
🌺like🌺
Biasanya, jika ada makanan yang enak dia akan mengalah dan membiarkan Revi makan duluan. karena Revi adalah anak yang paling suka makan di antaranya. Karena Reva sedang bermusuhan dengannya sekarang, maka dia merasa, mengapa dia harus mengalah pada Revi? Mengapa Revi yang selalu di dahulukan?
Reva pergi ke dapur mengambil pisau dan juga sendok garpu. Setelah itu dia kemabli dan menatap Revi yang masih mengagumi kuenya. Senyum licik tampil di wajah kecil Reva. Kemudian dia maju ke depan dan langsung memotong kue mousse itu dengan cepat, kue itu terbelah menjadi dua bagian. Dia lalu memotongnya lagi dan meletakkan potong kecil ke dalam piring yang sudah dia siapkan tadi.
Melihat kue bunga yang hidup terbelah beberapa bagian, Revi memandang Reva dengan sedih.
"aku belum cukup untuk memandangnya, tetapi kau sudah menghancurkan ke indahnya, benar-benar menyedihkan." Revi sedih memandang kue yang sudah tidak berbentuk cantik seperti tadi.
"Kue itu untuk di makan, bukan untuk di pandang. Kau kenapa? Biasanya juga kau langsung memakannya?"
"Tapi ini beda dengan kue yang lainnya, kenapa kau tega menghancurkannya?"
"Kue ini bukan milik mu seorang, aku juga mau memakannya, dan aku tidak tahan lagi untuk mencicipi rasanya."
Setelah berkata seperti itu. Revi segera memotong cream kue itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Beberapa detik kemudian, Reva mengernyit dan berteriak sambil berlari ke luar memuntahkan kue itu.
"Puh ...." Reva memudahkannya beberapa kali, hingga kue itu benar-benar habis dalam mulutnya. Dia berdiri dan berlari lagi ke dapur, mengambil cangkir dan menuangkan air minum.
Mereka mengalihkan pandangannya terhadap Reva.
"Ada apa Reva?" Ariana bertanya dengan rasa ingin tau. Kenapa Reva me,buang kue itu?
Revi menatap Reva dengan marah.
"Siapa suruh menghancurkan kue itu, rasakan." Revi menjulurkan lidahnya mengejek Reva yang masih terlihat mual-mual.
Kenzie juga tampak terkejut. Reva memuntahkan kue itu setelah memakan sepotong cream kue itu.
Reva keluar masuk dengan wajah yang pahit. bibirnya mengerucut, keningnya mengernyit. Reva menatap mereka semua.
"Jangan memakannya, itu benar-benar tidak enak, rasanya sangat aneh."
Ariana mengernyitkan keningnya. Bagaimana mungkin kue yang begitu terkenal itu tidak enak rasanya?
Kenzie sepertinya mulai percaya dengan kata-kata Reva, kue ini memang berbeda dari yang pernah dia makan.
Revi mendengus dan menatap Reva dengan marah. Kenapa dia melarangnya memakan kue itu?
"Apakah kau pikir jika kau melakukan ini, aku akan memberikan semua kue itu untuk mu? Dan aku tidak boleh memakannya? Kau benar-benar rakus. Dan jangan harap aku ajan melakukannya."
__ADS_1
"Revi aku ...."
Reva ingin mencegahnya, tetapi Revi dengan semangat mengambil sepotong kue yang lebih besar, dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Revi berlari untuk merebut kue yang ingin Revi makan, tetapi sudah tidak keburu lagi.
Mata Reva membulat seketika, melihat Revi memakan kue itu.
Detik berikutnya, Revi menangis dengan kencang dan berlari seperti Reva tadi.
"Wah ...." Ariana yang mendengar teriakannya Revi dengan kencang, dia segera berlari menyusul Revi dengan prihatin.
"Revi, ada apa sayang?"
"Mama, dia pasti menangis karena makanan yang tidak enak itu."
Mendengar kata-kata tidak enak dari Reva, Ariana mengernyitkan keningnya.
Dia merasa curiga, namun dia juga penasaran seperti apa rasa kue itu.
Ariana segera mencicipinya sedikit, dan kemudian wajahnya buruk sekali.
"Aneh sekali, kenapa rasa kue ini seperti ini?"
