Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
149


__ADS_3

Saat kembali ke villa, Ariana bergegas memasak sesuatu. Dia juga membuat mie yang waktu itu di makan Daniel. Daniel menyukainya, jadi dia sengaja memasaknya, dan menyuruh Deffan dan Kenzie untuk mengantarnya khusus untuk papanya.


"Papa, kami membawa makanan untuk mu, kemari lah dan makan!" kedua bocah itu berteriak dengan gembira.


Daniel menatap kedua bocah itu, lalu melirik nampan yang mereka pegang. Dia merasa aneh.


Tak ada angin tak ada hujan, mengapa kedua anaknya tiba-tiba membawakan makanan untuknya?


Daniel berjalan ke arah mereka, dan melihat beberapa makanan yang tersaji begitu elegan itu, dan wajahnya menjadi dingin. Dia menyimpulkan dalam hatinya, semangkuk mie sangat mahal. bahkan di restoran mewah pun tidak semahal itu.


Jamur itu sangat mahal, jika membelinya saja di hitung pertangkai. Lalu sepiring sayur ini .... Ariana pasti akan menghitungnya dengan sangat mahal.


Daniel berpikir bahwa wanita itu sudah kekurangan uang, dia sengaja meminta anak-anak untuk memberikan makanan ini, lalu memintanya untuk membayarnya setelah makan nanti. Ariana pasti ingin menjebaknya!


"Kembalikan makanan ini, Papa tidak mau makan."


"Papa, kenapa tidak mau makan? Mama sengaja membuat makanan-makanan ini dengan susah payah, ini hasil kerja keras Mama, kau harus mencobanya."


Sengaja membuatnya untuk menjadikannya uang!?


Kata-kata Deffan membuat Daniel semakin curiga.


"Papa tidak lapar, kembalikanlah."


Setelah berkata seperti itu, dia pun pergi meninggalkan kedua bocah itu.


Kedua bocah itu saling pandang. Papa tidak menghargai dan menahan diri untuk menghela nafas.


"Jika ini semua di kembalikan, Mama pasti akan sangat sedih." Kenzie berkata dengan lesu.


"Kenzie, menurutmu bagaimana?" Deffan bertanya.


"Begini saja, kita katakan ...."


Kenzie berbisik di telinga Deffan, kemudian Deffan pun mengangguk dengan penuh semangat. Ini adalah ide yang bagus dan juga merupakan kesempatan yang bagus agar Papa bisa lebih dekat dengan Mama. Mereka berdua terus berusaha mendekatkan Ariana dan Daniel.


Ariana melihat Kenzie dan Deffan membawa kembali makanan itu dengan utuh, dia pun mengernyitkan keningnya.


"Kenapa di bawa kembali?"


"Mama, Papa berkata, dia khwatir kami memberikannya sendiri tanpa sepengetahuan mu, jadi dia tidak punya keberanian untuk memakannya, jika kau ingin Papa memakannya, Mama bisa mengantarkannya sendiri."


"Ya betul-betul, Papa juga mengatakan ada sesuatu yang ingin dia katakan padamu."

__ADS_1


Untuk menjadikan kesempatan bagi orang tuanya, mereka memutar otaknya untuk mencari ide yang cemerlang dan masuk akal, agar Ariana tidak mencurigainya.


Ariana berpikir bahwa Daniel benar-benar tidak mempercayainya, bahkan dengan anaknya sendiri dia pun masih saja curiga.


Namun Ariana penasaran, apa yang ingin Daniel katakan kepadanya?


Setelah berpikir beberapa saat, Ariana menatap kedua bocah itu.


"Kalian makanlah terlebih dulu, Mama akan membawa makanan ini kepada Papa mu."


Mendengar kata-kata Ariana, Kenzie dan Deffan tersenyum, mereka terlihat sangat senang dan bahagia. Dan mereka berdua langsung pergi ke dapur.


Ariana mengantarkan piring makanan itu ke kamar Daniel.


Saat Ariana masuk, Daniel menatapnya dengan heran.


"pak Daniel, kau belum makan, aku yang membuat ini semua, ku boleh memakannya."


Sambil berkata, Ariana meletakkan piring itu di atas meja. Kemudian menatap Daniel dengan tulus.


Jika dia tidak makan, wanita ini tidak akan berhenti jika belum mendapatkan uang. Apakah dia sangat membutuhkan uangnya? Apakah aku harus memakainya?


