Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
78


__ADS_3

❤️ Vote ❤️


Kepala pelayan mengernyit heran melihatnya.


"Tuan, ada apa?"


"Air, ambilkan air cepat!"


Perut Daniel mulas dan mual. Daniel terlihat sangat tidak nyaman, kepala pelayan itu buru-buru mengambil air minum yang baru, dan memberikannya kepada Daniel. Daniel melihat air minum yang di pegang kepala pelayan itu, dan terlihat seperti ini penawarnya. Dia segera mengambil air minum itu menyesapnya dan berkumur-kumur.


"Ambil lagi!"


Pelayan itu tampak bingung melihat Daniel tidak nyaman seperti itu, apakah makanannya benar-benar tidak enak? Daniel berkumur-kumur untuk beberapa kali, setelah rasanya sedikit nyaman, dia menatap pelayan rumah tangga itu dengan marah.


"Panggil juru masak itu kemari! Dan suruh dia untuk menghabiskan sepiring daging masakannya itu!"


Daniel benar-benar murka, sepertinya masalah ini benar-benar serius. Dia langsung mengangguk dan pergi memanggil juru masak.


Sementara Deffan tersenyum puas melihat Daniel yang merasa gelisah dan tidak nyaman sama sekali.


Rasakan, siapa suruh untuk menindas Mama! Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Mama!


Juru masak itu pergi ke meja makan, menatap daging sapi yang tadi di makan Daniel.


"Tuan, apakah ada yang salah dengan masakan daging ini?"


Daniel memicingkan matanya.


"Cepat makan dengan mu, dan habiskan!"


Suara dingin Daniel membuatnya ketakutan.


Juru masak itu tertegun sejenak, kemudian memakan daging sapi itu sesuai perintah Daniel.


Setelah beberapa kali mengunyahnya, keningnya mengernyit, wajahnya memucat seketika. Juru masak itu langsung berlari ke belakang dan memuntahkan semua daging itu ke tong sampah. Setelah berkumur-kumur dia kembali ke meja makan dengan lutut yang gemetar.


Semoga saja Daniel tidak mengulitinya hidup-hidup. Dia sangat ketakutan.


"Maafkan saya Tuan, saya benar-benar tidak mengerti mengapa jadi seperti ini?"


Juru masak itu tidak dapat menjelaskannya.


"Apakah kau yakin memasak daging sapi ini dengan benar?"


Kata-kata itu penuh penekanan, yang membuat pelayan itu seperti mayat hidup.


"Tuan, saya benar-benar tidak tau, semua yang saya masak sudah di cicip sebelumnya, tapi saya tidak mengerti kenapa rasanya berubah."

__ADS_1


Daniel melirik makan yang ada di depan Kenzie. Dia tidak melihat ada daging sapi di dalamnya.


Apakah makanan ini saja yang rasanya tidak enak?


"Apakah makanan yang ini enak?"


Daniel bertanya kepada Deffan. Deffan langsung mengangguk dengan penuh semangat.


"Papa cobalah, ini enak."


Daniel memegang sumpit dan mengambil jamur, lalu mengunyah dengan hati-hati. Sesaat kemudian dengan cepat dia meludahkan makanan itu kembali, dan berkumur-kumur.


Kali ini juru masak itu tidak menunggu perintah lagi, dengan segera dia mengambil sepotong jamur dan memakannya. Saat berikutnya dia mengerutkan keningnya.


"Bagaimana bisa rasanya seperti ini! Ini aneh sekali." Dia langsung membuang makanan yang ada di dalam mulutnya.


Dia merasa, tidak mungkin asal memasukkan bumbu?


Kali ini Daniel tidak peduli dengan juru masak yang terlihat bingung, tetapi dia beralih ke piring makan yang ada di hadapan Kenzie.


Dia mengatakan kalau makannya enak, apakah makanan yang ada di piringnya beda dengan yang makanan lainnya?


Jangan-jangan ....


Daniel berjalan memutari meja, menghampiri Kenzie, lalu mengambil sepotong jamur yang ada di piring makan Kenzie, lalu memakannya dengan perlahan-lahan. Daniel kembali mengernyit, rasanya sama persis dengan yang dia makan di piring tadi! Dia kemudian memuntahkannya kembali.


Deffan menundukkan wajahnya, tangannya meremas ujung pakaiannya kemudian tersenyum nakal. Makanan yang dia makan sebelumnya adalah makanan yang belum ia tambahan bumbu-bumbu aneh lainnya. Sementara yang di piring adalah makanan yang sudah ia siapkan sebelumnya.


