Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
72


__ADS_3

Sehabis membaca wajib like karya author 🙏


❤️ vote ❤️


Di malam hari


Ketika Daniel sedang di ruang kerjanya, kepala pelayan itu masuk secara diam-diam ke kamar Kenzie, dengan membawakan ayam goreng dan udang rebus untuk Kenzie.


"Tuan muda, makanlah sedikit. Kau sedang dalam masa pertumbuhan, tidak baik jika kau menolak makan, nanti akan mempengaruhi masa pertumbuhan mu."


Kenzie cemberut, dia melirik ayam goreng yang tampak enak dan lezat itu. Dia masih dengan keras kepala meminta pelayan rumah tangga itu untuk segera membawanya keluar.


"Aku tidak mau makan. Cepat bawa pergi dari sini!" Kenzie berkata tanpa melihatnya.


Pelayan rumah itu menghela napasnya. Dia tidak bisa membujuk Kenzie dengan cara apa lagi. Tempramen Kenzie sama persis dengan Daniel, sama-sama keras kepala, ini benar-benar ayah dan anak!


Akhirnya dengan terpaksa pelayan rumah itu membawa kembali makanan-makanan di piring yang dia bawa tadi dengan utuh.


Ketika pintu tertutup, arloji ponsel Kenzie tiba-tiba berkedip tanda ada sebuah pesan masuk.


Dengan segera dia mengambil dan melihatnya.


Pesan dari Deffan


Deffan : "Papa menindas Mama, dia benar-benar jahat. Papa harus di beri pelajaran!"


Setelah Mama pulang, dan membuat makan malam untuk mereka, setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan melanjutkan menyalin dan menulis dokumen-dokumen itu, dan sekarang pun Mama belum terlihat istrahat.


Melalui cela pintu, Deffan melihat mata mamanya memerah, kemudian Mama meneteskan obat mata, lalu melanjutkan menulis lagi. Dia bekerja lembur di siang hari dan dia masih harus menulis di malam hari.


Deffan : "Mama pasti telah di paksa!"


Nenek yang membawa Mama untuk bekerja di kantor Papa, selain Papa, tidak ada yang berani menindas Mama!"


Karena itu Deffan menyimpulkan bahwa papanya lah yang sudah mempersulit Mama!


Kenzie dengan seksama membaca pesan-pesan dari Deffan dan dia pun dengan segera membalas dan mengetik pesan untuk Deffan,


Balasan pesan dari Kenzie

__ADS_1


Kenzie : "Bagaimana caranya untuk memberi Papa pelajaran? Aku kangen sekali dengan Mama!"


Deffan : "Papa yang membesarkan mu, kau tidak akan tega melakukannya. Biar aku saja yang melakukannya!"


Kenzie : "Apa yang ingin kau lakukan?"


Deffan : "Besok kita akan bertukar posisi, aku akan pergi ke sekolah mu, dengan begitu, kau bisa pergi untuk melihat Mama, dan aku akan membalas perbuatan Papa terhadap Mama."


Bertukar posisi dengan Deffan. Dia bisa melihat Mama, memakan makanan yang enak dan lezat yang akan dimasak Mama. Di antar jemput oleh Mama ke sekolah. Membayangkan hal itu, mata Kenzie langsung berbinar terang dan cerah. Dia langsung menyetujuinya dengan wajah yang gembira.


Setelah mereka berdiskusi, senyumannya muncul di bibir kecilnya yang dingin dan arogan.


Daniel yang mengira bahwa Kenzie sudah tidur, dia mendorong pintu kamarnya dan berjalan masuk. Dan kebetulan sekali, dia melihat Kenzie yang sedang tersenyum pada arloji ponselnya. Dia langsung mengernyitkan keningnya.


Apakah dia menghubungi Ariana lagi?


Bagus sekali! Dia malah ingin tau apa yang akan Ariana lakukan lagi jika Kenzie yang sudah protes dengan tidak mau makan, itu juga tidak akan membuahkan hasil apa-apa.


Ke esok harinya


Reko datang untuk menjemput Kenzie dan akan mengantarkan nya ke sekolah di TK Bangsawan. Dia membawa tas sekolah kecil, dan berlari ke luar.


"Anak ini sangat suka pergi ke sekolah ya?!"


Daniel menyilang kan kedua kakinya dengan elegan dan duduk di sofa setengah lingkaran. Wajahnya terlihat sangat gelap.


