
Saat melihat Kenzie menangis, Sela tampak kaku dan panik, dia merasa serba salah. Ada kecemasan di wajahnya. Apa lagi Kenzie melihat ke arahnya saat menangis.
"Hua ..., hua ..., Tante aku tidak akan memakannya lagi! Aku tidak mau makan apapun yang tante suka, aku tidak akan mau tinggal sama Kakek dan Nenek. Jika tate nanti menikah dengan Papa dan memiliki bayi, aku juga akan menjadi anak yang paling baik! Aku tidak mau meninggalkan Papa!"
Wa ..., hua ....
Kenzie menangis dengan sanga kencang.
Sela terkejut?
Daniel pun seketika mengernyit heran.
Wajah Sela langsung berubah. Dia tidak menyangka Kenzie akan berkata seperti itu, dan itu membuatnya salah tingkah di hadapan Daniel.
"Kenzie, omong kosong apa yang kau katakan! Kapan aku meminta mu ...."
"Kau yang memberi tahuku saat di dalam mobil tadi. Kau memberi tahuku dan memerintah ku seperti itu tadi." Deffan berkata sambil menangis dan menyeka air matanya.
Sela menganga, matanya membulat menatap Kenzie tidak percaya.
"Kenzie kau ...."
Daniel langsung mengangkat tangannya, memberi syarat agar Sela berhenti bicara.
Ekspresi wajah Daniel seketika itu juga langsung berubah.
Pantas saja, dia merasa ada yang salah dengan sikap putranya saat dia masuk tadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Daniel mulai bicara dan bertanya dengan nada yang dingin membuat Sela tidak tau harus mengatakan apa.
"Daniel, itu ..., bukan seperti itu ..., bukan seperti yang Kenzie katakan, aku tidak ...."
Kata-kata Sela gugup dan terbata-bata, dia tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk di jelaskan pada Daniel. Mendengar Sela berkata gugup, Daniel langsung memotong kalimatnya.
"Jika kau tidak mengatakan kata-kata itu, bagaimana mungkin dia meninta mu untuk tinggal dan makan siang? Dan mengubah sikapnya terhadap mu!"
Daniel berpikir, bahwa perubahan sikap anaknya hari ini adalah, atas dasar kata-kata Sela itu, makanya dia bersikap baik dan patuh.
"Aku, aku tidak tau. Aku benar-benar tidak tau, Kenzie mengubah sikapnya waktu sepulang sekolah tadi."
Deffan meliriknya sekilas. Sela memang mengatakan semua apa yang di katakan Kenzie barusan. Dia hanya mencari cara untuk memberitahu papanya saja, bagaimana sikap Sela terhadap Kenzie yang sebenarnya.
Deffan sama sekali tidak memfitnahnya.
Sela tiba-tiba berjalan ke arahnya.
"Kenzie, beritahu papamu, bahwa aku tidak mengatakan kata-kata itu!"
Kenzie berlari dan bersembunyi di belakang Daniel, seperti anak yang minta perlindungan.
__ADS_1
"Supir juga mendengarnya. Dia mengatakan, tidak ada gunanya aku mengadu sama Papa, dia akan mengirim ku kerumah Kakek dan Nenek.
Supir?
Daniel semakin penasaran dan bingung.
Wajah Sela semakin pucat. Anak ini sudah merencanakannya!
Dia sudah merencanakan saat memintanya untuk tinggal dan makan siang bersama. Tidak, dia merencanakan ini sejak pulang sekolah tadi.
Daniel segera meminta seseorang untuk memanggil sopir Sela. Dengan wajah tampan dan dingin, dia berkata sambil menatap Sela: "Jika kau berani berbohong pada ku, kau tau jelas sikap dan sifat saya."
Suara itu memang tidak kencang, bahkan hampir tidak terdengar jika mereka berjarak tiga meter saja, meski begitu, suara itu seperti datang dari neraka. Suara yang dingin namun penuh dengan ancaman, itu benar-benar sangat menakutkan.
Tidak begitu lama, supir Sela datang dengan tubuh yang menggigil, seperti kedinginan habis di siram air es. Dadanya berdegup kencang saat melirik manik mata Daniel yang menatapnya begitu teliti. Dia berlutut dengan gemetar. Sebelum mengatakan sesuatu, dia melirik Sela sebentar. Meski takut namun saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan dirinya terlebih dahulu.
"Aku .., aku akan. Aku akan mengatakannya .... " Sopir itu berkata dengan sangat gugup.
Meski dia juga takut dengan ancaman Sela, namun dia lebih takut dengan seorang pria berkuasa yang berdiri menjulang di atasnya.
Lalu dia mengatakan dan menjelaskan apa yang Sela katakan pada Kenzie, bahkan mengatakan semua yang terjadi dua hari yang lalu.
Sela yang berdiri di samping, menggertakkan giginya, menahan emosi serta wajahnya berubah pucat seperti mayat. Dia mencoba untuk menyela kata-kata sopir, namun Daniel melarangnya untuk bicara Sebelum sopir itu menyelesaikan kata-katanya.
