
Ariana masuk ke ruang tamu dengan langkah yang lurus dan tenang.
Reko yang berjalan di belakangnya hanya bisa menghela napasnya dengan pelan.
"Dokter Messa, semoga kau akan baik-baik saja." Reko berdoa dalam hati kecilnya.
Begitu Ariana masuk keruang tamu, dia melihat Daniel duduk di sofa berwarna coklat setengah lingkaran itu menatapnya dengan dingin seperti biasanya.
Hatinya tiba-tiba terasa sesak.
Berulang kali dia mencoba untuk tenang. Mengatakan kepada dirinya sendiri untuk tetap tenang, setenang mungkin. Dia itu Dokter, dan hanya datang untuk mengobati pasien, lalu dia masuk dengan tenang sambil mengepalkan tangannya.
"Dokter Messa, kebetulan sekali dapat bertemu dengan mu di sini!"
Pertanyaan Daniel pasti memiliki maksud lain.
Kata-kata 'kebetulan' disini seperti di beri tekanan yang berbeda.
Ini jelas bermaksud mengatakan bahwa Ariana dengan sengaja merencanakan kedatangannya kemari!
Ariana pura-pura tidak mengerti ucapan Daniel dan tersenyum kecil.
"Kebetulan? Sebagai seorang dokter aku hanya datang untuk merawat dan mengobati, tidak dapat di bilang kebetulan!"
"Dokter? Ada banyak dokter di luar sana, kenapa malah kau yang muncul di sini? Seperti tidak ada dokter lain selain dirimu!"
Suka-suka aku lah!
Kalu buka Deffan menerima uang pemberian dari orang tuanya itu, dia tidak akan pernah datang. Dia kesini hanya balas budi!
Karena Deffan ingin dia datang.
Tak peduli apa pun alasannya itu, tidak ada hubungannya dengan mu Daniel.
Ariana tidak berani dan tidak bisa mengatakan alasan semuanya. Dia hanya bisa memutar bola matanya menatap pria dingin ini, dan membiarkan dia menebaknya dengan sendiri.
"Tidak bisa menjawab. Kau pasti punya maksud tersembunyi, kan?"
"Jika anda bertanya kepada seseorang, apakah dia sudah mencelakai seseorang, lalu dia diam saja dan tidak menjawab. Apakah itu berarti dia sudah melakukan tugasnya untuk mencelakai seseorang itu? Lucu sekali!"
Saat itu Reko dan Deffan masuk. Maira yang merasa sudah berbaring selama satu jam, juga berjalan kebawah, dan memanggil Mahesa yang sedang di ruang bacanya.
__ADS_1
Apa-apaan ini. Semua muncul satu persatu, seolah-olah sudah di rencanakan sebelumnya. Daniel mengernyit heran.
Ariana sedikit gugup dan tanpa sadar mengepalkan tangannya. Dia tidak tau apakah Daniel akan mempermalukannya di depan mereka semua?
Ketika Daniel melihat kegugupannya, Daniel merasa kalau wanita ini benar-benar memiliki maksud tersembunyi seperti yang dia duga sebelumnya.
"Dokter Messa, pengobatan akupuntur mu sangat bagus. Baru satu kali pengobatan saja, sudah terasa khasiatnya."
Maira tidak tahan untuk memujinya dan Ariana menjawabnya dengan rendah hati.
"Terimakasih atas pujiannya, asalkan anda tidak merasakan sakit lagi, aku merasa sangat lega."
Daniel tiba-tiba mencibir.
"Mama, kamu hanya benar setengahnya saja. Dokter Messa tidak hanya bagus dan hebat dalam ilmu pengobatan akupuntur tetapi juga hebat dalam ilmu psikologi. Dia juga paling pintar dalam mengambil hati orang dan juga membohongi orang. Dia paling hebat dalam ilmu itu!"
Wajah Ariana terlihat sangat gelap!
Daniel berkata seperti itu seakan-akan dia akan mengatakan kalu Ariana seorang pembohong dan memiliki tujuan tertentu.
Daniel, kau memang b*****n! Kau memang sengaja ingin mempersulit aku di sini!
Apa-apaan ini, begitu membuka mulut langsung mengatainya dan menuduhnya seorang pembohong.
