Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
127


__ADS_3

Deffan meletakkan cangkir Coca-Cola itu di atas meja, lalu mengambil gelas yang tadi dia simpan dan tidak mau melepaskannya.


Sela merasa sangat aneh, dugaannya pasti tidak akan meleset.


Dia maju selangkah dan tiba-tiba merebut cangkir yang di pegang oleh Deffan yang berisi air putih.


"Kau pikir aku tidak tau apa yang sedang kau perbuat? Masih kecil saja sudah begitu nakal."


Selesai bicara, dia meneguk air yang sudah ada di tangannya dan sedetik kemudian dia memuntahkan airnya!


"Wah .., tante hebat sekali, bisa membuat air mancur begitu saja!"


Hahahaha ....


Semua orang yang menyaksikan itu tertawa sambil membekap mulutnya, termasuk Daniel dan Ariana. Mereka menyaksikan ulah anak-anaknya dengan kagum. Bibir mereka tak henti-hentinya mengeluarkan sebuah senyuman bangga.


Reva terlihat mengedipkan matanya. Dan Revi bertepuk tangan dengan penuh semangat sambil melihat Sela.


Sela berkata dengan terbata-bata, tiba-tiba merasakan matanya yang perih. Dia menunjuk Deffan dengan marah.


"Minuman apa yang kau berikan pada ku?" Dia berteriak.


Deffan menjawab dengan jujur.


"Itu adalah penghapus cat kuku, dan sedikit cuka, aku juga meneteskan must... Aku sudah bilang tadi, itu bukan untuk mu! Kau sendiri yang tidak mau Coca-Cola lalu kau harus menyalahkan siapa?"


Sela terdiam dian terlihat sangat menderita.


Jika bukan Reva yang menggodanya tadi, mana mungkin dia akan ragu untuk mengambil Coca-Cola itu?


"Maknanya, jangan suka merebut barang hak milik orang lain. Kau pikir setelah berhasil merebut barang orang, lalu barang itu akan berguna untukmu?"


Reva memeluk lengannya dan melirik Sela dengan dingin.


Campuran pasta gigi, penghapus cat kuku, cuka dan .... Terlalu asam dan dingin. Sela benar-benar merasa tidak nyaman di seluruh kepalanya. Dia tidak punya niat untuk berdebat dengan mereka lagi, jadi dia bergegas ke dapur mencari wastafel untuk dia membersihkan dan berkumur-kumur.


Begitu dia kembali keluar, dia melihat anak-anak tertawa-tawa menatapnya dengan penuh ejekan. Dan ini semakin membuat Sela kesal dan marah.


Sela mengarahkan telunjuknya kepada Deffan dengan giginya yang terkatup. Dia ingin memukulnya dengan keras, membalas kemarahannya.


"Kau bahkan tidak tau siapa Tuan muda ini. Aku memang sengaja mengganggu mu, tetapi aku bukanlah Kenzie!"


Deffan menyentuh hidungnya.


Sela tercengang, jangan-jangan dia adalah anak liar itu ....


"Aku Kenzie! Aku belum melakukan apa-apa tetapi kau sudah ketakutan setengah mati!"


Setelah Kenzie selesai bicara dia berjalan menghampiri Sela, dan memberikan ponsel itu kepadanya.


"Kenapa ponselku ada di tangan mu?"


Kenzie menjelaskannya kepada Sela.

__ADS_1


"Waktu kau menghindari ujar itu, ponsel mu terjatuh dan kotor. Aku mengambilnya dan membersihkannya untuk mu. Kau tenang saja, ponsel ini sudah bersih dan bebas dari kuman. Aku sudah mencucinya dengan deterjen terbaik."


"Apa ..., men-cuci-nya ..., dan kau ...." Dengan gemetar Sela mengambil ponsel yang ada di tangan Kenzie dengan matanya yang membulat.


Dengan cepat Sela mengusap layar ponselnya ....


Layarnya tampak gelap gulita dan tidak merespon sedikit pun. Setelah beberapa kali dia hentak hentakkan ponsel itu tidak juga mau menyala, dia yakin ponsel ini sudah rusak.


Anak ini bukan hanya mencucinya saja, tetapi sudah merendamnya begitu lama di dalam bak air.


Sengaja menenggelamkan ponselnya.


Sela menggenggam ponselnya erat-erat dan menatap Kenzie dengan wajah yang sangat marah. Di dalam ponsel itu terdapat poto dan video Daniel yang sengaja dia ambil diam-diam.


Semua data dalam ponselnya lenyap sudah, usahanya menyimpan beberapa poto dan vidio itu sia-sia.


Bocah kurang ajar! Benar-benar perlu di beri pelajaran!


