menindas mamanya tersayang.


Sampai di rumah, Deffan duduk di kursi coklat setengah lingkaran, matanya yang jernih berkedip-kedip, memikirkan sesuatu dengan sangat serius.


Tidak lama kemudian, dia mendengar suara mobil berhenti di halaman, kepalanya melongo untuk melihat mobil itu. Dan benar saja, mobil marsedez Daniel sudah terparkir dengan mantap di garasi.


Papa yang jahat sudah pulang!


Deffan memutar matanya di kursi tamu tanpa bergerak. Tak seperti biasanya, dulunya dia akan berlari setelah mengetahui papanya pulang, dia akan datang untuk menemuinya.


Tetapi, kali ini dia datang untuk memberi pelajaran kepada papanya yang jahat itu. Untuk membela Mama aku tidak akan berbaik hati padanya.


Daniel masuk melalui ruang tamu, melirik Deffan sekilas, lalu langsung naik ke atas pergi ke ruang kerja. Papa mengabaikannya Deffan.


Mata jernih Deffan meliriknya, kenapa Papa memperlakukan Kenzie seperti ini?


Kepala pelayan menghela napas melihat kedua anak dan ayah itu. Dia menghampiri Deffan.


"Tuan muda, jangan bertengkar lagi dengan Papa hanya karena nona Messa ya. Nanti pergilah makan dengan Papa dan katakanlah sesuatu kepadanya. papamu selalu mencintai dan menyayangimu, melihatmu seperti ini Papa juga sedih."


Mata Deffan mengerjap, ternyata Kenzie marah sama Papa karena membela Mama. Diam-diam Deffan memuji Kenzie dalam hatinya, bibirnya yang kecil tersenyum simpul.


Jika Papa menindas Mama, memang kau harus melawannya!

__ADS_1


Hanya saja cara Kenzie melawannya itu salah, apa gunanya tidak mau makan! Menyiksa diri sendiri menahan lapar.


Harus bisa mendapatkan hasil yang mereka inginkan, itu baru benar.


Sesaat Deffan menatap pelayan tua itu.


"Kau benar, aku akan makan siang dengan Papa nanti, itu pasti akan membuatnya senang!"


Kata senang yang di ucapkan Deffan barusan memiliki makna tersembunyi, dia merencanakan sesuatu.


Bibirnya tersenyum licik.


Deffan memang mirip dengan Kenzie, sulit untuk membedakannya, tingginya pun sama. Hanya sikapnya yang berbeda. Deffan memiliki sifat yang jahil dan nakal apa bila dia merasa terganggu atau merasa sesuatu yang tidak pantas menurutnya, dia akan melakukan sesuatu yang cerdik kalau dia marah atau tidak senang.


Berbeda dengan Kenzie. Jika Kenzie marah, dia akan menunjukkan sikap tegas, langsung mengatakan yang sesungguhnya jika dia tidak suka, sikap dingin dan arogan yang akan dia tunjukkan, selebihnya dia tidak akan bicara.


Kepala pelayan itu mengerutkan keningnya, menatap Kenzie. Bukan karena mendengar kata-kata Kenzie aneh, tapi melihat Kenzie mudah sekali di bujuk. Perubahan sikap Kenzie membuatnya terkejut.


Watak Kenzie dan Daniel sama-sama keras kepala. Tadi pagi dia masih marah dengan Daniel, bahkan tidak mau di ajak bicara.


Tadinya pelayan itu merasa tidak ada gunanya dia bicara dengan Kenzie, apa bila Kenzie mau mendengarkan kata-katanya sedikit saja, walaupun dia akan tetap mengabaikannya, dia cukup merasa senang. Dan barusan sikap Tuan mudahnya ini benar-benar berbeda dari Apa yang dia pikirkan tadi.


Deffan melirik pelayan tua itu yang menatapnya aneh, dia sedikit tegang, apakah pelayan tua ini mengetahui dan curiga dengan rencananya? Deffan terlihat sedikit panik.


"Aku akan pergi ke dapur untuk melihat apakah ada makanan yang di sukai Papa."


Deffan segera berlari ke dapur.


Ini ....


