Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
50


__ADS_3

Di Rumah Mewah


Mobil terparkir dengan sempurna. Sela dan Deffan keluar secara bersama-sama. Deffan melompat dan langsung berlari masuk. Dia tidak melihat papanya dalam beberapa hari terakhir ini, dan dia sangat merindukannya.


Sela juga mengikutinya ke ruang tamu. Dia tidak akan melewatkan satu kesempatan pun untuk bertemu dengan Daniel.


Ketika kepala pelayan rumah tangga itu melihat Kenzie sudah pulang, dia bergegas untuk menyambutnya.


"Tuan muda, papa mu belum pulang!"


Papa tidak ada? Sayang sekali, padahal tadinya dia mau merencanakan sebuah drama yang sangat bagus.


Deffan berbalik dan melihat ke arah Sela. Wanita itu masih berdiri di sana, dan seolah-olah dia tidak ingin pergi.


Dia punya ide: "Tante sebaiknya nanti saja pulangnya. Lebih baik kita tunggu papa pulang dan ikut makan siang bersama."


Ini adalah kesempatan bagus untuk mengekspose wanita ini.


Kenzie benar-benar memintanya untuk makan siang bersama?


Meskipun Sela terkejut dan sama sekali tidak menyangka, tetapi dia pikir Daniel sebentar lagi akan pulang dan akan makan siang bersama. Ini kesempatan yang jarang sekali terjadi, maka dia tidak akan melewatkannya.


"Iya, tapi ..., nanti Tante akan merepotkan kalian." Dia berbicara seolah-olah ragu, padahal itu hanya akal-akalan dia saja.


Kepala pelayan rumah tangga itu juga merasa kalu permintaan Kenzie itu mengejutkan, tetapi karena Tuan mudahnya yang memintanya, apa yang bisa di katakan pelayan, dia tidak bisa mencegah.


"Sama sekali tidak merepotkan, aku akan meminta juru masak untuk menyiapkannya."


Sela mengangguk, kemudian masuk dan duduk di ruang tamu. Deffan senang melihatnya, dia tersenyum menatap Sela.


Baru saja pelayan itu melangkah pergi, sebuah mobil marsedez sedang memasuki halaman rumah secara perlahan.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya, dia melangkah masuk dengan kakinya yang panjang menuju ruang tamu.


Baru saja dia masuk, Deffan sudah berlari ke arahnya, memeluk kakinya yang panjang dengan sikap manjanya.


"Papa, aku sangat merindukanmu!"


Daniel tercengang di buatnya. Kenzie apa yang terjadi.


Kenzie tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya?


"Kenzie, apakah kamu membuat masalah lagi di taman kanak-kanak?"


"Tidak Papa. Kenzie sangat baik dan patuh. Kalau tak percaya ..., tanyakan saja pada tante Sela!" Kenzie melirik Sela sekilas kemudian beralih lagi menatap Daniel.


Tante Sela?


Dia lebih terkejut lagi saat Kenzie menyebut Sela dengan sebutan Tante Sela.


Sela berjalan menghampiri Daniel dan Kenzie.


"Kenzie sangat baik hari ini, dia juga ramah dengan anak-anak di TK Bangsawan tadi."


Daniel menangkap ada sesuatu yang aneh di dalam diri Kenzie, sikapnya benar-benar berubah, apa lagi dengan Sela hari ini. Daniel seperti tidak percaya dan ragu-ragu. Dia melihat putranya seperti ada dua orang yang berbeda. Dia menghela napasnya, kemudian menatap Kenzie dengan teliti.


Tidak. Dia benar-benar anakku. anakku akhir-akhir ini, setelah melakukan pengobatan itu, sikapnya memang sering berubah-ubah.


Tidak lama kemudian, mereka di panggil pelayan untuk makan siang. Sela juga ikut.


Saat di meja makan. Baru saja Sela duduk di kursi makan, Deffan dengan cepat-cepat mengambilkan makanan untuknya. Daniel tidak tahan melihatnya seperti itu.


Sela juga terlihat sangat tidak nyaman. Dia merasa, sejak pulang sekolah tadi, sikap Kenzie benar-benar berubah 180 derajat. Benar-benar perubahan yang sangat besar dan cepat.

__ADS_1


"Kenzie, makanlah makanan mu dengan baik." Daniel berucap sambil menatapnya. Deffan melirik papanya dan mengangguk.


Ketika dia melihat makanan yang ingin dia makan, dia sengaja menoleh ke arah Sela terlebih dahulu.


"Tante, apakah aku boleh mengambil makanan itu?" Kenzie bertanya, dan mengharapkan Sela mengambilkan untuknya.


Sela yang ditanya Kenzie seperti itu, dia merasa cukup canggung dan gugup. Lalu memaksakan senyuman di bibirnya.


"Kenzie, apakah kamu mau daging ini? Tante akan mengambilkan untuk mu."


Tangan Sela terulur untuk mengambil kan daging buat Kenzie, dan ketika daging itu hampir di letakkan Sela di atas piringnya, matanya berputar sejenak, dan dengan cepat tangannya berpura-pura terpeleset.


Tiba-tiba piring itu jatuh ke lantai dan pecah, makanan pun berserakan di lantai.


Sela tampak sangat terkejut, jantungnya mendadak berhenti berdetak, dan Kenzie mulai menangis.


Apa yang akan dilakukan Deffan selanjutnya?


Ikuti terus jalan ceritanya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tugas pembaca hanya memberikan dukungan pada karya author


Wajib likeβ˜‘οΈ


klik bintang lima di penilaian β˜‘οΈ


tap love β˜‘οΈ


vote setiap akhir pekan β˜‘οΈ

__ADS_1


komen jika ada kritik dan saranβ˜‘οΈ


dan jangan lupa follow akun author


__ADS_2