Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
53


__ADS_3

TK Bangsawan


Deffan menggantikan posisi sebagai Kenzie. Deffan yang di kira Kenzie menghela nafas ketika gurunya menyuruh untuk tetap berdiri di depan kelas selama jam pelajaran.


Dia sangat penasaran, apa yang di lakukan Kenzie hingga gurunya menghukumnya begitu berat. Separah inikah?


Dia berdiri mengikuti perintah gurunya. Setelah beberapa menit, Kenzie mengangkat tangannya.


"Ibu guru, kaki ku sakit! Aku tidak tahan berdiri terus seperti ini terus." Deffan berkata sambil menunjukkan wajah cemberut dan menyedihkan.


Guru itu meliriknya dan berkata dengan dingin.


"Kaki mu sakit? Ketika kamu memukul seseorang, mengapa kau tidak mengatakan kalau tanganmu juga sakit?"


Memukul seseorang?


Siapa yang di pukul Kenzie?


Meskipun Kenzie memiliki kepribadian yang dingin dan arogan, dia tidak akan melakukan hal semacam itu tanpa alasan.


Deffan terkejut.


Karena dia tidak tau situasi yang sebenarnya, jadi dia tidak meneruskan untuk berdebat dengan gurunya. Setelah kelas selesai, Kenzie berpura-pura ingin bermain dengan mereka, tetapi mereka menghindar dan mulai berkata.


"Kami tidak mau bermain dengan mu, nanti kau memukul kami lagi, dan kau akan memanggil Mama kamu lagi. Mama kamu galak seperti harimau betina."


Mendengar itu, Deffan menggertakkan giginya, dia juga tidak terima Mama di katakan seperti itu.


Deffan baru paham, ternyata mereka sengaja menggoda dan mengejek mamanya. Bukan Kenzie saja yang akan memukul mereka, tetapi dia juga akan memukulnya sampai babak belur.


Deffan melihat beberapa temannya yang sedang bermain dengan gembira. Dia sengaja berjalan ke tengah-tengah mereka. Dia menyilang tangannya di dada sambil menatap mereka yang sedang bermain.


"Minggir! jangan menghalangi kami!"


Deffan mengangkat wajahnya dengan bangga.


"Ini adalah tempat umum, dan aku suka berdiri di sini." Deffan menatap mereka dengan tatapan yang menantang.


Tema-tema sekelasnya saling pandang dan mereka mulai mengejek Kenzie dengan cara yang sama, seperti tadi.


"Mamanya adalah harimaumu betina ...." Mereka berlari menuju ke arah kantor guru. Mereka berharap bu guru akan memanggil mereka dan menambah hukuman kepada Kenzie lagi.


Teman-temannya sekelasnya ini berbadan besar-besaran dan kuat. Kenzie yang baru saja pulih dari sakitnya, dia tidak akan kuat menghadapi mereka. Perkembangan tubuhnya tertinggal jauh dari mereka.


Tidak mudah baginya untuk melawan mereka.


Akan tetapi berbeda dengan Deffan, Deffan sudah sering berlatih olah raga favoritnya, yaitu bela diri.

__ADS_1


Teman-teman sekelasnya itu belum sempat berlari terlalu jauh, tetapi Deffan sudah berhasil menangkap mereka. Deffan segera mengulurkan tangannya dan dengan cepat dia meninju dengan cepat dan keras.


"Aduh sakit ..., hidungku berdarah!" Anak itu meringis kesakitan dan sedikit mengeluarkan air mata.


Kenzie hari ini terlihat sangat berbeda.


Pukulannya tepat dan rapi, benar-benar di luar dugaan mereka.


Melihat yang lain tampak gemetar, Deffan tidak berencana untuk melepaskan mereka begitu saja. Siapa pun yang berani mengganggu Kenzie dan mengejek mamanya, dia tidak bisa melarikan diri.


Deffan mengepalkan tinjunya yang kecil, lalu memukul mereka satu persatu. Mereka bergabung untuk secara bersama-sama memukul Deffan. Akhirnya ada dua goresan kecil di dahinya, sementara teman-teman yang lainya di pukul habis-habisan oleh Deffan sampai mereka babak belur dan terkapar di lantai.


"Siapa yang berani mengejek Mama ku lagi, aku akan memukul kalian dengan tinjuku ini sampai mati! Awas saja kalian akan mendapatkan balasannya." Deffan berkacak pinggang menantang, serta menatap mereka dengan sombong.


Beberapa siswa yang di pukul bangkit dan berlari ke ruang guru.


"Ngadu sana, dasar pengecut!"


