
Reva dan Revi terlihat antusias sekali, menemani Kenzie sambil bermain dan mengeluarkan semua mainan mereka.
Kenzie mengernyitkan keningnya dengan aneh, saat dia melihat tumpukan mainan yang di mainkan oleh gadis gadis itu.
"Aku tidak mau mainan ini."
"Kau tidak suka? Lalu kau suka mainan seperti apa?" Revi bertanya dengan wajah polosnya.
Reva berjalan ke satu sisi, kemudian mengeluarkan permainan Lego dan tablet milik Deffan.
"Apa kau suka permainan yang ini? Deffa sangat menyukai ini."
Kenzie tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengulurkan tangannya mengambil permainan lego dan tablet dari tangan Reva.
Revi menyaksikan Kenzie membuat sesuatu dengan lego dan memujinya dengan antusias: "Wah kamu hebat sekali, kamu bisa membuat ini lebih cepat dari Deffan!"
Kenzie menatap gadis imut dan montok itu, kemudian berkata: "Kita bisa membuat yang lainnya secara bersama-sama."
Revi mengangguk. Lalu Kenzie mengajari Revi membuat makanan dan kue favoritnya dia dengan lego itu. Kenzie melihatnya tiba-tiba tersenyum.
Benar-benar anak yang suka makan.
Ariana melihat dan memperhatikan mereka dari jauh dengan hati yang terasa hangat, ia tersenyum.
Di Mansion Mewah
Ketika Daniel sampai di rumah, Daniel mendengar pelayan rumah tangga menghatakan kalau Tuan muda sedang dalam keadaan suasana hati yang baik, dia sedang melukis.
Daniel tampak terkejut.
"Benarkah? Aku akan pergi melihatnya."
Ketika Daniel masuk ke ruang baca, ia melihat Kenzie sedang memegangi pipinya, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Ada lukisan yang belum selesai di sampingnya.
Daniel berjalan menghampiri Kenzie, untuk melihatnya lebih jelas. Daniel baru menyadari bahwa lukisan itu adalah dirinya sendiri.
Lukisan itu sangat ekspresif, mulia dan tampan.
"Ini di gambar dengan baik."
Kenzie membalas tatapan Daniel, lalu mengerjapkan matanya dan berkata dengan gembira: "Papa!"
Ekspresi antusias seoerti ini membuat Daniel melihat orang yang berbeda.
Sebelum dia berangkat ke kantor tadi, Kenzie masih marah dan kesal padanya. Dan tanpa di duga belum lagi satu hari, moodnya sudah berubah.
__ADS_1
Daniel memandang Kenzie dengan terkejut.
"Kenzie, kau ...,"
"Papa, jangan bergerak dulu, biarkan aku menyelesaikan lukisan ini."
Selesai bicara, dia segera duduk, sambil menatap Daniel dan menggerakkan pensilnya dengan tangan kecilnya.
Daniel takut mengganggunya, jadi dia hanya berdiri di sana, tanpa bergerak sama sekali.
Kenzie melukisnya dengan cermat. Setelah selesai, dia mengambilnya dan memberikannya pada Daniel.
"Papa, lukisan ini adalah hadiah dari ku."
Daniel terkejut, senyum mereka dari wajahnya yang dingin dan arogan.
Melihat Daniel yang terlihat senang, Kenzie tiba-tiba memberikan isyarat lambaian tangan pada Daniel untuk berjongkok. Daniel terlihat bingung, tetapi kemudian membungkuk menuruti keinginannya.
Kenzie memeluk lehernya dan memberinya sebuah ciuman.
Ciuman yang tiba-tiba ini sangat mengejutkan Daniel.
Dia menatap mata Kenzie yang penuh dengan kejutan dan kegembiraan.
"Kenzie, papa akan menemanimu berlatih meretas, oke."
Ini adalah favoritnya Deffan.
"Iya."
Kenzie menganggukkan kepala kecilnya dengan cepat. Mereka berdua baru saja akan memulai peretasan, tiba-tiba ponsel Daniel berdering.
Ini adalah telpon dari ayahnya Daniel, dia mengabarkan bahwa pamannya Kenzie sudah pulang ke kota ini, dan dia juga mengatakan dan meninta Daniel untuk membawa Kenzie ikut serta untuk makan siang.
Namun, dengan sifat Kenzie yang aceh tak acuh, tidak suka dengan tempat yang banyak orang penuh dengan keramaian.
Membayangkan ini, Daniel menatap Kenzie dengan bingung.
"Papa, ada apa?"
"Apakah kau mau pergi ke tempat kakek untuk makan siang?"
Kakek?
Aku memiliki kakek?
Mendengar dua kata itu, mata Kenzie tiba-tiba berbinar-binar.
__ADS_1
Dia belum pernah melihat kakeknya. Sebelum dan ketika dia memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya, tentu saja membuatnya senang hingga melompat gembira.
"Aku mau, aku mau."
Daniel terkejut dengan sikap Kenzie seperti itu. Biasanya ....
"Apakah kau benar-benar mau?"
"Tentu saja. Bagaimana kalau kita pergi sekarang saja? Apakah aku harus berganti pakaian dan bersiap-siap?"
"Tidak perlu."
Daniel menatap Kenzie dari atas sampai bawah. Putranya memang paling tampan dan keren.
"Ayo kita pergi sekarang."
Kenzie bergelayut di tangan Daniel, dia kelihatan manja. Meski aneh, tapi Daniel menyukai sifat manja Kenzie Seperti ini. Dalam hatinya bertanya-tanya, Kenzie bisa berubah-ubah seperti ini, ini sungguh membuat Daniel tidak habis pikir.
Marsedez itu melaju kencang ke arah barat, menuju Mansion Laksita Cristal.
Setelah keluar dari mobil, Deffan mengikuti Daniel dari belakang sampai ke ruang tamu.
Kenzie senang melihat paviliun di taman Cristal ini.
Ini persis seperti taman cina.
Tempat ini sangat bagus. Nanti jika aku sudah besar dan bekerja menghasilkan uang yang banyak, aku akan membangun taman ini untuk Mama! Begitulah pikiran yang terlintas di benak Deffan.
Begitu dia memasuki ruang tamu, semua mata tertuju padanya.
Deffan terlihat tidak nyaman.
Kenapa semua orang menatapnya seperti ini? Aku bukan harta nasional yang harus di pamerkan.
Author sudah update.
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
vote setiap akhir pekan ☑️
komen jika ada kritik dan saran☑️
dan jangan lupa follow akun author ☑️
__ADS_1