"Puh ...."
Wajah cantiknya berubah seketika. Revi menangis dengan sangat kencang.
"Wah ..., wah ...."
Ariana menggendong Revi yang menangis kencang, dia mengambil air minum dan berlari ke kamar mandi dengan secangkir air putih di tangannya.
Berikutnya, Ariana keluar dengan wajah yang suram.
"Daniel, kali ini aku akan membuat perhitungan yang tak ada habisnya dengan mu! Lihat saja nanti!" Ruang tamu tampak bergema.
Kenzie menampilkan wajah cemberut dan diam-diam menghela napasnya.
Sudah di pastikan, Mama dan papa akan bertengkar lagi setelah ini.
Revi masih menangis sambil menggosok bibirnya yang berasa pahit. Ariana menghabiskan sepanjang malam membujuk Ravi sambil menggendongnya.
Reva juga sangat marah, dia membanting cangkir di tangannya ke meja.
__ADS_1
"Mama, sudah jelas dia menghina kita. Dia sengaja mempermainkan mu. Ini sangat keterlaluan sekali, dengan mempermainkan perasaan seseorang seperti itu, Mama harus membalas perbuatannya ini!" Reva mengepalkan tangannya. rahangnya mengeras marah.
"Mama, aku tidak pernah tau, kalau ada kue yang sangat tidak enak rasanya. Kain kali jika aku melihat kue, aku akan ingat dengan rasa kue ini. Mama apa yang harus aku lakukan?" Ravi berkata dengan terisak. Mukanya cemberut dengan air mata yang mengalir di pipi bulatnya.
Ariana dengan penuh kasih sayang menyeka air mata di pipi tembem Revi. Dia membayangkan, jika ini adalah pipi Daniel , dia akan segera meremas dan mencakarnya sampai tak berbentuk lagi.
Daniel b*****k dan sialan itu, jika hanya dia yang di permainkan, itu tidak masalah, tetapi apakah dia tidak berpikir bahwa ini akan merugikan orang lain yang tidak bersalah?
Atau ..., apakah dengan semakin banyak orang yang dia permainan apa dia akan semakin senang?
Ariana menatap kedua putrinya, dan kembali menyeka air mata Revi.
"Jangan khwatir, Mama akan membuat perhitungan dengannya, dan jika Mama tidak dapat membalaskan dendam mu, Mama tidak pantas menjadi mama mau!"
"Mama, perlukah kami bantu?"
Reva menatap Ariana dengan seksama. Wajah kecilnya itu tampak marah sekali.
"Tidak, kalian harus pergi ke sekolah besok, Mama bisa menangani sendiri."
Putrinya masih terlalu kecil, dan Daniel juga tidak tahu jika Revi dan Reva adalah putrinya sendiri. Jika Reva tak sengaja membuat Daniel marah, maka konsekuensinya akan sulit di tebak.
Jadi Ariana tidak ingin anak-anaknya terlibat dalam masalah ini!
"Kalu begitu, Mama harus memberinya pelajaran yang sangat bagus!"
Reva sangat kesal dengan pria yang bernama Daniel. Meski dia adalah papa kandungnya, namun dia sudah sangat membencinya.
Ya, kue yang begitu cantik dan indah, telah berubah menjadi rasa yang tidak enak, ini lah yang dia maksud adalah kue spesial untuknya! Pantas saja Liki begitu ingin dia memakan dan mencicipinya. Ariana sudah paham sekarang.
Benar apa yang ada dalam pikiran Ariana waktu siang tadi, tidak mungkin Daniel Bajingan itu memperlakukannya dengan baik jika tidak ada motif tersembunyi di dalam hatinya yang jahat itu.
Kau benar-benar jahat sialan!
"Ya, kue yang begitu enak, berubah menjadi tidak enak, karena disengaja meminta juru kue itu mengganti bahan-bahannya. Secara tidak langsung, dia juga sudah menindas kue?"
Kata-kata Reva sangat mengejutkan Ariana dan juga Kenzie.
Kenzie yang ada di sampingnya tidak berani membela Daniel. Kenzie menatap mereka bertiga yang begitu marah ke pada Daniel.
Selain itu, papa memang benar-benar keterlaluan!
🌺vote🌺
__ADS_1