
❤️like❤️
Liki tertegun, wajahnya semakin tidak dapat di artikan. Dia kira hubungan mereka akan menjadi semakin baik. Tapi malah seperti ini?
"Pak Daniel , kurasa tidak baik jika kau melakukan? Meski perusahaan Mahesa grup harus bangkrut, tetapi jika kau membuat nona Messa terlihat dalam masalah ini, ini akan ...."
Ariana semakin mengernyitkan keningnya, apakah dia tidak salah dengar, mengapa Daniel ingin membuat perusahaan Mahesa grup bangkrut? Jika dia membuat perusahaannya bangkrut apa hubungannya dengan dia?
"Liki, kau sudah bekerja begitu lama di perusahaan ini, seharusnya kau sudah tau identitas nona Messa dengan sangat jelas?"
Liki terdiam untuk beberapa saat. Lalau dia mengangkat kepalanya dan melirik Daniel.
"Pak Daniel, kau membuat pemberitahuan orang hilang lebih dari empat tahun yang lalu dan kau bahkan menawarkan hadiah miliaran di siaran TV bagian keuangan untuk menemukan nona Malik, meskipun kau tak pernah mengatakannya. Tetapi aku sudah menduga sebelumnya bahwa nona Messa adalah Nona Malik yang bernama Ariana."
Tak heran jika dia adalah asisten Daniel. Ternyata dia sudah tau identitasnya sejak lama dan dia sama saja liciknya dengan Daniel!
Tetapi, sejak dia hamil, dia sudah memutuskan hubungan mereka dengan keluarga Malik. Mereka sama sekali tidak berhubungan lagi selama beberapa tahun itu. Keluarga Malik yang sudah bangkrut dia tidak ada hubungannya lagi di.
Untuk apa melibatkannya?
Daniel dengan cepat menjelaskan apa yang menjadi pikiran Ariana barusan.
Daniel mengetuk meja dengan jari-jarinya, menolak ke dalam dan membuka mulutnya dengan perlahan.
"Maknanya aku akan menjelaskannya pada mu, mengapa aku melakukan ini. Aku sengaja membuat perusahaan Malik grup bangkrut dengan melibatkan Ariana, agat Malik bisa mendidik putrinya yang tidak tau aturan dan tidak mempunyai sopan santun itu dengan benar. Aku memberikan dia kesempatan untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab! Bukankah ini hal yang sangat bagus seperti menyelam sambil minum air?"
Wajah Ariana menggelap. Dia tak pernah ingin berhubungan lagi dengan keluarga Malik sepanjang hidupnya. Jika Daniel sengaja ingin membuatnya terlibat dalam masalah ini, sebelum Malik bisa membuat perhitungan dengannya, mungkin dia sudah lebih dulu di habisi oleh mama tirinya, Melly Malika!
"Sialan, Daniel bajingan, kau ini sama saja seperti lempar batu sembunyi tangan! Kau menggunakan tangan orang lain untuk membunuh ku!"
"Bajingan!"
Ariana tidak bisa menahan amarahnya, dia menggertakkan giginya dan mengutuk Ariana. Dia bersandar di dinding dengan sangat emosi, tangannya terkepal erat dan menjatuhkan buku-buku di rak dengan keras, yang kemudian menarik perhatian Daniel dan Liki.
Liki tampak terkejut, dan melihat ke arah sumber suara dengan sangat penasaran.
"Apa itu?"
Daniel melengkungkan bibirnya.
__ADS_1
"Mungkin tikus?"
Liki terlihat bingung.
"Pak Daniel , jangan bercanda, tidak mungkin ruangan CEO bisa ada tikus."
"Mari kita periksa!"
Setelah mengucapkan itu, keduanya berjalan menuju ruangan rak buku yang ada di dalam.
Ariana yang menjatuhkan buku-buku itu, matanya terbelalak kaget campur takut. Kedua tangannya membekap mulutnya dengan cemas. Dan ketika itu pula terdengar suara langkah kaki mendekat.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan! jika Daniel menemukan ku maka ...."
Dia terlihat sangat panik, di sana juga tidak ada tempat bersembunyi lagi selain ....
Dia melihat ke bawah meja, dan buru-buru masuk di bawah kolongnya. Menutupi wajahnya dengan buku dan berdoa dalam hati.
"Semoga Daniel tidak menemukan ku! Daniel bajingan itu sungguh menyusahkan aku. Terkutuk!"
