
🌺 like, dan bantu Vote ya, mohon kerjasamanya untuk mendukung karya author 🌺
Ariana mengepalkan tangannya. Ini semua ulahnya Daniel, dia sengaja melimpahkan semua kesalahannya kepada dirinya mengenai kebangkrutan perusahaan Malik grup. Dan mereka berdua sudah pasti datang untuk membuat perhitungan dengannya.
Ini semua gara-gara si bajingan Daniel itu!
Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia pasti akan di rugikan hari ini!
Kemudian Siska mendorong tubuhnya, menatapnya dengan tajam lalu berjalan masuk dengan percaya diri.
"Kak, kau telah melukai dan menyakiti kami. Bagaimana pun juga, juta adalah keluarga, mengapa kau tega melakukan ini?"
"Erika, omong kosong apa yang kau katakan padanya? Dia tidak pernah memperlakukan kita sebagai keluar! Kemari lah dan duduk."
Siska duduk di sofa rumahnya Ariana tanpa di suruh tuan rumah, benar-benar tidak sopan. Dia menatap Ariana dengan penuh kebencian.
Erika menerobos masuk dan dengan sengaja menabrak pundak Ariana, dengan tangannya di lipat di dada, dia melihat perabot yang ada di ruangan dengan teliti.
Kehidupannya lumayan juga!
Seharusnya punya banyak uang juga, kan! Bibirnya tersenyum tipis lalu melihat Ariana.
"Ariana, kami juga tak perlu berbasa-basi dengan mu. Dulu ketika kau mengandung anak dari laki-laki yang tidak jelas asal usulnya itu, dan pergi dari rumah keluarga Malik, saat itu kami sudah memutuskan untuk tidak menganggap mu keluarga Malik. Tapi sekarang kau muncul kembali dan malah sengaja membuat keluarga Malik hancur seperti ini. Apakah kau mau membunuh Papa mu dan juga kami semua?"
Mata Siska melotot tajam menunjukkan sikap kekuasaannya.
"Masalah keluarga Malik tidak ada hubungannya dengan ku! Ini rumah ku, silahkan kalian pergi!"
Siska tertawa mendengar ucapan Ariana, dia menatap sambil menepuk kedua tangannya seperti bersorak gembira.
"Wah ..., bagus-bagus. Masalah keluarga Malik tak ada hubungannya dengan mu? Jika kau tidak menyinggung orang yang terhormat, bagai mana mungkin keluarga Yana ikut mendapatkan getahnya? Benar-benar tidak tau dosa apa yang di perbuat di masa lalu, bagaimana dia bisa mempunyai anak perempuan seperti mu yang tak tahu diri dan tak tahu malu?"
"Kakak, alasan keluarga Malik bisa hancur dan perusahaan bangkrut adalah karena kau menyinggung Presedir Mahesa grup. Teman-teman Ayah sudah mengatakannya dengan sangat jelas, mengapa kau masih membantah? Kalu kau mau cari mati ya pergi mati sendirian saja. Kau bisa melakukannya dengan menggantung diri ataupun melompat ke sungai atau terserah kau saja, asal jangan melibatkan kami. Sekarang keluarga Malik hancur seperti ini, pernikahan ku juga tak dapat di selamatkan lagi. Kau benar-benar keterlaluan! Sudah menghancurkan keluarga kami!"
__ADS_1
Ariana malas untuk berdebat dengan mereka, bahkan tanpa melibatkan dirinya, memang perusahaan Malik grup akan bangkrut!
Waktu itu Daniel dan Liki sudah mengatakannya dengan sangat jelas bahwa perusahaan Malik grup sudah pasti akan bangkrut. Daniel hanya sengaja menyeret Ariana masuk agar terlibat dalam masalah ini, hingga dia di jadikan kambing hitam.
Melihat Ariana yang tidak menanggapi ucapan mereka, dan mengabaikannya. Siska berdiri dan tersenyum sinis menatap Ariana.
"Kau benar-benar kejam! Kau Sepertinya benar-benar berharap keluarga Malik di timpa musibah besar seperti ini!"
Siska berkata dengan sangat emosi, tatapan matanya seolah-olah menembus ulu hati Ariana.
Sembari berkata, dia melangkahkan kakinya menghampiri Ariana dan mengangkat tangannya mau menampar wajah Ariana lagi. Tetapi Ariana dengan cepat memegang pergelangan tangannya dengan erat.
"Wanita murahan! Beraninya kau melawan ku!"
"Keluar! Atau aku akan memanggil polisi!"