Reko melirik Ariana. Dokter Messa biasanya tidak takut dengan kakaknya itu, dia akan memarahinya! Lihat saja ekspresi wajahnya yang sangat kesal. Dokter Messa, tampar saja kakak ku itu, tampar dia dengan keras! Ayo dokter!
Reko berkata dalam hati, berdoa agar Ariana menampar wajah kakaknya yang sombong itu.
Hehehe, Reko ada-ada saja kamu!
Maira juga tidak pernah tau, bahwa putranya yang sombong ini akan dengan sengaja mempersulit wanita ini. Jarang terjadi, oh bukan tetapi dia belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya!
Baru saja Deffan mau bicara ingin memperbaiki keadaan ini, dia sudah mendengar tawa Ariana.
"Berlebihan sekali. Di bandingkan dengan CEO Mahesa yang sangat hebat di bidang bisnis dan keuangan, bahkan dapat mengambil untung dari semua pihak, baik secara legal maupun ilegal. Aku khwatir ilmu mengambil hatiku tak dapat di bandingkan dengan mu! Dan mengenai yang kamu ucapkan tadi tentang membohongi orang .... Selama itu untuk kebaikan pasien, maka kebohongan yang di katakan oleh seorang dokter masih bisa di maafkan. Dan kebohongan seperti itu ku rasa lebih berharga dari pada mengatakan kenyataan yang sebenarnya!"
Jawaban Ariana membuat Mahesa menatapnya kagum.
Bagaimana mungkin seseorang dapat terlihat tenang dalam menghadapi putranya yang angkuh dan sombong ini? Apakah mereka lawan yang seimbang?
Selanjutnya dia tidak tau, putranya akan melakukan trik apa lagi untuk mempersulit wanita ini?
__ADS_1
Mereka yang melihat itu, seperti sedang nonton drama yang sangat seru.
Tepat ketika dia sedang menebak apa yang akan di lakukan selanjutnya. Dia melihat bibir tipis Daniel melengkung keatas.
"Apa yang barusan saya katakan tadi, sepertinya masih kurang tepat sasaran. Dia mampu melakukan apa pun untuk mencapai keinginannya. Sangat licik dan sombong, bahkan suka sekali membolak-balikkan fakta. Dokter Messa memang hebat dalam semua bidang!"
Wow, sudah ku tebak, dia tidak akan melepaskannya begitu mudah.
Lalu perdebatan ini akan terus berlanjut?
Tidak apa-apa, dokter Messa tidak akan takut padanya.
Ariana mengatur emosinya, kemudian dia tersenyum kecil menatap Daniel dengan penuh hormat.
"Pak Daniel, pujian anda terlalu berlebihan, member label 'yang licik' kepada diriku, aku anggap ini adalah pujian dari mu."
Memuji?
Daniel menatapnya dengan dingin dan sinis, dia merasa kalau wanita ini benar-benar tidak punya malu.
Ketika Daniel menatapnya, Ariana langsung berbicara lagi: "Pak Daniel, andaikata ada seseorang berniat ingin mencapai tujuan yang baik, lalu orang itu menggunakan segala cara agar dapat mencapai tujuannya itu, tanpa merugikan orang lain. Aku rasa tidak perlu dipertanyakan lagi cara dia mendapatkannya, benar tidak?"
Niat yang baik?
Tujuan yang baik?
Daniel seperti sekarang mendengarkan lelucon yang sangat besar. Berbohong dan menipu orang lain, meninggalkan putranya. Dan ini adalah niat dan tujuan yang baik?
Tak tau malu sekali wanita ini!
Ariana menatap wajahnya yang jelek itu, lalu tersenyum kecil.
Berani mengatainya bahwa dia pembohong dan membolak-balikkan fakta.
Jika dia tidak menjawab perkataan Daniel, dia seolah-olah mengindahkan semua penilaian Daniel padanya.
Ariana menatap Daniel yang seperti sedang menantangnya itu. Silahkan kau mengatai aku lagi, kau kira aku takut pada mu!
Deffan tidak tahan untuk memuji Mama dalam hatinya.
Reko yang melihat ekspresi wajah Daniel yang seakan sudah menelan seekor lalat, menatap Ariana begitu jijik. Sangat seru melihat mereka berdua berdebat. Reko tersenyum dalam hati.
__ADS_1