
❤️ vote ❤️
Ariana terlihat berpikir. Dia menghela napas.
"Biarkan aku mempertimbangkannya dulu."
Liki meliriknya, dibandingkan dengan penolakannya saat di ajak ke cafe tadi, sikapnya sekarang sudah jauh lebih baik.
Dari ekspresi Ariana, Liki dapat melihat, adanya harapan dan dia bernapas lega.
Asalkan Ariana bersedia kembali maka bisa kembali maka bisa di katakan Liki sudah memenuhi permintaan Nyonya Maira dan untuk bagian Daniel juga bisa di katakan sudah menyelesaikan masalah terjemahan dokumen negara A.
Ada pun yang terjadi kepada Daniel setelah Ariana kemabli, tak peduli itu akan menjadi percikan api cinta atau pun membalas dendam, tidak ada hubungannya lagi dengannya.
"Baik. Saya menyetujuinya asal kau juga memenuhi syarat yang aku ajukan?" Ariana berkata setuju setelah mempertimbangkannya begitu lama.
"Katakan saja," Liki menatap Ariana.
Ariana mulai mengatakan apa pun yang dia mau. Dan Liki pun tidak keberatan, akhirnya mereka sepakat.
Keesokan harinya
Ariana segera bangun pagi-pagi dan menyiapkan sarapan yang lezat untuk ketiga anaknya. Saat mereka makan, dia berdandan dengan dandanan simpel lalu mengenakan pakaian setelan blazer warna milo, dengan rok yang pas di lututnya, membuat kesan anggun dan elegan. Pilihan pakaian Maira waktu itu benar-benar cocok untuknya.
Gaya rambutnya yang tergerai dengan sedikit pita kecil di kepalanya, membuat kesan manis gayanya. Ariana tersenyum kecil melihat bayangan dirinya di cermin.
Kembalinya Ariana ke kantor kali ini akan berbeda dari sebelumnya. Dia menetapkan hatinya, dengan pakaian yang ia kenakan, membuat dia lebih percaya diri penuh dari lubuk hatinya!
Yang pertama, karena dia merasa, perusahaan sangat membutuhkannya.
Yang ke dua, kemarin Liki menelponnya, lalu memberikan syarat yang dia minta kepadanya. Dan Liki pun telah menyetujuinya.
Dan yang terakhir adalah, karena pakaiannya yang sangat pas di tubuhnya.
Poin lainnya adalah karena dia orang yang telah ditindas sebelumnya. Daniel sengaja mempersulitnya membuat dia terlihat bersalah, padahal dia tidak pernah melakukan kesalahan.
Dengan semua ini Ariana menyimpulkan, dia tidak akan takut lagi dengan Daniel.
Jika Daniel tidak lagi memperlakukannya seperti itu sebelumnya, maja dia pun tidak akan ada masalah yang serius lagi.
Jika Daniel masih saja sana dan tidak berubah, Ariana akan memberinya sedikit pelajaran. Tidak tapi benar-benar memberinya pelajaran yang tak akan dia lupakan seumur hidupnya!
__ADS_1
Membayangkan wajah Daniel yang malu, Ariana tampak tertawa ringan, serta memperlihatkan sebaris gigi putihnya.
"Mama, sudah waktunya pergi ke taman kanak-kanak."
Reva membuyarkan lamunannya.
"Ayo kita pergi."
Di dalam perjalanan Reva dengan keras kepala menjaga jarak dengan Deffan dan juga Revi.
Gadis kecil ini, wataknya cukup keras dan masih kesal di khianati oleh Revi. Deffan juga membuatnya marah karena menyuruh dia untuk mengakui bahwa dialah yang memecahkan tablet dan ingin dia meminta maaf.
Mobil sudah sampai dan berhenti di depan pintu gerbang TK. Ketiga anak itu langsung turun dari mobil. Reva berjalan di depan mereka dengan sombong dan sengaja menjaga jarak dari Revi dan juga Deffan.
Ariana memandangi punggung ketiga anaknya itu dan menghela napas dalam-dalam. Sepertinya nanti malam, dia harus mencari cara untuk menasihati Reva.
Setelah memastikan anak-anaknya sudah masuk, Ariana segera memutar mobilnya menuju perusahaan Mahesa grup.
Ariana melihat Liki yang berdiri di lobby depan, sebentar-sebentar dia melihat ke luar. Ketika dia melihatnya, dia langsung berjalan ke arahnya.
