Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
106


__ADS_3

m🌺Vote🌺


Saat Ariana ngobrol dan bertukar cerita dengan Reko, tiba-tiba pintu kamar di tarik dan terbuka.


"Mama, Revi keterlaluan sekali!"


Sambil mengatakan itu, dia meletakkan kotak alat riasnya di atas sudut meja.


Reko mengatur emosinya dan menyimpan kembali apa yang sudah ingin dia katakan barusan dengan Ariana.


"Ada apa?"


Revi mengeluarkan berbagai boneka Barbie yang digunakannya untuk berlatih make-up, menyusunnya di atas meja dengan rapi.


"Mama, coba kau lihat sendiri!"


Ariana mengerutkan keningnya melihat mainan orang-orang yang ada di atas meja.


Revi berjalan ke arahnya dengan sedikit malu-malu sambil menjulurkan lidahnya ke arah Reva lalu menatap Ariana.


"Mama, aku kasihan melihat mereka, Reva menggunakan mereka untuk berlatih dengan cara di gambar dan di rias setiap harinya. Jadi aku berbuat baik kepadanya."


"kau berbuat seperti ini di bilang baik? Kau memberikan makanan kepada mereka semua hingga mereka berubah bentuk! Lihat wajah ini, perutnya sudah bulat seperti perutmu."


"Aku takut mereka akan lapar, jadi aku memberi makan mereka." Revi menundukkan kepalanya tidak berani menatap Reva yang sedang marah itu.


"Kau keterlaluan sekali, benar-benar menyebalkan!"

__ADS_1


Sambil berbicara, Reva mengeluarkan sesuatu dari mulut dan perut orang-orang mainan itu.


Coklat, keripik, permen, stik keju, wafer, manisan ....


"Mama, lihatlah. Semua orang-orang ini di perlakukan seperti ini, bagaimana aku bisa menggunakannya lagi?"


Reva berkata dengan cemberut dan marah, seperti singa kecil yang sedang marah. Dengan kesal dia menatap Revi.


"Revi, minat maaf kepada kakak mu?"


Revi memonyongkan mulutnya dan tidak berkata apa-apa lagi.


"Revi, ini adalah barang-barang kakak mu, kau tidak boleh menyentuhnya tanpa izin darinya. Apalagi sampai merusaknya seperti ini."


Ariana memandang Revi, dia berkata untuk mengajarinya begitu sabar dan lembut.


"Maaf."


"Dengan meminta maaf, apakah mainan ku ini akan kembali seperti semula? Ganti kau harus menggantinya dengan yang baru!"


"Sudah Reva, Revi sudah meminta maaf pada mu. Mama akan membelikan mu yang baru, oke."


"Tidak, aku mau dia yang menggantinya menggunakan uang jajan dia!"


Revi menatap Reva dengan tatapan sedih.


"Aku tidak punya uang. Apa boleh aku menggantinya dengan makanan ringan ku?"

__ADS_1


"Siapa yang mau makan makanan mu! Aku hanya mau model orang-orang ku utuh dan bagus lagi."


Melihat Reva yang begitu keras kepala dan keadaan Revi yang menyediakan, Reko berdiri lalu mengeluarkan dompetnya. Dia mencabut sebuah kartu dati dompetnya.


"Paman akan membantu Revi untuk menggantinya, kau dapat membeli apa pun yang kau inginkan, oke?"


"Siapa yang menginginkan uang mu? Meskipun aku miskin dan kelaparan, aku tidak menginginkan sepersen pun uang dari keluarga mu!" Setelah berbicara seperti itu, Reva berlari ke luar dengan marah.


Tidak hanya Reko, Ariana juga terkejut mendengar kata-kata ini.


Mengapa anak ini begitu membenci keluarga Mahesa?


"Maafkan Revi, aku tidak mendidiknya dengan baik. Reko, kau jangan marah ya."


"Kakak ipar, jagan katakan itu, tidak mudah bagi mu untuk membesarkan anak-anak ini."


"Jadi, kau mau membantu ku untuk menyembunyikan masalah ini dari kakak mu, kan?"


Reko tertegun untuk beberapa saat. Dia tau watak kakaknya dengan sangat baik. Kesalahpahaman mereka sudah cukup dalam. Jika kakaknya mengetahui keberadaan ketiga anak-anak ini, sudah dapat di pastikan Daniel tak akan membiarkan ketiga anak itu tinggal bersama Ariana.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ........


__ADS_2