
Ariana yang baru saja kembali dari mengantar anak-anaknya kesekolah dan belum sempat masuk ke dalam rumah, tiba-tiba mobil Daniel yang tadi sudah pergi kini sudah kembali lagi ke rumah.
"Apakah dia lupa membawa sesuatu?"
Ariana begitu penasarannya, begitu hendak masuk ruang tamu, dia di hentikan oleh Daniel.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada mu."
Untuk sementara dia terlihat tenang. Tapi saat berikutnya dia khwatir mengenai hak asuh Deffan.
Ariana mengikutinya masuk ke ruang kerjanya di atas. Daniel menatapnya dengan sedikit lembut.
"Nona Ariana, hari ini aku akan ada tamu penting di rumah ku ini, jadi aku ingin kau ...."
"Aku akan segera pergi."
Tamu yang penting, pasti sangat istimewa buat Daniel. Jadi jika dia tetap tinggal di sini, malah akan menjadi salah paham terhadapnya.
Daniel terkejut. Begitu mudahnya pergi? Bukankah kemarin bersikeras untuk tetap tinggal di sini?
Ada apa dengannya?
"Lalu anak-anak nanti ...."
"Reva dan Revi akan aku bawa bersama ku, masalah Kenzie dan Deffan, aku menghormati pendapat mereka. Jika mereka mu bersama ku, aku harap kau jangan menghalanginya mereka."
Daniel tidak menyangka Ariana akan berkata seperti itu.
"Sebenarnya, kau juga paham bahwa Deffan akan lebih baik tinggal di sini."
__ADS_1
Apakah Daniel akan meminta hak asuh Deffan dengan merubah sikapnya seperti ini?
"Pak Daniel, seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan menghormati keinginan anak-anak. Aku tidak akan menghalanginya Deffan jika dia mau tinggal di sini, tetapi kau tidak boleh mengambil hak asuhnya."
Mata Daniel tampak keruh, dia tidak punya kesempatan untuk bertanya lebih jauh lagi, keputusan Ariana mengejutkannya dengan menyetujui Deffan tinggal di sini, soal hak asuh Deffan, dia akan mengurusnya nanti.
"Tamu-tamu ku akan tiba satu jam lagi, jadi ...."
"Baiklah, aku akan berkemas dan segera pergi."
Ariana keluar dari ruang kerjanya. Melihatnya pergi begitu saja, Daniel merasa ada yang tidak beres.
Dengan cepat Ariana mengemasi barang-barangnya. Ketika dia pergi meninggalkan rumah besar milik Daniel, dia menghela nafas dengan lega.
Semewah apa pun rumah yang dia tempati, tetap saja tidak akan membuatnya nyaman. Tapi seburuk apa pun jika itu tempatnya sendiri meski hanya ngontrak, tentu saja akan merasa nyaman dan tenang, dia bebas melakukan apa pun di rumahnya sendiri tanpa ketergantungan terhadap orang lain.
Ariana, suatu hari, kau juga bisa sukses dan berhasil! Ariana tampak menyemangati dirinya sendiri, bersemangat dan terlihat penuh percaya diri.
Di rumah megah Daniel.
Dia terlihat berdiri menunggu kedatangan kakeknya turun dari mobil, menyambutnya begitu bersemangat. Daniel memandang wajah keriput di dahinya, wajah yang penuh dengan perjuangan.
Semua pribadinya menunjukkan kehebatan dan kebijaksanaan yang telah di asah semasa mudanya.
Hubungan kakek dan cucu ini begitu dekat, Bimbingan kakeknya tidak dapat Daniel lupakan sampai akhir hayatnya, karena itu Daniel begitu menyayanginya dan menghormatinya, dia menempatkan posisi kakeknya paling penting di hidupnya.
"Dani, rumahmu ini begitu sejuk dan segar, jika kakek tinggal di sini akan sangat bagus buat kesehatan kakek."
Begitulah panggilan kakeknya terhadap Daniel, sejak Daniel kecil dia sudah memanggilnya dengan nama Dani, dan sampai sekarang pun dia tidak pernah merubahnya.
__ADS_1
"Jika kakek menyukainya, kakek bisa tinggal di sini selamanya."
"Mana boleh seperti itu? Nanti jika kau menikah dan mempunyai seorang istri, aku seorang kakek tua, tidak bisa tinggal bersama kalian yang masih muda, Kalian tidak akan nyaman dan leluasa."
"Kakek, aku ingin kau tinggal di sini bersama ku, dan aku tidak membutuhkan seorang istri."
Ha ....
Kakek terperangah mendengar kalimat Daniel barusan.
"Mana ada orang yang tidak mau beristri? Kau jangan bercanda Dani! Aku sengaja datang ke sini untuk merencanakan pernikahan mu."
Pernyataan kakek Hamsyah mengejutkan Daniel. Dan lagi-lagi dia tersentak melihat kedua orang tuanya sudah datang dan turun dari dalam mobilnya.
Mahesa begitu terlihat tenang, sementara wajah Maira terlihat sangat gembira.
"Kakek mendapatkan berita bahwa kau telah menemukan Nona Ariana. Dia sengaja pulang ke sini untuk bertemu dengannya. Kemana dia? Memganggap aku belum melihatnya?"
"Mama, jangan asal bicara. Hubungan ku dengannya bukan hubungan seperti yang kau pikirkan."
"Mama tidak peduli seperti apa hubungan mu, kemarin Reko mengatakan kalau hubungan kalian semakin membaik."
Apa? Apa yang di katakan anak itu? Daniel memicingkan matanya, dia baru mengerti sekarang. Pantas saja Reko begitu ingin Ariana tinggal di sini.
"Mama, apakah kau percaya dengan Reko?"
"Ya." Maira menjawab dengan singkat, memandang Daniel dengan mencibir.
"Mama, dia membohongi mu demi mendapatkan sebuah mobil sport itu."
__ADS_1