Melihat Kenzie yang berlari ke arahnya, Reko langsung masuk mobil tanpa membuka dahulu pintu mobil untuk Kenzie. Kenzie berjinjit membuka pintu mobil dan segera masuk. Mereka tidak mengatakan apa-apa, sesekali Reko melirik anak kecil yang duduk di sampingnya, mereka larut dalam pikirannya masing-masing. Kenzie benar-benar tidak ingin menatapnya sama sekali, terlihat jelas bahwa Kenzie tidak ingin dekat dengannya.


Anak ini begitu dengan mudahnya di cuci otaknya dengan Ariana. Daniel menatap kepergian mobil Reko.


Kenzie adalah anak yang dia besarkan, dan hubungan mereka sebagai anak dan ayah selama beberapa tahun tak bisa di bandingkan dengan hubungannya dengan Ariana yang hanya seumur jagung merawat dan bertemu Kenzie.


Kenzie bukannya suka sekolah, tetapi dia tidak ingin melihat wajah papanya saat di rumah, lebih baik dia sekolah dari pada harus melihat wajah papanya.


Daniel sulit mengendalikan kesedihannya. Dia benar-benar merasa kecewa ...


Reko dan Kenzie terlihat seperti tidak saling mengenal. Reko kembali meliriknya.


Wajah kecil yang kaku, dan benar-benar terlihat tanpa ekspresi, persis seperti kakaknya.

__ADS_1


Ini adalah ekspresi Kenzie yang sebenarnya!


Belakangan ini, dia tidak melihat Kenzie bertingkah lucu, gemas dan lincah lagi. Apakah mental anak ini sudah normal kembali?


Reko menghela napasnya sambil pandangannya pokus ke depan. Sayang sekali aku tidak bisa mendengar dia memanggilku dengan sebutan Paman lagi, dan dengan memujiku dengan Paman terbaik di dunia.


Dia juga tidak akan merangkul lehernya lagi, secara tiba-tiba mencium pipinya, semua itu tidak akan pernah terjadi lagi.


Reko terlihat sedih dan kecewa, merindukan sosok Kenzie yang ramah dan selalu terlihat ceria. Rupanya dia merindukan ponakan yang bersikap manja.


Teringat mental Kenzie yang sering berubah-ubah itu, Reko merasa lebih baik dia begini, yang berarti mental Kenzie tidak ada masalah. Mana ada Paman yang mengharapkan keponakannya sakit mental?


Yang benar saja ...!


Mobil berhenti di luar pintu gerbang TK Bangsawan. Dia mewanti-wanti Kenzie untuk keluar dari mobil dengan hati-hati dan bersenang-senang lah dengan anak-anak di sekolah. Kenzie tidak peduli dengan nasihatnya itu, dia langsung berjalan masuk ke sekolah dengan tas yang bergelayut di punggung kecilnya.


Anak itu ..., masih begitu acuh terhadapnya!


Hatinya ....


Reko tiba-tiba memiliki pemikiran yang aneh. Alangkah senangnya jika ada dua Kenzie, yang satu dengan sifat dingin dan arogan dan yang satunya lagi dengan sikap yang manis dan manja, lincah dan menggemaskan.


Reko tersenyum kecil. "Dasar bodoh ...!"


Dia merutuki dirinya sendiri. "Kau menginginkan dua keponakan sulung tetapi kakaknya Daniel tidak punya kemampuan untuk memiliki anak kembar!"


Setelah berbicara dengan dirinya sendiri, dia mencibir dan pergi meninggalkan sekolah TK Bangsawan.


Di tempat lain


Daniel datang ke kantornya. Begitu dia keluar dari pintu lift, dia langsung melihat seseorang yang berdiri tegak di depan pintu ruang kerjanya.


Daniel menampilkan wajahnya yang tidak suka. Keningnya sedikit mengernyit.


Daniel sempat tertegun melihat penampilan Ariana yang cukup membuat matanya tak berkedip, sangat cantik dan menarik. Laki-laki pasti memuji kecantikannya setelah melihat dan berpapasan dengannya. Daniel segera sadar, dan dia memalingkan wajahnya sebentar, setelah ia kembali menatap lurus, berjalan melangkah ke depan dengan langkah yang tegap dan karismanya terlihat jelas.


Dengan postur tubuh yang tinggi, tampan dan berpakaian yang keren dan elegan, tentu saja para wanita sangat menginginkan untuk mendapatkan sosok seperti Daniel. Tapi pria ini tidak mudah di jangkau oleh perempuan mana pun.


✋ perhatian

__ADS_1


🌺jangan lupa dukung karya author 🌺


__ADS_2