Daniel terlihat mempertimbangkan pikirannya.


"Aku tidak lapar." Ujar Daniel tak bergerak duduk di kursinya.


Begitu membutuhkan uang, dia sengaja bersikap seperti ini, sangat berbeda dari sebelumnya.


Melihat Daniel tidak kunjung menyentuhnya, Ariana teringat akan apa yang dikatakan kedua bocah itu tadi.


"Pak Daniel, apakah kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku?"


Daniel batuk. Kemudian dia bertanya: "Apakah makanan ini akan berharga sangat mahal jika aku memakannya nanti?"


Ariana terdiam beberapa saat, belum sempat dia menjawabnya, Daniel kembali berkata dan bertanya: "10 ribu untuk selembar sayur, 50 ribu untuk setangkai jamur, 15 ribu untuk sebutir kacang, dan kau pasti akan menghitungnya dengan harga jutaan, kan?"


Ariana mengernyitkan keningnya, dia sebenarnya ingin mengajak Daniel makan bersama tadi, karena dia berpikir bahwa Daniel tidak akan datang, jadi dia sengaja menyuruh kedua putranya untuk mengantarnya. Tetapi Daniel mengira dia ingin menghasilkan uang darinya, benar-benar tidak tau terimakasih.


"Pak Daniel, tidak perlu membayarnya semua makanan ini, kau bisa memakannya, aku tidak akan menagih mu, jangan khwatir."


Mata Daniel langsung berputar saat mendengar kata-kata Ariana.


"Lalu apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


Di tidak yakin kalu Ariana bersikap baik dan bermuara hati seperti ini, sudah dapat di pastikan kalu dia ada maksud tertentu. Kalu tidak, tidak mungkin dia akan sebaik ini!


Ariana mengangkat matanya, menatap Daniel dengan serius.


"Pak Daniel, aku tidak menginginkan apa pun, kau bisa memakannya."


Jadi dia tidak ingin uang?


Tidak ingin apa pun?


Daniel berpikir sejenak, lalu menatap Ariana dengan mencibir.


"Kau sangat serakah."


ucapnya tiba-tiba.


Kata-kata Daniel membuat Ariana terkejut.


"Apa maksudmu?"


Daniel mengangkat kedua alisnya.


"Kau tidak menginginkan apa pun, kau tidak menginginkan uang. Jangan-jangan kau menginginkan orangnya?"


Kata-kata Daniel tidak dapat menahan Ariana untuk tertawa, baginya, kata-kata Daniel barusan begitu lucu.


"Pak Daniel, aku memang tertarik dengan semua pria di dunia ini, tetapi aku sama sekali tidak pernah tertarik dengan mu, apa lagi sampai berpikir menginginkan mu, kau sangat lucu."


Setelah dia selesai berbicara, Ariana pergi keluar sekalian membawa makanan yang tidak di sentuhannya sama sekali. Ariana keluar dengan kesal. Dia telah menyesali memperlakukan Daniel dengan tulus, seharusnya dia tidak perlu sebaik ini kepadanya.


Daniel menatap punggung Ariana dengan senyuman di wajahnya. Apa maksudnya? Dia tertarik dengan semua pria di dunia ini, tetapi tidak tertarik dengannya?


Apakah dia begitu buruk?


Saat Ariana kembali dan membawa makanan itu kembali, Kenzie dan Deffan terngnga. Dan Deffan langsung bertanya kepada Ariana dengan rasa yang sangat penasaran.


"Mama, kenapa makanannya di bawa kembali?"


Ariana tersenyum kecut.


"Papa kalian tidak mau memakannya, makanan ini tidak sesuai dengan seleranya. Dia meminta juru masak untuk membuat makanan yang enak dan lezat."


Mendengar makanan lezat, Revi langsung mengangkat kepalanya dan matanya langsung berbinar.

__ADS_1


Makanan enak apa itu? Apakah ada kepiting? Udang goreng yang besar, daging saus yang enak dan empuk? Membayangkan itu Revi langsung menelan ludahnya.


"Mama, aku sudah kenyang." Tiba-tiba Revi menolak piringnya ke depan, kemudian pura-pura berjalan keruangan TV untuk menonton. Setelah melihat tidak ada yang melihatnya, Revi diam-diam pergi menemui Daniel. Dia pergi seperti seorang pencuri kecil yang menyelinap diam-diam tanpa sepengetahuan yang lainnya.


__ADS_2