Matilah saya, semua rencana ku sia-sia. Dia terlihat memejamkan matanya, menahan kesabaran dan ketakutan pada Daniel. Dia tidak lagi memikirkan kemarahan pada supir itu, tatapi membayangkan apa yang akan di lakukan Daniel kepadanya setelah ini.
Dia sangat yakin, Daniel pasti akan membencinya, dan dia tidak akan bisa mendekatinya lagi.
"Daniel aku ...."
Seketika itu Deffan mengerti apa yang di maksud Kenzie untuk berhati-hati dengan wanita ini.
Wanita ini benar-benar jahat sekali, benar kata Kenzie, dia ular berkepala dua, bahkan mungkin berkepala tiga atau bisa jadi lebih.
Setelah semua jelas, Deffan ingin melihat bagaimana Papa akan membantu Kenzie untuk membalaskan dendamnya pada wanita ini.
Daniel menatap Sela dengan pandangan yang sulit di artikan, dan kata-kata Ariana waktu itu tiba-tiba muncul di benaknya. Ariana mengatakan kalau tidak seharusnya menyuruh wanita seperti Sela untuk mengantar jemput Kenzie. Dia mengira kalau Ariana mengada-ada untuk menghasut Kenzie. Aku sudah salah menilainya, malahan yang dia katakan adalah kebenaran.
Tidak, tidak. Aku tidak boleh memikirkan ini, dia tetap saja wanita gila yang tidak berperasaan. Walupun apa yang dia katakan itu benar, aku tidak boleh memujinya ataupun terpancing dengan kebaikannya seperti ini, wanita seperti itu tidak bisa di percaya.
Daniel kembali menatap Sela.
"Ternyata kau juga wanita licik dan jahat. Mulut mu manis seperti madu. Ternyata kau tidak lebih dari seorang wanita munafik."
Daniel berkata dengan suara pelan, dan dingin. Meski suaranya tidak keras, namun kata-kata itu mampu menusuk ulu hati Sela.
Sela tidak tau harus berbuat apa. Tidak ada gunanya untuk menjelaskan atau pun membela diri. Daniel tidak akan mendengarkannya. Penjelasannya pasti tidak akan berguna, jadi sia-sia dan percuma. Semakin dia menjelaskannya maka Daniel akan semakin membencinya. Jalan satu-satunya adalah dia berlutut dan meminta maaf.
"Daniel, maafkan aku, ini semua salahku, aku tidak sengaja. Aku yang ...."
"Untuk apa kau meminta maaf? Tidak ada gunanya sama sekali!"
__ADS_1
"Dan, aku minta maaf, tolong maafkan kesalahan ku, aku hanya khilaf, karena waktu itu aku ...,"
"Untuk apa memaafkan kamu!? Supaya kamu bisa masuk kembali dan merencanakan rencana lainnya? Iya seperti itu?"
"Daniel, kau salah, aku sama sekali tidak berpikir seperti itu. Kau salah paham, tolong dengarkan penjelasan saya."
Daniel mengangkat tangannya. Dia tidak ingin mendengar penjelasan dari wanita ular ini lagi.
"Aku tidak butuh permintaan maaf dari mu, kau sudah membuat Kenzie terluka. Dengan begitu keluarga Harto grup akan membayarnya."
Sela langsung tersentak mendengar Harto grup. Seketika dia mengangkat kepalanya dan menatap manik mata Daniel yang menatapnya dengan sangat tajam itu.
Apa? Keluarga Harto grup akan membayarnya? Apa yang akan di lakukan Daniel? Dia meremas ujung bajunya dengan erat. Sela melebarkan matanya tidak percaya.
"Daniel, apa-apaan ini! aku hanya mengatakan beberapa kata saja, kau tidak bisa membawa-bawa nama Harto grup seperti ini."
Daniel tersenyum sinis seraya menatapnya.
"Hanya beberapa kata saja kau bilang? Menyepelekan sekai!"
"Daniel, aku ...."
"Kau jangan khwatir, aku juga cuma mengatakan beberapa kata saja, Harto grup bisa saja bangkrut hanya dengan menyepelekan beberapa kata saja."
Sela membelalakkan biji matanya. Sebuah kata darinya saja, sudah membuat Harto grup bangkrut!
Sela benar-benar panik dan cemas. Dia mencari cara lainnya agar Daniel memaafkannya dan tidak menyinggung Harto grup.
"Daniel, aku mohon padamu ..., aku mohon dengan ...."
"Keluar!"
Daniel berteriak dengan keras. Dia menatap murka pada Sela. Sementara Deffan yang melihat drama ini, dia tersenyum dengan sangat puas.
Apa yang terjadi selanjutnya? pertikaian ini belum selesai ya reader, akan lebih seru lagi selanjutnya. Tap ❤️ ya, agar mendapatkan notifikasi update terbarunya.
Author sudah update ya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Tugas pembaca hanya memberi dukungan, like dan komen, memberi vote dan hadiah
❤️ wajib ❤️
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
vote setiap akhir pekan ☑️
__ADS_1
komen jika ada kritik dan saran☑️
dan jangan lupa follow akun author