"Papa, ada apa? Kenapa Papa memuntahkan semua makanan?"


Daniel menatapnya dengan heran. Kenzie mengatakan semua makanan yang rasanya aneh ini enak, apakah Kenzie mempunyai masalah dengan selera makannya?


"Kenzie, kau ..., apakah menurutmu semua makanan ini enak rasanya?"


Deffan tertegun sejenak, lalu menganggukkan kepalanya dengan serius.


"Ini enak kok."


Kenzie mengambil sepotong jamur lalu hendak memakannya, tetapi Daniel segera menghentikannya.


"Kenzie, jangan. Jangan kau makan lagi, ini tidak enak sekali."


Deffan mengerjapkan matanya, dia diam-diam bernapas lega saat Daniel menghentikannya. Dia tau kalau papanya tidak akan membiarkannya untuk memakan makanan yang tidak enak rasanya itu.


Kenzie pura-pura bingung dengan mengerjapkan matanya.


"Papa, ada apa?"

__ADS_1


Hati Daniel terenyuh untuk beberapa saat. Kenzie yang baru saja pulih dari sakitnya, jangan sampai dia juga memiliki masalah dengan indra perasanya ....


Tidak-tidak, dia tidak mau itu terjadi!


Daniel menatap putranya. "Kenzie, mari kita ke rumah sakit bersama Papa ya,"


"Kenapa kerumah sakit?"


Daniel tidak menjawab kata-katanya, dia menggandeng tangan Kenzie erat-erat, dia berjalan keluar dengan wajah sedih.


Sampai di rumah sakit, Deffan bekerja sama dengan baik, dia sangat patuh saat di lakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter.


Tidak ada masalah dengan hasil tes instrumen dan dokter tidak dapat menjelaskannya keadaan yang aneh itu.


"Papa, apakah makanan masakan Mama yang dapat aku rasakan enak dan lezat?"


Ketika Daniel mendengarkan perkataan naif Kenzie, dia mulai curiga.


Dia masih memikirkan Ariana? Mungkinkah wanita itu ....


Pikiran jelek Daniel terhadap Ariana mulai memutari otaknya. Jangan-jangan wanita licik itu yang sudah mengajari ide Kenzie? Hingga ....


Daniel yakin dengan sesuatu, dia memikirkannya. Juru masak yang puluhan tahun di rumahnya, tidak mungkin masakannya berubah aneh seperti itu. Lagi pula walaupun ada rasa yang kurang enak, tidak mungkin juga rasanya akan jauh berbeda.


Daniel menyipitkan matanya sambil menggandeng tangan Kenzie keluar dari rumah sakit dengan tenang.


Dalam perjalanan pulang, Kenzie tidak mengerti apa yang sedang Daniel pikirkan saat ini. Dia hanya berpikir, kalau dia sudah menjalankan rencananya dengan hati-hati. Semoga saja Papa tidak mengetahui apa yang sudah ia perbuat.


Tetapi dia tidak tau, kalau mamanya lah yang akan mendapatkan masalah besar. Dengan kejahilannya itu, Ariana akan menanggung segalanya. Walaupun Ariana tau itu adalah perbuatan anaknya sendiri, dia tentu akan tetap bersyukur memiliki anak-anaknya ini. Mereka tidak akan membiarkan siapa pun yang menyakiti mamanya, walaupun terkadang caranya yang kurang tepat.


Setelah kembali ke rumah mewah itu, Daniel meminta seseorang pelayan untuk menemani Kenzie bermain Lego.


Lalu dia pergi ke dapur, memeriksa kamera CCTV di ruang makan dan juga dapur.


Dia ingin memastikan, apakah Liki sudah memenuhi permintaannya waktu itu, untuk memasang kamera CCTV di seluruh penjuru yang belum terpantau CCTV.


Dan yang terpenting adalah kamera CCTV di dapur, karena waktu itu Ariana lah yang bertanggung jawab untuk memasak.


Tidak di sangka, alat pemantau itu sangat berguna dalam situasi seperti ini!


Daniel segera memeriksa vidio rekaman CCTV.


Giginya terkunci rapat, sementara rahangnya mengeras.


...----------------...


Apa yang terjadi saat Daniel mengetahui siapa pelakunya?

__ADS_1


Bagaimana sikapnya terhadap Kenzie?


Nantikan episode terbarunya ya, jangan lupa tap ❤️ untuk mendapatkan notifikasi terbarunya. Wajib like dan vote setelah membaca.


__ADS_2