
Kenzie menatap punggung Sela dengan penuh kemarahan di wajahnya. Dia tidak seburuk yang dia katakan tadi. Di hari pertamanya masuk sekolah, wanita ini sudah mengatakan yang tidak-tidak di depan guru kelasnya. Menyebalkan sekali!
"Kenzie, duduk lah di kursi mu."
Perintah guru itu membuatnya beranjak pergi ke tempat duduknya.
Di kelas, Kenzie mendengarkan penjelasan gurunya dengan seksama. Apa yang gurunya katakan sangat mudah sekali dia pahami.
Jam pelajaran sudah selesai, Kenzie merasa lega sekali, akhirnya dia merasakan duduk di bangku taman kanak-kanak.
Begitu kelas selesai, teman-temannya memandangnya begitu cermat, mereka penasaran dengan kotak pensil yang Kenzie miliki dan juga album fotonya.
"Apa ini?"
Tanya salah seorang teman sekelasnya, dia mendekati Kenzie dan mau memegang kotak pensilnya.
"Jangan sembarang menegang barang orang lain!"
Kenzie mengambil kotak pensilnya di atas meja, dan membukanya pelan-pelan, dia menunjukkannya pada temannya itu.
"Wah, aku belum pernah melihat kotak pensil seperti ini sebelumnya, bagus sekali. Kau beli dimana?"
Kenzie tersenyum.
"Ya, aku akan menunjukkan pada kalian semua, lihat ini ..., ini bisa berubah warna dan juga dapat secara otomatis memisahkan jenis-jenis alat tulis."
Mereka tampak antusias melihat kotak pensil milik Kenzie. Tepat ketika teman-teman yang lainya sedang mengagumi barang-barang miliknya, tiba-tiba sepasang tangan bergerak dengan cepat mengambil kotak pensil Kenzie.
"Barang jelek apa ini? Apa yang sedang kau pamerkan?"
"Berikan pada ku!"
Kenzie tampak marah. Dia segera berdiri dan menatap teman sekelasnya yang jahil itu dan meminta barangnya untuk di kembalikan.
Temanya yang memegang kotak pensil itu meliriknya, lalu melemparkan kotak pensil itu dengan sangat kuat.
"Apa bagusnya barang jelek seperti ini. Sekali di jatuhkan saja sudah rusak!"
__ADS_1
Kenzie terkejut, dan menatap kotak pensilnya yang sudah pecah berkeping-keping. Dia sangat marah, wajahnya berubah menjadi dingin. Seketika dia mengangkat wajahnya.
""Berani sekali kau menghancurkan kotak pensil ku!"
Kenzie mengulurkan tangannya dan memukulnya dengan keras.
"Kau. Kau berani memukul ku! Bantu aku untuk membalasnya. Yang berhasil membalasnya dan menang, aku akan membelikan kalian Piazza HUT!"
Ketika kata-kata itu terdengar oleh teman-temannya yang lain, mereka mulai membantu dan memukul Kenzie bersama-bersama.
Kenzie yang baru saja sembuh dari sakitnya, dan baru saja menyelesaikan pengobatan akupuntur, dia tidak akan kuat melawan mereka yang mengeroyoknya.
Kenzie di pukul hinga memar, hidung dan wajahnya bengkak, tetapi dia masih berusaha untuk membalas pukulan mereka, jika tidak bisa membalasnya, dia akan menggigitnya.
Guru kelasnya yang mendengar mereka berkelahi, langsung memanggil mereka ke ruang guru.
"Ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa kalian berkelahi dan saling pukul?" Guru itu menatap mereka satu persatu.
Kenzie yang dari dulu tidak mau bahkan tidak hobby untuk bicara banyak, dia tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya. Anak ini memang tidak pandai berkata apa lagi berdialog seperti di film-film.
"Tadi dia memamerkan kotak pensilnya, lalu kami ingin sekali melihatnya karena penasaran, jadi dia langsung memukul kami,"
"Iya benar, Bu Dia yang memukul kami duluan, !"
"Iya, dia memukul dan menendang kami, bu."
"Kenapa kau bicara seperti itu? Aku tidak seperti itu!"
Guru itu memandang Kenzie.
"Tidak heran kalau orang tua mu meminta bu guru untuk memperhatikan mu dengan baik.
Sepertinya kamu benar-benar anak yang sombong dan tidak tau sopan santun! Kau keras kepala sekali!"
"Aku tidak seperti itu, Bu." Balas Kenzie.
"Heh ..., sikapmu saja seperti ini saat berbicara dengan seorang guru dan kau masih mau membantah. Kembali ke kelas dan kau di setrap! kau berdiri di depan kelas selama tiga hari."
__ADS_1
Kenzie menyeka darah yang ada di sudut bibirnya. Kemudian kembali ke kelas.
Saat pulang sekolah, Sela sangat terkejut melihat penampilan Kenzie yang lebam-lebam.
"Kau ..., kau ini kenapa? Kenapa kau babak belur seperti ini?"
Kenzie mengabaikannya dan tidak menjawab.
Gawat. Jika pulang dengan keadaan seperti ini, dia tidak tau harus bagaimana menjelaskannya pada Daniel, lalu dia pergi mencari guru kelasnya dan menanyakan kejadiannya seperti apa.
Setelah tau alasannya, dia langsung membawa Kenzie pergi dan pulang kerumahnya.
Sampai di rumah.
Sela segera menelpon Daniel.
"Daniel, hari ini Kenzie memamerkan kotak pensilnya di depan teman-teman sekelasnya. Teman-temannya penasaran dan ingin melihatnya, tetapi Kenzie malah memukuli mereka, dia sendiri terluka, dan teman-temannya juga tidak lebih baik darinya!"
"Baiklah, nanti aku akan bicara padanya." Daniel langsung memutuskan telponnya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Tugas pembaca hanya memberi dukungan, like dan komen, memberi vote dan hadiah, juga bintang lima di penilaian. Karena tugas author sangat berat, dari pada kalian yang hanya membaca. jadi tolong saling mengerti untuk saling menyemangati. yuk mulai dari sekarang
kalian wahai para pembaca:
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
vote setiap akhir pekan ☑️
komen jika ada kritik dan saran☑️
dan jangan lupa follow akun author
__ADS_1