Deffan meneriaki mereka tanpa rasa takut sedikitpun.


Deffan tau, mereka akan melaporkan dirinya, dan guru itu pasti akan bertanya permasalahannya apa setelah melihat wajah mereka babak belur.


"Pergi ya pergi saja sana, adukan. Aku tidak akan takut!"


Setelah itu guru dan teman-teman sekelasnya yang dia pukul barusan, mereka mulai mencarinya untuk menyelesaikan masalah itu.


Setelah menemukan dirinya, guru itu menatapnya dengan marah.


"Ibu guru, saya melakukan ini karena mereka mengejek Mama ku!"


"Meski begitu, kau tidak boleh memukul mereka, apa pun alasannya, memukul orang itu adalah perbuatan yang salah."


"Bu guru, jika ada orang yang sengaja mengejek dan mengganggu mu, apakah kau akan diam saja mereka mengejek mu!"


"Kau. Kau, apa yang kau bicarakan! Jika tidak ada apa-apa, mengapa mereka tidak memarahi dan mengejeknya Mama mu, itu karena kau dan mama mu memiliki masalah dan kekurangan, lihat saja perilaku mu ini, mama mu pun sama tidak masuk akal sama sekali!"


Guru itu memandangnya dari atas sampai ke bawah, dia berpikir bagaimana cara menghukumnya agar dia bisa menjelaskan kepada orang tua siswa yang di pukul itu.


"Kau harus tau, kalau salah satu dari mereka adalah saudara dari kepala sekolah TK Bangsawan, kamu tidak boleh menyinggungnya!"


Setelah mendengar kata-kata bu guru, Deffan baru mengerti mengapa Kenzie di hukum terus-menerus. Dia benar-benar mengatakan kalau mamanya tidak masuk akal.


Jelas saja bahwa guru inilah yang tidak masuk akan dan tidak ada aturan sama sekali!


Deffan memutar matanya dan berkata tidak yakin.


"Bu guru, itu tidak ada hubungannya dengan Mama ku! Aku di besarkan oleh Papa ku, Papa ku adalah seorang yang paling bijaksana di dunia!"

__ADS_1


Kenzie kan memang di besarkan oleh Daniel. Sekarang dia adalah Kenzie, dia tidak takut kepada guru ini.


"Heh ..., Papa mu? Aku rasa papamu mendidik mu menjadi anak seperti ini karena papamu juga orang yang sangat bodoh!"


Seketika Deffan marah, namun itu semua dia tahan.


Sebentar lagi ...,


sebentar lagi kau akan membayarnya Bu guru! Deffan mengepalkan tangan kecilnya. Bu guru ini sombong sekali, dia tidak hanya berani mengatakan Mama tidak masuk akal, bahkan dia juga berani mengatakan papanya yang adalah seorang CEO, dia berani mengatakan CEO yang bodoh.


Mata jernihnya langsung mengerling, dan berpikir sebentar lagi akan ada drama yang bagus untuk di pertunjukkan.


"Bu guru! Papa ku tidak bodoh. Tetapi kau lah yang bodoh!"


"Kau ..., kau berani sekali. Beraninya kamu melawan guru mu seperti ini?"


Guru itu terlihat sangat marah. Dia menatap Kenzie dengan sorot mata yang sangat tajam.


"Maaf ibu guru, aku tidak suka ada orang lain mengatai orang tuaku seperti itu, termasuk anda. Jelas saja orang tuaku lebih pintar dari mu dan kau lah yang bodoh!"


Ibu guru itu langsung bangkit dan berdiri, sepertinya dia sudah murka terhadap Kenzie.


"Kau ..., kau begitu berani? Aku akan mengeluarkan mu dari sekolah ini sekarang juga!"


"Jangan. Jangan Bu guru, jika aku di keluarkan dari sekolah ini Papa ku akan marah dan menghukum ku, tolong jangan beritahu papa ku dan jangan panggil papa ku kesini Bu guru. Aku mohon!"


Ibu guru itu memicingkan matanya.


"Aku akan memanggil orang tuamu sekarang juga!"


Bu guru itu tampak menelpon seseorang, yang sudah pasti papanya yang dia telpon. Deffan tersenyum dalam hati.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Apa yang akan di lakukan Deffan?


Pertunjukan drama apa lagi yang akan dia buat?


Ikuti terus kisahnya ya.


Wajib like☑️


klik bintang lima di penilaian ☑️


tap love ☑️


vote setiap akhir pekan ☑️

__ADS_1


komen jika ada kritik dan saran☑️


dan jangan lupa follow akun author


__ADS_2