Kenapa Tuan muda tiba-tiba sanga memperhatikan Tuan?


Sikapnya terlalu cepat berubah!


Deffan melihat beberapa makanan yang terhidang sangat cantik dan tertata dengan rapi, dia mengulum bibirnya, tersenyum licik. Dalam benaknya sudah menemukan ide yang bagus untuk mengerjai papanya.


Di ruang baca. Daniel tampak sedang memikirkan sesuatu. Dia bertanya-tanya apakah Liki berhasil membujuk Ariana untuk menerjemahkan dokumen dari negara A itu? saat dia berpikir seperti itu, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"Tuan, sudah waktunya makan siang!"


"Ya ...."

__ADS_1


Dia tersadar dari lamunannya, tetapi tidak bergerak sama sekali dari tempat duduknya.


Melihat tidak ada tanda-tanda Tuannya akan keluar, pelayan itu kembali berkata dari luar tanpa membuka pintunya: "Tuan, tuan muda sudah menunggu anda untuk makan siang, dia sudah berteriak lapar, dan ingin makan bersama anda!"


Daniel mengernyit heran mendengar kata-kata pelayan itu.


Dalam benak Daniel masih menyalahkan Ariana. Ariana yang selalu mempengaruhi Kenzie, sejenak Daniel berpikir kalu Ariana yang sudah mempengaruhi Kenzie untuk tidak makan, tetapi hari ini tiba-tiba Kenzie mau makan bersamanya lagi! Apa namanya kalu bukan wanita itu yang membujuknya.


Putranya yang dia besarkan begitu patuh terhadapnya. Sudah beberapa kali dia tidak makan dengan baik bersama putranya.


Daniel ingin melihat, dan ingin tau, trik apa lagi yang akan Ariana lakukan membujuk Kenzie dengan mengajarinya untuk mengatakan ingin makna bersamanya? Daniel merasa penasaran.


Tidak peduli apa yang Ariana ajarkan kepadanya, yang terpenting sekarang menemani Kenzie untuk makan siang.


Daniel langsung bangkit dari duduknya, dan keluar dari ruangan kerjanya turun untuk menemani Kenzie makan.


Daniel melihat Kenzie yang sedang memakan dua paha ayam dengan lahap. Dahi Daniel mengernyit, Kenzie seperti memang sudah sangat kelaparan. Tapi Daniel merasa aneh, sejak kapan Kenzie menyukai daging ayam? Apakah seleranya sudah berubah?


Daniel menghela napasnya, kebanyakan berhubungan dengan wanita bodoh itu, semuanya dapat berubah!


"Papa, cepatlah makan. Makanan hari ini sangat enak."


Daniel menatap Kenzie sekilas. Bibirnya yang tipis tersenyum kecil melihat makanan yang sebelumnya terus saja ribut karena Kenzie selalu ingin makan masakan Ariana saja. Tapi sekarang dia memakan semua makanan yang ada, dia benar-benar lapar?


Daniel menarik kursi dan duduk di hadapan Deffan.


"Baiklah, sepertinya enak, aku akan mencobanya!"


Daniel mengambil sumpit bambu dan menatap daging rebus yang dengan saus kecoklatan di depannya. Daniel mulai mengambilnya dan memasukkan kedalam mulutnya.


Deffan meliriknya dan diam-diam menundukkan wajahnya sambil tersenyum kecil.


Makanlah, kau akan mengingat rasa itu selamanya.


Daniel mengunyah daging itu secara perlahan-lahan, kemudian keningnya mengernyit.


Rasa macam apa ini? Amis, asin, asam dan pedas ..., aneh sekali rasanya!


Tidak lama kemudian, Daniel memuntahkan semua daging yang ia masukkan ke dalam mulutnya tadi, kemudian mengambil air minum di sampingnya untuk berkumur-kumur. Baru saja dia menyesapnya Daniel memuntahkan lagi air itu.


Airnya juga terasa aneh?

__ADS_1


Daniel segera pergi ke ruang tamu, untuk mengambil teh dan meminumnya, tapi teh ini juga ..., kenapa semua rasanya aneh seperti ini?


❤️like❤️


__ADS_2