"Memanggil polisi? Status ku masih ibu tiri mu. Ibu tiri mu datang ke rumah mu sebagai tamu. Mengapa kau memangil polisi?"
"Oh ..., ibu tiri? Ibu tiri yang kejam, bukan seorang ibu tiri memang begitu yang saya dengar? Bahkan saya merasakannya waktu itu. Bagian mana kekejaman seorang ibu tiri. Apa kau lupa bagaimana kau menyiksa ku? Sekarang kau mengatakan keluarga? Bahkan ayah ku sendiri tidak peduli kepada ku karena sudah di sihir oleh mantra mu? Kau tak punya malu untuk mengatakan bahwa aku keluarga Malik?" Ariana tersenyum sinis, sementara Siska semakin marah mendengar apa yang di ucapkan Ariana. Dia memberontak berusaha melepaskan pergelangan tangannya.
Ariana melepaskannya dengan keras, hingga dia hampir tersungkur ke lantai.
"Anak durhaka! Beraninya kau!"
"Kakak, kau sungguh keterlaluan. Sangat kasar kepada orang tua. Bagaimana pun juga dia adalah ibu mu juga!" Erika menghampiri Siska yang hampir saja tersungkur dan membaringkannya berdiri.
Setelah berdiri, Siska berusaha ingin melampiaskan kemarahannya lagi, tetapi Ariana dengan cepat memberinya peringatan.
"Kau tidak berhak untuk menyentuh tubuhku lagi! Aku bisa melaporkan anda dengan tuduhan penganiayaan!" Ariana sengaja mengancamnya agar dia tidak berani menyakiti ataupun memukulnya lagi seperti dulu.
"Kau ..., kau benar-benar licik wanita ******!" Siska menunjuk Ariana dengan telunjuk kiri nya, wajahnya terlihat sangat marah, tetapi dia tidak mampu untuk memukul Ariana lagi.
Ariana tau bahwa harta dari keluarga Malik adalah atas usaha mamanya yang memohon kepada kakeknya. Berkat Mamanya Ariana, perusahaan Malik grup berdiri. Pada saat itu, Malik bukanlah apa-apa. Berkat Mamanya, kakeknya tidak akan pernah mendukungnya. Setelah Malik sukses, mamanya Ariana meninggal. Kemudian Malik menikah dengan Siska dan membawa anak perempuan yang seusia dengannya.
__ADS_1
Sampai saat ini Ariana tidak mengerti mengapa mamanya sampai meninggal. Kematian Mama masih dalam teka-teki.
Teringat akan hal ini, mata Ariana memancarkan pandangan yang dalam, dia juga tidak ingin mengungkit masalah ini, di depan kedua orang ini, kulit wajahnya lebih tebal dari tembok kota dan bermuka dua.
"Apa yang kalian inginkan sebenarnya?" Ariana bertanya, supaya mereka lekas pergi dari hadapan, dia sudah malas melayani mereka.
"Kau harus bertanggung jawab dan berikan kompensasi atas hancurnya keluarga Malik!"
Ariana tersenyum, dia sudah menduga kedatangan mereka.
"Berapa biaya kompensasinya?"
Ariana dengan santai bertanya, seolah-olah dia mau menggantikannya. Dia sendiri saja sudah seperti ini, keuangannya sudah terbatas, tidak mungkin dia membayar kompensasi untuk mereka. Meskipun dia kaya dan punya uang yang banyak, dia pun tidak akan pernah membayarnya sepersen uang pun kepada mereka!
Segala harta yang Malik miliki, itu adalah harta milik Mama dan juga kakeknya, mengapa harus dia yang menanggung kompensasinya? Benar-benar tamak dan serakah.
"Delapan ratus juta!"
Ariana melongo.
"Banyak sekali? Aku tidak ada uang sebanyak itu sekarang. Beri aku waktu tiga hari."
Apakah ini berarti dia sudah menyetujuinya? Kenapa tidak mengatakan satu miliar saja, kehidupannya juga sepertinya lumayan.
Siska dan Erika saling pandang, dia begitu mudah menyetujuinya! Berarti dia benar-benar punya uang.
"Dalam tiga hari? Apakah kau yakin akan mendapatkan uang 800 juta?"
Begitu kayanya dia. Siska menatapnya dengan hati-hati.
"Em ..," Ariana sedikit ragu, "Mungkin 6 hari."
Siska menatapnya dengan tatapan yang begitu mencari keyakinan dalam diri Ariana. Wajah Ariana seperti berat dan berpikir. Siska yakin bahwa ucapan Ariana bisa di percaya.
__ADS_1