Sela yang sangat emosi itu tiba-tiba mengangkat tangannya hendak memukul Kenzie. Kenzie tidak dapat lagi mengelak dan


tiba-tiba tangannya di cekal erat oleh seseorang.


Kenzie mendongakkan kepalanya saat tangan Sela tak kunjung sampai di wajahnya dan tercengang melihat mata Ariana yang terlihat sangat marah.


Ternyata dia!


Ariana, Dokter Messa, wanita hebat ....


Dia menatap Ariana dengan seksama. Wanita ini terlihat sangat menawan, dan dia pasti wanita j*****g itu!


Berita hangat yang sedang digosipkan sekarang adalah wanita ini dan Daniel .....


"Lepaskan!"


Sela berusaha melepas cengkraman tangan Ariana tetapi tangannya di cengkram dengan lebih erat lagi!


"Mama, dia ingin memukul kakak Kenzo, jangan lepaskan dia!"


Reva menatap Sela dengan marah.


Daniel yang berdiri di lantai dua sedang menyaksikan semua kejadian ini, wajahnya yang dingin menunjukan ekspresi datar.


Ketika tadi dia melihat Sela ingin menampar Kenzie, wajahnya langsung menggelap. Saat dia melihat tangan Ariana mencengkram pergelangan tangan Sela, matanya langsung menyipit.


"Kenzie, minat maaf padanya!"


"Minta maaf? Apa dengan minta maaf lalu masalahnya selesai begitu? Dia sengaja melakukannya!"


"Jika anak laki-laki melakukan kesalahan, maka ayahnya lah yang harus bertanggung jawab. Kau boleh pergi mencari papanya untuk membuat perhitungan, tetapi kau tidak boleh memukulnya!"


Ariana sengaja ingin melemparkan kesalahan kepadanya.


Sudut mulut Daniel membentuk sebuah senyuman tipis, dia ingin melihat bagaimana drama ini berakhir.

__ADS_1


Sela tertegun, bagaimana dia bisa membuat perhitungan dengan Daniel?


Apakah dia bisa?


Bukan tidak bisa, tetapi tidak berani!


Tadi dia berani karena tidak melihat Daniel disitu. Jika tidak, jangankan memukul, menegurnya saja dia tidak akan berani.


"Lepaskan aku! Aku tidak akan memukulnya."


"Jika kau berani menyentuhku. aku akan membuatmu menyesal!"


Kenzie menatap Sela dengan galak.


Ariana mengerti mengapa Kenzie bersikap seperti itu kepada Sela. Dia juga sudah melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bagaimana Sela memperlakukan Kenzie waktu mengantarnya ke TK Bangsawan


"Kenzie, maafkan Tante, Tante ...."


"Wanita munafik!" Belum sempat Sela menyelesaikan kalimatnya Kenzie sudah mengatainya duluan. Kemudian Kenzie pergi masuk kedalam kamarnya dan


Bam .... menutup pintu dengan keras.


"Kau yang melahirkan Kenzie?"


"Ya." Ariana menjawab dengan singkat.


Bibir Sela melengkung dan mencondongkan tubuhnya berbisik kepada Ariana.


"Tadinya aku heran, sifat dia diturunkan oleh siapa, ternyata dari kau!"


"Sifat Kenzie memang seperti saya dan juga pak Daniel, apakah itu yang membuat mu kecewa?"


"Hem, jangan terlalu sombong dulu, kau dan Daniel tidak menikah. Daniel tak akan mau dengan wanita seperti dirimu."


Ariana merasa kesal dan jengkel, namun dia tidak mau kalah dengan ucapan Sela.


"Tidak peduli dia mau atau tidak, yang terpenting aku memiliki anak dan tinggal di sini, sedangkan kau? Melihatmu saja Daniel tidak mau. Hah, tetap saja aku yang memenangkan pertarungan ini!"


Ariana tersenyum memandang Sela.


"Kau ....!"


Di hatinya sangat membenci wanita di hadapannya ini dan memiliki niat yang licik. Dia ingin mendorong Ariana, sementara Ariana dengan cepat menggeser tubuhnya karena dia melihat gerak-gerik Sela yang jahat itu.


Tiba-tiba ....


"Ah ...." Dia yang tiba-tiba jatuh ke lantai.


Ariana melipat kedua tangannya, menyaksikan Sela yang jatuh tersungkur ke lantai seperti sedang menonton pertunjukan yang bagus.


Dan tentu saja Sela akan menuduh.


"Kau mau mendorong Mama ku, tetapi kau sendiri yang jatuh. Hahaha, senjata makan tuan, hahahah." Anak-anak itu menertawakan sela.

__ADS_1


Sela bangkit dan pergi dengan marah fan kesal.


Awas saja, aku akan membalasnya suatu saat nanti!


__ADS_2