"Selamat pagi dan selamat datang nona Messa!"
"Jangan khwatir nona Messa, silahkan masuk."
Dia tersenyum kecil dan berjalan ke departemen penerjemah, dengan langkah elegan dan seksi. Dia sudah sampai di kantornya yang dulu.
Tidak lama kemudian, Liki sudah mengirimkan beberapa dokumen proyek negara A yang perlu diterjemahkan.
"Nona Messa, terimakasih atas kerja keras mu."
"Ini sudah menjadi tugas ku, sudah seharusnya ku kerjakan, tidak perlu berterima kasih."
Ariana menyalakan komputer dan mulai bekerja.
Melihat jari tangannya yang lentik mulai mengetik sesuatu di keyboard, Liki pun akhirnya bisa bernapas lega.
Akhirnya dia pun sudah menyelesaikan tugas dari nyonya Maira dan pak Daniel.
Ketika Daniel sudah mengetahui bahwa Ariana sudah kemabli ke perusahaan dan bekerja, mata Daniel yang dalam sedikit tenggelam, teringat dia yang memperalat Kenzie, dan tentang daging dan juga jamur yang dia makan, wajahnya menggelap. Tiba-tiba rasa yang aneh itu kembali dia rasakan, menyebar antara bibir dan giginya lagi, seolah-olah dia baru saja memakannya, dan ini membuatnya tidak nyaman sama sekali.
Daniel segera mengambil air minum dan berkumur-kumur, setelah itu barulah dia merasa sedikit lega.
__ADS_1
"Brengsek!"
Daniel mengepalkan tangannya dengan erat. giginya terkunci rapat.
Daniel memikirkan bagaimana dia membuat perhitungan kepada wanita gila itu?
Daniel kembali duduk di kursi kebesarannya. Jemarinya dengan lincah menggeser mouse komputer. Dia membuka halaman pemilihan toko kue yang terkenal dan yang sedang terpopuler di kotanya.
Matanya tertuju pada kue mousse yang terbaru, bentuknya sangat indah dan menarik sekali, tiba-tiba bibirnya membentuk sebuah lengkungan tipis dan tersenyum kecil di wajahnya yang tampan itu.
Senyumannya terlihat memiliki sesuatu maksud tertentu.
kemudian dia mengeluarkan ponselnya, menelpon seseorang. Setelah menutup telponnya, dia juga menelpon Liki.
Mendengar apa yang di katakan Daniel lewat ponsel, dia terlihat tak percaya. Daniel memintanya untuk pergi ke toko kue yang sedang populer itu untuk membeli kue mousse untuk nona Messa?
Daniel berinisiatif untuk membelikan nona Messa kue mousse yang terkenal itu?
Ini benar-benar sulit di percaya!
Apakah pak Daniel ingin mempererat hubungannya dengan nona Messa atau dia hanya peduli dengan kepentingan perusahaan, dan sengaja mendukung nona Messa agar dia mau bekerja keras untuk perusahaan?
Beberapa pertanyaan meliputi pikirannya.
Dengan begitu, Ariana pasti akan sangat senang. Tanpa menunda waktu lagi, Liki segera pergi ke toko kue yang terkenal itu untuk mengambil pesanannya.
Setengah jam berikutnya, dia sudah kembali ke perusahaan dengan kue mousse di tangannya. Dia menemui Daniel terlebih dahulu, apakah kue ini pak Daniel sendiri yang akan memberikannya?
Melihat kue mousse yang begitu indah, mata Daniel sedikit redup. Saat memikirkan reaksi Ariana ketika dia menerima kue ini ..., dia merasa sangat senang
"Pergilah dan berikan."
Begitu mendapatkan perintah dari atasannya itu, Liki segera pergi ke ruang kerja Ariana.
Liki masih tidak percaya dengan apa yang Daniel katakan, dia sebentar-sebentar menatap kue yang dia pegang di tangannya.
Jangan-jangan pak Daniel ada maksud tertentu? Ah bukan urusan saya lagi, yang terpenting aku sudah memenuhi permintaan kedua ibu dan anak itu. Liki berjalan dengan langkah pasti menuju ruangan kerja Ariana.
🌺like🌺
follow akun author ya, jangan lupa tap love ya agar mendapatkan notifikasi update terbarunya.
__ADS_1