Daniel masuk bersama Liki. Liki melihatnya sekilas lalu mengernyitkan keningnya.
"Lihat, ini dia tikusnya, tikus yang sangat besar!"
"Tikus." Liki mengernyit heran.
Liki tidak tau apakah harus menangis atau tertawa. Ini jelas seorang manusia dan jika di lihat dari tatanan rambutnya seperti itu adalah nona Messa.
"Ya, tikus berwajah manusia, sangat besar sekali, lihat rambutnya sungguh menggemaskan!"
"Daniel bajingan, beraninya mengatai ku tikus!" Ariana semakin marah dan bergumam dalam hatinya, dia ingin sekali keluar dari persembunyiannya sebelum laki-laki gila itu menemukannya.
Belum sempat dia keluar, rambutnya sudah di tarik dengan keras. Ariana meringis kesakitan sambil memegang rambutnya yang di tarik kasar.
Liki yang melihat hanya melongo.
"Lihatlah, tikusnya berwajah manusia. Keluar ....!"
"Au ...."
__ADS_1
Daniel menarik rambutnya dengan marah, suaranya melengking keras bagaikan halilintar di siang hari. Ariana keluar dengan wajah ketakutan.
Daniel menghempaskan tubuhnya serta melepaskan rambutnya. Ariana meringis kesakitan dengan tertunduk di lantai.
Dia menghela napasnya dalam-dalam, dan berusaha mati-matian untuk menenangkan dirinya. Ariana teringat akan kue itu, dan bagaimana Daniel mengelabuinya, mengingat Revi yang menangis karena rasa kue itu.
"Menjijikan." Ariana menatap Daniel dengan ekspresi sangat marah.
Perlahan Daniel berjalan ke arahnya. Dengan cepat Ariana bangkit dan berdiri, dengan bibir bergetar dia berani menatap Daniel dengan marah, wajahnya suram seperti harimau betina yang sedang di ganggu.
"Berani sekali kau menyelinap di kantor CEO? Perbuatan mu sangat mengagumkan tikus berwajah manusia!"
Senyum hinaan terlukis di bibir Daniel, matanya yang melihatnya seperti sedang melihat sesuatu yang memalukan dan sangat jijik.
Ariana yang sejak tadi di katakan tikus, menjadi sangat emosi dan menatap Daniel dengan wajah dinginnya. Mendapatkan kesempatan untuk melampiaskan kemarahannya. Ariana berteriak dengan kencang sambil mengutuk Daniel habis-habisan.
"Aku bukan tikus! Kau yang tikus berwajah manusia! Kau seorang tikus yang tidak punya perasaan! Kau sama sekali tidak tahu malu, kau juga seorang bajingan yang tidak punya sedikit hati! Kau mempermainkan orang, menjebak orang, dan ingin menggunakan tangan orang lain untuk menghancurkan aku! Kau bukanlah manusia! Melainkan iblis yang sangat kejam! Kau benar-benar kejam!"
Daniel yang tidak pernah di bantah, bahkan tidak ada seorang pun yang berani menantangnya, ini dia justru ditantang dan di marahi oleh seorang wanita dengan menyebutkan namanya, memaki dan berkata dengan suara keras kepadanya.
Seberani itukah wanita ini kepada seorang CEO Daniel?
Liki membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang di katakan nona Messa. Bahkan dia takut melihat Ariana nantinya. Daniel pasti akan melakukan sesuatu yang sangat kejam terhadapnya nanti.
Melihat ini, Liki mendekat dan menatap Ariana dengan ekspresi yang sulit di tebak.
"Nona Messa, kau berani sekali berkata seperti itu?"
"Diam kau!"
Ariana malah membentak Liki dengan wajah yang merah padam.
Liki mengernyit, dan ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi Daniel mencegahnya dengan mengisyaratkan mengangkat tangannya agar Liki diam.
Setelah mengatakan itu, Ariana melihat mata Daniel seolah-olah memancarkan aura yang sangat dingin, hembusan napasnya menerpa tubuhnya. Ariana sebenarnya sangat ketakutan, tetapi dia terus menyemangati dirinya sendiri agar tidak menjadi pengecut dan takut kepadanya. Ya aku harus menghadapi konsekuensinya, apa pun yang terjadi aku harus melawannya, dia sudah membuat anak gadis ku menangis semalam. Memikirkan itu Ariana kembali kuat.
🌺Yuk komen agar author update lagi🌺
🌺 vote ya🌺
__ADS_1