
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
Ariana sangat bingung dan bingung, dia tak henti-hentinya memikirkan Deffan.
Bagaimana ini ...,
Bagaimana ini ....
Dia mondar-mandir di dalam rumahnya menggigit jari telunjuknya mencari solusi.
"Mama, ada apa dengan mu?" Reva memandang Ariana dengan khwatir.
"Mama, tadi aku mendengar di telpon, mereka mau Mama menukar Deffan dengan uang, maksudnya apa?" Revi yang mendengar juga terlihat sangat khwatir.
Ariana menatap kedua putrinya dengan wajahnya yang pucat.
"Tidak apa-apa, mereka hanya meminta uang, kalian jangan khwatir, Mama akan mencari jalan keluarnya."
Reva tau bahwa Ariana sedang membujuk mereka agar tidak khwatir.
Jika itu benar-benar mudah bagi Mama untuk menyelesaikannya, Mama tidak akan terlihat panik seperti itu, masalah Mama pasti sangat rumit sekali!
Jika Mama tidak susah, dan memiliki banyak uang, Mama pasti tidak akan membawa mereka tinggal di tempat seperti ini.
"Mama, jika kau butuh uang, kenapa tidak mencari seseorang, mereka pasti punya uang."
"Siapa?"
Ariana menoleh menatap Revi.
"Orang jahat itu, Daniel. Dia pasti punya uang!"
Ariana tercengang mendengar kalimat Revi barusan, dia tidak menyangka Revi memiliki pemikiran seperti itu.
Daniel memang kaya 2 miliar bukanlah apa-apa baginya, tapi bagaimana mungkin dia bisa memberikannya begitu saja.
Bahkan, jika Ariana berkata dengan meminjam, dia tidak akan memberikannya.
Kecuali kalau ....
"Mama, Deffan juga putranya, dia juga harus bertanggung jawab pada Deffan."
Kedua anak itu tidak tega melihat mamanya terjerat dalam kesulitan, jadi dia membantu untuk menemukan ide-ide di kepalanya.
__ADS_1
"Mama pikirkan lagi."
Ariana terlihat bingung.
Jalan satu-satunya adalah memberi tahu Daniel bahwa Deffan adalah juga putranya, jika dia sudah tau, dia pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan hak asuh Deffan.
Tidak, tidak.
Tiba-tiba Ariana mengingat seseorang.
"Mungkin dia bisa membantu."
Ariana segera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
Begitu telpon terhubung, Ariana segera menceritakan kronologis Deffan yang telah di culik.
Reko pun tidak percaya mendengar berita yang mengejutkannya itu.
"Kak ipar, bagai mana bisa?"
"Reko, kita tidak banyak waktu, mereka hanya memberi ku waktu satu hari. Aku tau uang 2 miliar bukanlah jumlah yang sedikit, kedepannya aku akan mencari cara untuk mengembalikannya!"
"Kak ipar, tidak ada yang harus di kembalikan. Deffan juga anak dari keluarga kami, aku memang sudah sepantasnya membantu kesulitan kalian, tapi ...."
Kata tapi inilah masalahnya.
Reko dengan ragu mengatakannya kepada Ariana.
"Aku tidak memiliki uang sebanyak itu, semua ada di tangan kakakku, Aku paling bisa meminta ratusan juta, jika meminta miliaran sekaligus, kurasa itu akan sulit."
"Lalu harus bagaimana sekarang?" Ariana kembali cemas.
"Kakak ipar, kau jangan cemas. Aku akan mencari jalan keluarnya. Jika tidak berhasil, aku akan meminjam dengan teman-teman ku. Uang itu pasti akan terkumpul."
"Kalu begitu, tolong cepatlah, aku takut terjadi sesuatu kepada Deffan, aku takut mereka akan memukul Deffan, aku tidak bisa kehilangan Deffan! Aku benar-benar tidak bisa ...."
"Kak ipar, kau tenang lah, aku akan segera menolong Deffan, jangan khwatir."
"Terimakasih Reko."
Setelah menutup telpon, Ariana bernapas kembali, satu jam yang lewat, dia seperti sudah kehilangan nyawanya.
Reko melihat informasi saldonya di ponsel, jauh dari kata 500 juta, kemudian dia segera menghubungi teman-teman untuk membantu meminjaminya kekurangan uang dari saldonya yang tertera.
Saat Reko menelpon mereka, mereka yang sudah seperti sanak saudara, setelah membahas tentang masalah uang, mereka kemudian seperti menghindar, ada juga yang membalas dengan mengeluh dan sebagainya, berbagai alasan yang mereka katakan.
Dari situ, Reko mengetahui sifat dan watak mereka, ternyata mereka hanyalah teman-teman yang mau senangnya saja, tidak mau membantu ketika temannya lagi dalam masalah.
__ADS_1
Reko menghela napasnya dalam-dalam, memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu!
Reko juga berpikir, bawah akhir-akhir ini masalah begitu terus mengikutinya seperti bayangan. Ini adalah masalah kakaknya, tetapi kenapa aku terlibat?
Karena keponakan ku, jadi aku memang sudah seharusnya terlibat.
Memikirkan itu, Reko tiba-tiba menelpon Daniel.
"Halo kak, aku mau minta uang, kak."
Daniel mengernyitkan keningnya.
"Berapa?"
"Dua miliar!"
Ha ....
"Untuk apa kau uang sebanyak itu? Apakah kau bermasalah?" Daniel terlihat khwatir kenapa Reko tiba-tiba meminta uang sebanyak itu. "Untuk apa?"
Reko sudah menduganya, Daniel tidak akan semudah itu memberikannya jika dia tidak tau apa masalahnya.
Daniel bertanya dengan heran, selama hidupnya, Reko belum pernah meminta uang sebanyak itu.
"Ada kebutuhan yang sangat mendesak kak, aku membutuhkan uang itu secepatnya."
"Jelaskan kebutuhan apa yang kau maksud?"
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, aku mau uang, kak. Ini sangat penting, kau berikan saja kepadaku, aku sangat membutuhkannya."
"Reko, ada apa dengan mu, aku hanya ingin tau apa masalah mu hingga meminta uang sebanyak itu? Aku bisa saja memberikannya kepada mu, tapi aku ingin tau masalah apa yang sedang kau hadapi?"
"Kak, nanti aku akan mengatakannya, sekarang aku tidak punya waktu."
Daniel lebih terkejut lagi mendengar ucapan Reko.
Apakah dia memiliki masalah yang begitu besar?
"Kak, demi 2 miliar, apakah kau benar-benar tidak peduli dengan hidup ku? Aku adikmu, jika terjadi sesuatu kepadaku, bagaimana kau akan menjelaskannya kepada orang tua kita, nenek moyang kita, bisakah kau menjelaskannya?"
"Baiklah, ambil uangnya sekarang!"
.
.
.
__ADS_1
Bersambung .....